Mengetahui Definisi dan Ciri-Ciri Desa Tradisional

0
5567
Mengetahui Definisi dan Ciri-Ciri Desa Tradisional

Apakah anda tahu apa itu desa tradisional? Mengapa sebuah desa disebut tradisional? Sebuah desa disebut tradisional tentu jika memiliki Ciri-Ciri Desa Tradisional yang ada. Mendengar kata tradisional mungkin membuat anda berpikir sesuatu yang kuno, tua, ketinggalan jaman dan sangat tidak kekinian. Hal ini benar, hanya saja terkadang sesuatu yang bersifat tradisional justru lebih baik jika dilestarikan.

Kata tradisional berasal dari kata tradisi atau kata latin “traditum” yang berarti diteruskan dari masa lalu ke masa sekarang. Jadi, desa tradisional adalah desa yang masyarakatnya masih melakukan adat yang telah dilakukan sejak lama oleh leluhurnya secara turun menurun. Adat masih terus dipertahankan dan dilakukan dengan tujuan agar desa tetap sejahtera seperti ketika ditinggali oleh para leluhurnya. Adapun Ciri-Ciri Desa Tradisional antara lain :

  1. Masyarakatnya merupakan suku terasing

Masyarakat yang menempati desa tradisional biasanya satu keluarga, satu kelompok, atau satu golongan. Mereka telah menetap disana dalam waktu yang cukup lama dan memilih untuk hidup terasing dengan kelompoknya untuk tetap menjaga keturunannya. Di indonesia, terdapat suku terasing seperti suku Anak Dalam di Jambi, suku Korowai di Papua, dan suku Polahi di Gorontalo.

  1. Kehidupan masyarakat bertumpu pada alam

Untuk bertahan hidup, masyarakatnya masih belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Mereka masih bergantung pada hasil alam untuk kebutuhan setiap harinya. Seperti kebutuhan bahan makanan, pengobatan, pembuatan rumah, pakaian, memasak, dan lainnya mereka masih menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di alam.

  1. Adat istiadat masih sangat dipegang teguh

Banyak tradisi sekarang yang mulai bertransisi sesuai dengan kehidupan sosial masyarakatnya. Tapi masyarakat di desa tradisional masih melakukan adat sesuai dengan yang dilakukan oleh para leluhur mereka sebelumnya. Mereka masih sangat menjaga kelestarian adat yang dimiliki. Adat di desa ini masih sangat mengikat kegiatan yang ada di masyarakat secara penuh. Mulai dari upacara adat kelahiran, interaksi antar personal, upacara keagamaan hingga kepengurusan kematian.

  1. Pekerjaan masyarakat bersifat homogen

Pekerjaan masyarakat desa tradisional tergantung pada letak geografis dan alamnya. Misalkan letak desa yang berada di pegunungan atau bukit, maka pekerjaan masyarakatnya hanya bercocok tanam atau berburu. Sedangkan desa yang dekat dengan laut, masyarakatnya akan bekerja sebagai pencari ikan. Ini karena mereka masih sangat bergantung dengan alam disekitarnya untuk bertahan hidup.

  1. Masyarakatnya menutup diri dari pengaruh daerah lain

Menurut keyakinan setempat, melaksanakan tradisi leluhur berarti menjaga keharmonisan di masyarakat. Karena itu, mereka cenderung tertutup dan curiga terhadap budaya asing yang tidak sesuai dengan adat yang biasa dilakukan. Mereka beranggapan bahwa budaya asing itu bisa merusak keharmonisan hubungan antar masyarakat sehingga mereka harus menolak pengaruh yang diberikan oleh daerah lain.

  1. Terletak di daerah terpencil dan terisolasi

Letak desa ini biasanya jauh dari kota dan terpencil di pedalaman yang jauh dari daerah lain, sehingga sulit untuk diakses dan mendapat pengaruh dari luar daerah. Masyarakatnya memang sengaja mengasingkan diri atau terisolasi dari daerah lain agar tetap bisa melestarikan budaya desanya tanpa terpengaruh oleh budaya asing.

Baca Juga  Menyusuri Keindahan Puri Mataram di Desa Tridadi

Itulah beberapa Ciri-Ciri Desa Tradisional yang bisa digambarkan. Tidak semua hal yang bersifat tradisional itu buruk, terkadang ada yang lebih baik jika dilestarikan. Seperti kegiatan tradisional berupa kesenian seperti tarian, lagu daerah, ataupun upacara-upacara adat lainnya. Tentu semua ini akan lebih baik jika dilestarikan sebagai budaya asli yang menambah keanekaragaman budaya di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here