Meraup Untung Melalui Tepung Mocaf

Meraup Untung Melalui Tepung Mocaf

Bahan baku singkong tersedia melimpah dan murah di seluruh Indonesia. Sebab singkong mudah ditanam dan dibudidayakan. Selama ini hasil panen singkong lebih banyak dibuat gaplek dari pada diolah menjadi bahan baku setengah jadi atau produk lain yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi. Padahal sudah ada teknologi fermentasi atau mengolah singkong menjadi produk lain, misalnya menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour).

Adalah Sukemi, perempuan paruh baya asal Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, mengolah singkong hingga memiliki nilai tambah lebih tinggi. Berkat kegigihannya pada 2010, singkong di lingkungannya diubah menjadi tepung mocaf dan kemudian diolah menjadi aneka ragam makanan.

“Tepung mocaf dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan roti,” tutur Sukemi Minggu (8/11) di depan kiosnya. Ia juga menjelaskan tepung mocaf juga dapat diolah menjadi thiwul instant, klanting, kue kering dan bihun.

Sukemi juga memaparkan prinsip pembuatan tepung mocaf adalah dengan memodifikasi sel sinkong secara fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan cara merendam sawut atau chip singkong selama 24 jam. Setelah perendaman sawut dipres dan dikeringkan kemudian digiling. Hasilnya tepung mocal dengan karakter lebih putih dan tidak beraroma singkong, dari 3 kg singkong menghasilkan 1 kg mocaf.

“Selama proses fermentasi terjadi penghilangan komponen penimbul warna, seperti pigmen (khususnya pada singkong kuning), dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika pemanasan. Dampaknya adalah warna mocaf yang dihasilkan lebih putih jika dibandingkan dengan warna tepung ubi kayu biasa dan juga berbau netral (tidak berbau apek khas singkong),” jelas Sukemi.

Menurut Sukemi pada musim kemarau seperti ini pasokan bahan baku singkong sangat sedikit. Sebab, pada musim kemarau tidak ada petani yang menanam singkong karena kesulitan air. Pada musim kemarau seperti ini harga singkong per kilonya mencapai Rp. 7.000,00. Sedangkan, pada musim penghujan atau saat panen raya tiba, harga singkong hanya mencapai Rp. 3.000,00.

“Dalam hal pemasaran, kita menjadi pemasok aneka macam olahan tepung mocaf ke 20 toko oleh-oleh di Gunungkidul. Selain itu, kita juga melayani permintaan pasar di luar Yogyakarta dan luar Jawa,” pungkas Sukemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*