Menyulap Rumput Liar Menjadi Tas beromzet Milyaran

Menyulap Rumput Liar Menjadi Tas beromzet Milyaran

BERDESA.COM – Kreativitas bisa menyulap banyak hal. Itulah yang terjadi pada rumput liar di Dusun Nyurbaya Gawah, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Rumput liar yang tumbuh di tanah perkampungan itu mendatangkan uang milyaran bagi para penghuninya. Kok bisa?

Dimulai dari seorang Mawar Yanti, perempuan 32 tahun, warga setempat. Mawar bersama puluhan ibu yang lain di kampungnya telah lama membuat kerajinan berbahan rumput liar. Mereka menghasilkan tas kosmetik, keranjang kecil, tempat perhiasan dan sebagainya. Hanya saja disainnya masih konvensional.

Mawar Yanti lalu berinovasi. Dia mulai membuat tas dengan disain baru. Rupanya beberapa disain yang dibuatnya menarik minat pasar. Tahun 1999 Mawar Yanti bersama suaminya mumbulatkan diri menjual produk berbahan rumput liar itu ke toko-toko souvenir di Bali. Usaha ini hampir saja tutup karena sepinya Bali akibat Bom Bali 2002 lalu.

Mawar tidak menyerah. Diikutinya pameran-pameran dan berbaga acara khusus alias menjemput bola. Hasilnya, produknya mulai mencuri perhatian banyak orang. Order dari luar negeri-pun berdatangan. Tas rumput liar dengan merek Mawar itupun mulai mendapatkan pasarnya sendiri.

Kini, 30-an perempuan di kampungnya bekerja membuat produk berbahan rumput liar ini. Mereka berbagi kerja mulai mengolah bahan baku hingga merajut dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Hasilnya, income warga meningkat karena mereka bisa mengerjakan tas bahkan di rumah masing-masing karena menggunakan sistem borongan.

Kini, tas dengan rentang harga Rp. 150 ribu hingga Rp. 1,5 juta itu mulai menyerbu pasar Eropa dan berbagai negara di Asia seperti Jepang. Sebulan, Mawar memproduksi ribuan buah tas rumput liar dengan berbagai disain dan tingkatan harga. Setiap tiga bulan sekali 3000 tas di eksport ke Jepang. Mawar juga rutin mengirim produknya ke beberapa toko butik di Amerika Serikat, Canada dan Australia. Belum lagi produk yang dipajang di toko-toko souvenir dan butik di Bali dan berbagai pusat wisata di Indonesia.

Selain menjadi produk fashion dengan keunikan tinggi, tas buatan Mawar juga memiliki nilai sosial yang kuat karena memberdayakan warga kampungnya. Kampung Mawar yang selama ini hidup dalam situasi ekonomi pas-pasan kini mulai meningkat pendapatannya.

Tak hanya itu, uniknya bahan yang digunakan Mawar membuat produk dan usaha ini mendapatkan penghargaan dari Unesco Award dan berderet penghargaan seperti Inacraft Award. Begtu banyak penghargaan bagi kreasi warga kampung yang indah ini sehingga kini tas-tas buatan warga Desa Batu Mekar ini sering diminta ikut berbagai pameran di luar negeri seperti Toko Gift Show, Seoul Gift Show dan mendapatkan pendampingan disain dari Japan External Trade Organization. Inspiratif bukan?(aryadjihs/berdesa/dari berbagai sumber)

foto: http://yngcrps.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*