Menikmati Keunikan Desa Banjar Banyuwangi

0
313

Di kawasan Licin, Banyuwangi ada sebuah desa yang memiliki keunikan tersendiri, nama desa tersebut adalah Desa Banjar. Keunikan yang pertama adalah bentuk desa ini yang memanjang yang mungkin tidak akan ditemukan di desa lain di wilayah Jawa Timur, hal ini terjadi karena desa tersebut merupakan hasil pemekaran dari Desa Licin, dimana Desa Banjar sendiri memiliki 4 dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Putuk, Dusun Salakan dan Dusun Rembang yang masing-masing terletak berpencar.

Desa Banjar sendiri terletak di kawasan kaki Gunung Ijen berada pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi geografis yang berbukit sehingga kawasan ini dimanfaatkan untuk menjadi persawahan dengan bentuk terasering, ada juga beberapa area di Desa Banjar ini yang dimanfaatkan menjadi lahan untuk menanam buah-buahan ataupun kopi.

Daerah persawahan yang berbentuk terasering selalu di sandingkan keindahannya dengan kawasan Ubud di Bali. Jumlah penduduk Desa Banjar tercatat dalam data Badan Pusat Statistik tahun 2017 berjumlah sekitar 2.511 jiwa yang terdiri dari komposisi perempuan berjumlah 1290 jiwa dan laki-laki berjumlah 2511 jiwa, mayoritas masyarakat Desa Banjar beragama Islam dengan bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Osing dan bahasa Jawa.

Baca Juga  Definisi Desa Menurut Berbagai Ahli

Karena lahan yang bisa digarap sebagai area pesawahan sangat banyak, sehingga membuat sebagian besar warga di Desa Banjar berprofesi sebagai petani, sedangkan sebagian lagi bertani aren karena memang di desa ini juga tumbuh banyak sekali pohon aren. Terkait kesenian, Desa Banjar memiliki grup musik patrol Gontang Kawean, tarian Gandrung dan tarian khas lainnya yang merupakan kreasi dari masyarakat lokal.

Apabila ingin mencicipi minuman khas dari Desa Banjar, pengunjung yang datang bisa mencicipi Kopi Uthek, keunikan kopi ini adalah cara menikmatinya yang berbeda dari kopi yang lain, yaitu dengan gigitan gula aren yang disajikan terpisah, cara mencicipinya adalah dengan mengigit dahulu gula aren lalu setelah itu menyeruput kopinya.

Untuk yang ingin mencicipi makanan khas dari Desa Banjar, dapat mencoba Sego Lemeng, makanan ini merupakan sejenis nasi yang diisi dengan daging ayam yang sudah dicacah dan ikan asin atau ikan tuna lalu nasi tersebut digulung dengan selembar daun pisang, setelah itu gulungan tersebut dimasukan kedalam sebuah bilah bambu dan akhirnya dibakar.

Baca Juga  Pariwisata Kerakyatan di Geopark Ciletuh

Berdasarkan sejarah menyebutkan bahwa sego lemang merupakan makanan yang dibawa para gerilyawan sebagai bekal saat bertempur melawan penjajahan Belanda, makanan tersebut menjadi pilihan para gerilyawan dikarenakan tidak mudah basi sehingga dapat dibawa dalam perjalanan jauh.

Pemerintah daerah sendiri bekerja sama dengan aparat desa setempat terus berupaya meningkatkan potensi yang dimiliki oleh Desa Banjar ini agar makin menarik wisatawan yang datang, salah satunya adalah dengan menggelar Festival Sego Lemeng, dalam festival yang digelar selama dua hari ini para pengunjung diajak menikmati panganan khas Desa Banjar sambil menikmati keindahan alam yang dimiliki desa ini.

Festival ini juga diapresiasi oleh Bupati Banyuwangi yang hadir lewat sambungan facetime, beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mendorong pemerintah setempat untuk menjadikan desa ini menjadi desa wisata agar mampu memajukan perekonomian di Desa Banjar sehingga warga di Desa Banjar akan makin terkenal di kalangan wisatawan dan mampu mensejahterakan warganya lewat sektor pariwisata. Kedepannya akan dibangun banyak penginapan sebagai sarana untuk pengunjung yang akan datang ke kawasan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here