Mengunjungi Kampung Batik Laweyan Sebagai Wisata Historis

0
630

Kampung Batik Laweyan sudah ada sejak jaman dahulu. Disinila tempat batik solo awalnya diproduksi. Meskipun kini sudah banyak area atau daerah yang mulai memproduksi aneka batik khas solo, namun, laweyan masih dijadikan sentra batik sekaligus tempat wisata budaya dan pendidikan dikota solo.

Batik memang sudah menjadi salah satu warisan budaya yang tak bisa dikesampingkan. Mengingat, ada sejarah dan filosifi dibalik setiap motif yang ada pada selembar kain batik. Meskipun tampak sama, namun antara batik solo, yogyakarta hingga pekalongan memiliki ciri khasnya masing-masing. Baik dari segi motif, ukuran, hingga warnanya.

Ciri khas batik solo memiliki warna yang lebih redup atau gelap, jika dibandingkan dengan batik yogyakarta dan pekalongan. Pewarna yang digunakan padakain batik tradisional, hingga saat ini masih sama, yakni soga.

Dengan pancaran warna coklat, kuning, hingga ke-putihan. Dengan corak yang geometris dan runut, membuat batik solo terlihat sangat rapi dan anggun. Dan yang tak kalah mengagumkan, detil pada batik tulis khas solo berukuran kecil-kecil. seperti pada batik truntum  dan sidomukti.

Berdesa Tour

Aneka Jenis Batik Tradisional Solo Serta Filosofi Dibaliknya

Baca Juga  Wisata Candi Borobudur Yang Tak Lekang Oleh Zaman

Beberapa jenis batik solo, seperti sidomukti dan sidoluruh memiliki motif yang khas. Kedua jenis batik ini dapat digolongkan pada batik tradisional khas solo, yang diproses melalui pembatikan tradisional menggunakan canting.

Tak heran, jika kedua motif ini, seringkali ditemui digunakan untuk acara seremonial tertentu. Karena, menggunakan makna filosifis yang mendalam. Selain itu, apa saja motif batik khas solo yang filofis?

  1. Batik Slobok

Dahulu kala, batik slobok ini digunakan dalam rangka layatan, bagi keluarga yang sedang berkabung. Dengan motif kotak dan dihiasi dengan beberapa ornamen, batik slobok didominasi dengan warna biru donker atau hitam dan putih.

Disebut dengan batik slobok, karena memang dipakai dengan ukuran yang longgar. Ada filosofi dalam yang terkandung didalamnya, yaitu agar arwah yang sudah meninggal dunia dapat lepas dari raga dengan mudah menuju nirwana.

  1. Sidomukti

Kain batik sidomukti ini adalah batik yang umum digunakan oleh kedua mempelai pengantin. Diambil dari kata sido yang memiliki makna jadi atau lanjut, dan mukti yang berarti cukup atau ketercukupan. Diharapkan, kedua mempelai selalu diberikan rejeki yang cukup didalam mahligai perkawinan.

  1. Truntum
Baca Juga  Oleh-Oleh Khas Solo, Roti Priyayi Khas Solo Yang Melegenda

Batik truntum biasa dipakai oleh orang tua mempelai pengantin di acara pernikahan. Truntum memiliki makna tuntun atau menuntun. Filosofinya adalah orang tua seyogyanya selalu menuntun putra putrinya dalam membina mahligai rumah tangga. sehingga dapat menjalani keluarga yang samawa.

Selain beberapa motif kain batik klasik diatas, masih ada beberapa motif yang lain yang memiliki makna filosofis yang tak kalah mendalam. Dengan serentetan proses pembuatan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, tak heran jika harga untuk selembar kain batik tulis klasik cukup fantastis. Bisa ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tergantung bahan kain yang pergunakan dan motif yang dibuat.

Ke kampung Batik Laweyan, Anda Akan Mendapatkan 4 Bonus Wisata Sekaligus

Kampung batik Laweyan memiliki lokasi yang sangat strategis. Tak jauh dari pusat kota solo. Bahkan sangat dekat dari stasiun purwosari, solo. Jadi, jika Anda ke solo menggunakan transportasi kereta api, tinggal turun di stasiun purwosari saja.

Lalu, anda dapat memilih moda transportasi becak. Selain mudah dijangkau, kam[ung batik laweyan juga menghadirkan 4 wisata sekaligus. Yaitu, wisata seni budaya, wisata sejarah, wisata pendidikan hingga wisata belanja.

Baca Juga  Informasi Seputar Wisata Candi Prambanan

Jadi, kapan Anda datang ke Laweyan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here