Menjalin Jaring Kemitraan Untuk Melestarikan Lingkungan dan Mengembangkan Potensi Desa

0
935
Menjalin Jaring Kemitraan dan Mengambangkan Potensi Desa Wisata

Hutan mangrove merupakan salah satu tipe ekosistem yang sangat penting. ekosistem ini berperan dalam menjaga keragaman hayati maupun melindungi kawasan pantai dari resiko bencana dan kerusakan lingkungan. Mangrove dibentuk oleh sekumpulan tetumbuhan yang mampu tumbuh di area pasang surut dan air payau. Umumnya mangrove berada di sekitar muara sungai dengan karakter payau, pantai berlumpur dan ombak yang tenang.

Adalah KP2B (Kelompok Pemuda-Pemudi Baros) organisasi pemuda desa yang mempunyai cita-cita melestarikan hutan mangrove yang ada di desanya. Baros adalah nama sebuah dusun, berada di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Kebetulan desa ini berada di pinggir Muara Sungai Opak dimana terdapat hutan mangrove di sekitarnya. Hutan mangrove sangat penting artinya bagi warga Dusun Baros karena mampu melindungi mereka dari resiko tsunami dan aberasi (pengikisan) pantai. selain itu mangrove juga melindungi kawasan pertanian dari adanya angin laut yang mempunyai kadar garam tinggi. Pelestarian dan penanaman ribuan pohon mangrove tentunya tidak lah mudah, disamping itu juga tidak murah. Yang menarik adalah sebagai organisasi pemuda KP2B sukses dalam menjaring dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik itu instansi pemerintah yang terkait, LSM, perguruan tinggi, sekolah SD hingga SLTA, berbagai perusahaan swasta dan juga perbankan.

Baca Juga  Kenapa Banyak Desa Tertarik Mengembangkan Desa Wisata, Ini Jawabannya

“ kami sudah tidak ingat lagi berapa jumlah lembaga yang telah bekerjasama kami,” papar Mas Dwi salah satu tokoh pemuda. Melestarikan mangrove, pantai dan sungai ternyata sudah menjadi tradisi bagi organisasi pemuda ini. Sudah lebih dari 5 generasi kepengurusan organisasi pemuda ini konsisten dalam melestarikan lingkungannya. Tidak mustahil kemudian pemuda-pemudi Baros juga meraih berbagai penghargaan.

Keberhasilannya dalam melestarikan lingkungan terutama hutan mangrove kemudian diikuti oleh pengembangan wisata pendidikan (ecotourism) berbasis ekosistem mangrove. keberhasilan dalam mengembangkan salah satu ide bisnis yang kreatif ini juga mengantarkan KP2B dalam kerjasama dengan salah satu perbankan nasional dalam bidang kompetisi kewirausahaan. Lantas apa kunci sukses untuk menjalin kemitraan dan merebut kepercayaan dari berbagai pihak?

“ informasi yang diberikan harus benar sesuai kenyataan dan kerjasama yang kita tawarkan adalah sesuatu yang mempunyai makna atau nilai bagi masyarakat,” jelas Mas Dwi tentang langkah-langkah yang ditempuh KP2B dalam menjalin kemitraan.”Kita juga harus dapat memberikan bukti perkembangan dari kegiatan yang telah lalu, ada cita-cita yang kita sampaikan dan akan diwujudkan di masa yang akan datang”, tegasnya.

Baca Juga  Buka Warung Bakso, Berapa Biayanya?

Tips : Merintis Pendirian Desa Wisata

Baca juga : Pariwisata Indonesia di Atas Rata-rata

Pendamping Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here