Menguntungkan! Beternak Kelinci Pedaging, Peluang Usaha Desa Yang Patut Dicoba

0
396

Kelinci merupakan binatang berbulu halus, bertelinga panjang, lucu dan menggemaskan. Binatang ini dikenal dekat dengan manusia, karena tak sedikit orang-orang yang menyukai kelinci dan menjadikannya sebagai hewan peliharaan di rumah. Kelinci dikenal sebagai hewan yang bersahabat dan bisa mendatangkan kebahagiaan bagi orang yang melihatnya karena wujud dan tingkahnya yang menggemaskan.

Membahas mengenai beternak kelinci, beternak kelinci merupakan hal yang mengasyikan bagi sebagian orang terutama pada mereka yang menyukai kelinci. Selain bisa menyalurkan hobi memelihara kelinci juga dapat memberikan penghasilan. Beternak kelinci banyak diminati oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di desa. Karena di desa masih banyak lahan yang ditumbuhi rumput-rumput, jadi sangatlah mudah untuk mencarikan pakan bagi kelinci.

Memang jika dibandingkan, beternak kelinci pedaging tidak sepopuler dengan beternak ayam, bebek, dan kambing. Namun itu bukan berarti beternak kelinci pedaging tidak memiliki peluang pasar. Kini mulai banyak permintaan pasar akan daging kelinci, seiring dengan berkembangnya jaman dan boomingnya wisata kuliner, banyak rumah makan atau restoran bahkan pedagang kaki lima yang menjual masakan dari daging kelinci, seperti sate kelinci, mie kelinci, tongseng kelinci dan lain-lain.

Olahan-olahan berbahan dasar daging kelinci kini mulai populer dan digemari oleh masyarakat. Selain karena rasa dagingnya yang enak, daging kelinci juga mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Oleh sebab itulah beternak kelinci pedaging merupakan salah satu peluang usaha desa yang cukup menjanjikan dan menguntungkan. Dalam menjalankan usaha ternak yang terpenting adalah Anda harus tekun, ulet, disiplin dan sabar. Selain itu Anda juga harus memiliki jiwa penyayang pada hewan. Untuk bibitan kelinci pedaging biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 100.000-Rp 300.000/ekor tergantung dari jenis, besar, berat dan kualitasnya.

Baca Juga  Tips Sukses Menjalankan Peluang Usaha Desa untuk Pemula, Cek Disini

Bagi Anda yang ingin mencoba peluang usaha desa dengan beternak kelinci pedaging, Anda dapat mencoba dan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Persiapan Lokasi dan Pembuatan Kandang Kelinci

Sebelum membuat kadang kelinci, Anda harus menentukan terlebih dahulu dimana lokasi kandang itu akan diletakkan. Lokasi kadang harus jauh dari keramaian, bebas polusi, mendapatkan sinar matahari yang cukup dan mempunyai sirkulasi udara yang lancar. Selain itu lokasi kandang harus aman dari jangkau predator seperti kucing, anjing, tikus dan lainnya serta idealnya suhu udara untuk beternak kelinci sekitar 21derajat celcius.

Untuk ukuran kandang, bisa Anda sesuaikan dengan kepadatan jumlah bibitannya. Sebagai contoh, kadang ukuran 200x70x70 cm ini cukup untuk 10 ekor kelinci jantan atau 12 ekor kelinci betina. Anda dapat membuat kadang kelinci dari bahan seperti bambu, kyu, besi maupun kawat.

2. Pemilihan Bibit Kelinci

Selanjutnya, Anda mencari bibit kelinci pedaging biasanya berjenis Rex, Flemish Giant, dan kelinci new zealand. Pilihlah bibit kelinci baik betina maupun jantan produktif yang berkualitas supaya mudah berkembang biak dan melahirkan banyak anak. Selain itu pastikan bibit kelinci sehat, tidak cacat, lincah dan berbulu halus serta bulu tidak kusam. Masa produksi kelinci jantan berkisar umur 6-8 bulan sedangkan kelinci betinanya sekitar umur 4-6 bulan. Untuk pemula sebaiknya membeli bibit 2-5 pasang lebih dulu, supaya mudah untuk perawatan dan pemasarannya.

Baca Juga  Contoh Peluang Usaha Modal Kecil di Desa Berkembang Yang Menguntungkan

3. Pemberian pakan

Anda dapat memberikan pakan pada kelinci seperti rerumputan, sayur mayur seperti kangkung, wortel, dan sayuran hijau lainnya, pellet khusus kelinci dan serta dapat juga Anda berikan vitamin khusus kelinci. Anda dapat memberikan makan 2x sehari (pagi hari Anda dapat berikan pakan pellet dan untuk sore bisa diberikan pakan rumput atau sayur, dapat pula sebaliknya). Jangan lupa untuk sediakan minumnya juga.

4. Masa reproduksi

Kelinci betina dan jantan sudah siap dikawinkan saat kelinci berumur diatas 1 tahun. Ini merupakan usia yang ideal dan paling produktif. Anda dapat mengawinkan kelinci dengan cara kelinci betina dipindahkan ke kandang kelinci jantan (jangan terbalik). Biarkan mereka berkenalan, bercumbu dan melakukan perkawinan. Setelah kawin pertama, pisahkan kelinci betina untuk istirahat selama kurang lebih 15 menit, kemudian masukan lagi ke kandang si jantan. Proses perkawinan sampai si kelinci betina tidak mau untuk dikawini lagi, ini berarti selesai sudah proses perkawinan. Lalu kembalikan betina ke kandangnya kembali.

Baca Juga  Peluang Usaha Desa yang Anda Jalankan Menurun? Cek Tips Cara Mengatasinya Disini

Masa kehamilan kelinci dapat anda liat perutnya yang membesar dan nafsu makan meningkat. Biasanya kelinci dapat dipastikan hamil sekitar 2 minggu setelah proses kawin. Saat kelinci positif hamil, berilah ia makanan yang banyak untuk memenuhi asupannya. Bersihkan juga kandang agar kelinci sehat dan terhindar dari penyakit.

Sediakan kandang kotak berukuran 60x30x15 cm ketika kelinci memasuki usia kehamilan 3-4 minggu. Beri alas rumput kering atau kain bekas untuk kelinci melahirkan, menyusui dan membesarkan anaknya. Biasanya dalam waktu 29-32 hari kelinci akan melahirkan anaknya, umumnya akan melahirkan anak sebanyak 4-12 ekor.

5. Menjaga dan merawat anak kelinci

Pastikan anak kelinci yang masih kecil selalu dalam kandang yang hangat dan nyaman, berikan pula makanan kepada induk agar mampu memenuhi asupan gizi dan menghasilkan susu yang banyak untuk anak-anaknya. Kelinci pedaging dapat dipanen dan dijual sekitar umur 3-4 bulan. Anda dapat menjual dalam bentuk hidup, masih mentah maupun dalam keadaan sudah diolah menjadi makanan. Anda dapat menjualnya ke pengepul maupun restoran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here