Mina Padi: Melipatgandakan Keuntungan Petani

1
3433

Mina Padi adalah cara yang digunakan oleh petani dengan menggabungkan teknik budidaya padi dan pemeliharaan ikan, yang dilakukan secara bersamaan di sawah. Biasanya, sistem mina padi biasa dilakukan di sistem pengairan sawah teknis dan setengah teknis, sebab keberadaan air di sawah dalam sistem mina padi sangat dibutuhkan.

Sistem mina padi, jelas mempunyai keuntungan yang dapat dirasakan oleh petani. Tapi pada saat yang bersamaan juga mempunyai kelemahan. Dengan memadukan sistem perikanan dan pertanian sistem ini dapat melipatkan penghasilan petanian. Sistem Minapadi ini sendiri sudah diterapkan oleh empat kelompok tani di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, yakni kelompok Mina Lestari, Mina Tunas Baru, Mina Sawahan, dan Mina Siwar Putih.

Dalam penerapannya, sistem Minapadi ini memiliki beberapa perbedaan dengan sistem tanam padi pada umumnya, yakni membuat kubangan di bagian depan sepanjang 4×1 meter dan tengah persawahan, yang lahannya telah diolah dengan kompos, sepanjang 50 sentimeter sebagai tempat ikan. Ikan yang diternak yakni ikan nila.

Baca Juga  Upaya Yang Bisa Dilakukan Petani Untuk Meningkatkan Hasil Pertanian

Ikan nila dipilih dalam sistem mina padi karena tidak mudah terserang penyakit, harga yang terus naik dan permintaan yang meningkat. Menurutnya, untuk 1500 ekor bibit bisa menghasilkan 3 kuintal ikan. Namun, sistem padi yang menguntunkan bagi petani, padi dan ikan ini memerlukaan lahan pertanian yang banyak air.

Selain itu, saat melakukan tanam bibit padi tidak perlu terlalu dalam, yakni hanya dua sentimeter. Rentang waktu satu minggu, tanaman kemudian diberi pupuk urea sebanyak delapan kilogram untuk lahan seluas 1000 meter persegi. Pasca 15 hari penanaman, ikan kemudian dilepas pada kolam yang disediakan.

Dengan sistem itu tanaman padi bisa mengeluarkan anak lebih banyak, dari yang biasanya sekitar 15, bisa mencapai 40 anakan padi. Tak hanya itu, bulir padi yang biasanya hanya sekitar 160 bisa mencapai 215 bulir padi. Tak cukup sampai disitu. Petani juga bisa menghemat pupuk karena sudah tercampur kotoran ikan dan makanan ikan yang bersifat organik yang meminimalisir penggunaan zat kimia.

Baca Juga  Mengapa Kelompok Tani Harus Berpadu?

Selain padi, petani juga bisa mengambil keuntungan dari ikan nila. Ikan nila bisa dipanen saat berumur 2,5 bulan, setengah bulan sebelum panen padi. Ikan berumur demikianlah yang mengikuti kebutuhan pasar, karena pasar menginginkan ukuran ikan nila yang tak terlalu besar.

Para petani juga tidak perlu khawatir akan adanya rumpuh atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar padi. Tanaman liar menjadi bahan makanan yang akan dimakan nila. Dengan adanya simbiosis tersebut maka para petani tidak perlu lagi melakukan penyiangan terhadap padi.

Kesulitan terbesar pada sistem Mina Padi adalah banyaknya burung yang memakan padi pada masa-masa menjelang panen. Namun dengan berbagai kelebihan yang ada seperti pengehematan pupuk, tanpa proses penyiangan dan juga keuntungan yang didapat dari ikan nila, agaknya kerugian akibat kesulitan tersebut bisa dengan mudah teratasi.

Baca juga : Jasa Distribusi Produk Pertanian

Pasar Pertanian Desa

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here