Menggenjot Usaha Desa Melalui Sosial Media

Menggenjot Usaha Desa Melalui Sosial Media

BERDESA.COM – Tahukah Anda sebagian besar anak muda pengguna Sosial Media (Sosmed) di Indonesia masih menggunakan media ini untuk pertemanan saja. Berbinis masih menempati urutan buncit dari berbagai aktivitas mereka bersosmed-ria. Artinya, masih terbuka lebar bagi berbagai kalangan untuk memanfaatkan instrumen ini untuk menggenjot usaha mereka. Terutama bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan para pengusaha yang hidup di wilayah desa.

Hasil survai lembaga JakPat menunjukkan 52,22 persen responden mengaku menggunakan Sosmed untuk hal-hal yang menyenangkan, 35,91 persen berbagi info penting dengan teman-temannya, sharing hal-hal menarik menyita 30,79 persen, berbagi cerita lucu 24,03 persen, saling curhat 21,53 persen, mendengarkan lagu 21,14 persen, melancarkan berbagai kritik mengantungi 18,92 persen, dan hanya 16,12 persen menggunakan Sosmed untuk berbisnis alias usaha. Sebanyak 13,8 persen lainnya berbagi cerita dan foto tempat yang asyik dan 13,51 persen lagi menonton video atau film. Survai dilakukan minggu pertama Januari 2016 lalu terhadap 1387 anak muda yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi.

Fakta ini menunjukkan masih terbuka lebar peluang mengembangkan usaha terutama bagi UKM-UKM yang hidup di wilayah pedesaan untuk menjual produk-produknya melalui Sosmed. Pasalnya, selama ini UKM-UKM masih terkendala dengan jarak geografi mereka dengan wilayah perkotaan dan wilayah pemasaran lebih luas. Media sosial menyediakan ruang promosi tanpa batas wilayah dengan ragam usaha yang juga sangat beragam.

Seperti dilakukan Domas Paramita, 35 tahun, warga Desa Teluk, Purwokerto. Hobinya mengkoleksi ayam menjadi bisnis yang produktif berkat Sosial media. “ Awalnya saya mencari komunitas pecinta ayam jenis tertentu di Facebook. Ternyata saya malah bisa membuka usaha jual beli ayam ras tertentu. Para pembeli saya banyak berasal dari Jakata, Jawa Barat dan Jawa Timur. Justru sekarang kewalahan melayani para calon pembeli,” katanya. Pengiriman barang dia lakukan melalui alat transportasi kereta api.

Pegiat ekonomi pedesaan di Banyumas, Jawa Tengah Hariyadi Tri Anggono adalah salahsatu yang telah mengembangkan wacana ini. Hariyadi mendorong UKM dan para pegiat usaha di wilayah pedesaan memanfaatkan sosmed sebagai instrumen pemasaran produk-produk desa mereka. “ Kecepatan persebaran yang tinggi membuat UKM dan produk-produk desa bisa memangkas biaya dan waktu untuk memasarkan produk desanya ke wilayah yang sangat luas. Medsos juga sangat strategis memasarkan usaha desa seperti pariwisata berbasis wisata desa,” katanya.

Hariyadi menambahkan, pemanfaatan Sosmed terutama di kalangan UKM dan pengusaha kecil di desa-desa memungkinkan mereka mendapatkan banyak pengetahuan dari jaringan pertemanan yang mereka bangun.” Misalnya untuk mendapatkan bahan baku dan sebagainya. Jangan lupa juga mengikuti terus perkembangan infrmasi dari website-website yang menyediakan segala informasi mengenai pedesaan salahsatunya www.berdesa.com ini,” kata dia. Dengan begitu tidak hanya jaringan pemasaran yang bakal menjadi sangat luas tetapi pengetahuan pun bertambah dengan cepat dengan cara yang praktis dan murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*