Menyulap Rawa Menjadi Obyek Wisata Desa

0
1253
Menyulap Rawa Menjadi Obyek Wisata Desa
Menyulap Rawa Menjadi Obyek Wisata Desa

BERDESA.COM – Selama bertahun-tahun hamparan tanah rawa di Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, itu lebih banyak menyumbang masalah ketimbang manfaat bagi warga yang hidup di sekitarnya. Dengan luas sekitar 40 ribu meter persegi, inilah tempat nyamuk bersarang, ular dan sama sekali tidak menghasilkan sesuatu untuk ditanami. Pendeknya, sama sekali bukan tempat yang warga kehendaki. Tapi setahun terakhir, anggapan itu mulai berbalik, kini rawa itu menjadi salahsatu sumber kehidupan warga sekitarnya sekaligus area wisata desa baru.

Namanya Rawa Pucut dan selama bertahun-tahun sama sekali bukan tempat yang menarik untuk dikunjungi, bahkan oleh warga sekitarnya sekalipun. Tapi kini, hamparan air dan tanah berlumpur itu telah menjadi petak-petak tambak dan kolam ikan di sepanjang tepiannya menghasilkan tambahan pendapatan dari panen ikan yang dilakukan warga.

Semuanya dimulai beberapa bulan lalu. Jumadi, 46 tahun,salahsatu warga di dekat rawa mengungkapkan, awalnya dirinya secara tidak sengaja membeli sepetak tanah di pinggiran rawa itu. “ Awalnya milik saudara yang dijual murah. Sayang kalau sampai jadi milik orang. Makanya saya beli,” katanya.

Baca Juga  Desarasa, Minuman Sehat Alami Turut Ganjot Pariwisata

Awalnya Jumadi apa yang harus dilakukan pada tanah berair dan tak pernah kering itu. Akhirnya bersama suaminya Shanti membuka beberapa petak kolam. “ Airnya akan selalu terisi karena rawa ini tidak pernah kering sepanjang tahun,” katanya. Dari empat kolamnya itu ditebarnya bibit gurame dan patin. “ Saya tidak terlalu berharap bakal panen karena kolam ikan seperti ini masih belum pernah buat orang. Tapi ternyata hasilnya menggiurkan,” katanya. Akhirnya Jumadi memutuskan untuk menambah jumlah kolamnya dan menebar bibir ikan lebih banyak lagi.

Keberhasilan Jumadi segera mengundang ketertarikan warga yang selama ini kebingungan mencari cara memanfaatkan tanah berawa. Dalam beberapa bulan saja rawa yang selama ini ibarat kata ‘tempat jin buang anak’ itu telah menjelma menjadi sumber pendapatan baru dari warga. Puluhan kolam berderet-deret di sepanjang pinggiran area rawa ini, dan bagian tengah rawa yang kedalamannya 1 – 2 meter itu dimanfaatkan sebagai kolam dengan menggunakan jaring karamba. Alhasil, permukaan rawa yang selama ini tertutup beraneka tanaman tidak produktif, kini tersulap menjadi petak-petak karamba.

Baca Juga  Pesona Baru Desa Wisata di Dlingo, Pemandangan Menakjubkan Malam Hari

Bukan hanya mendatangkan rejeki dari panen ikan saja, rawa itu kini juga membuka peluang menjadi obyek desa wisata baru. Letaknya yang berada pada pinggir jalan Cilacap-Purwokerto membuat tempat ini tak sulit dicapai. Soalnya pula di luar petak-petak keramba dan kolam, hamparan air rawa masih alami dengan banyaknya ikan yang hidup di bawah rimbunan tanaman permukaan rawa. “ Air rawa ini kan tidak mengalir seperti sungai, jadi ikannya banyak, itu menarik bagi para pemancing,” kata Subarwo, salahsatu pemancing yang sering datang ke tempat ini untuk melangsungkan hobinya. Banyaknya orang datang segera membuat warung makan dan warga sekitar kebanjiran rejeki. Ke depan, rawa yang selama ini dilupakan orang ini sangat potensial dikembangkan menjadi obyek wisata desa.(dji-1)

foto : Aditya Fajar

Tips : Merintis Pendirian Desa Wisata

Baca juga : Potensi BUMDesa Kelola Wisata Alam
Pendamping Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here