Mengenal Desa Bengkala di Bali

0
931

Apabila anda sedang berwisata ke Bali, tak lengkap rasanya apabila tidak berkunjung ke Desa Bengkala, di desa ini anda akan menemukan komunitas warga yang tidak bisa berbicara alias bisu sehingga desa ini juga dikenal dengan nama desa bisu. Sebenarnya tidak semua warga Bengkala bisu, tercatat ada sekitar 42 warga yang mengalami kebisuan, dalam istilah setempat warga yang mengalami kebisuan ini disebut kolok.

Tidak ada catatan sejarah mengenai kenapa dan sejak kapan warga Bengkala ini mengalami kebisuan, berdasarkan dongeng setempat munculnya warga yang mengalami kebisuan ini (kolok) berawal dari dua kelompok warga yang berselisih karena berbeda keyakinan, satu kelompok warga diketahui menyembah salah satu dewa sedangkan kelompok warga yang lain menentang penyembahan dewa tersebut hingga terjadilah perselisihan yang pada akhirnya membuat warga yang menentang memutuskan untuk berpisah dengan kelompok warga yang menyembah dewa tersebut dan pergi dengan membawa serta emas.

Kelompok warga yang menyembah dewa ini mengetahui rencana kepergian kelompok warga ini dan berusaha untuk menyelesaikan masalah, namun kelompok warga yang menentang ini tidak menghiraukan sahutan dan panggilan dari kelompok warga yang satunya lagi sehingga membuat kelompok warga yang menyembah dewa tersebut marah dan mengutuk kelompok warga satunya lagi supaya tidak bisa mendengar dan berbicara.

Baca Juga  Eksotisme Ber-Swafoto di Negeri Atas Awan Mangunan

Konon yang warga bisu yang menghuni Desa Bengkala itu merupakan keturunan dari kelompok warga yang dikutuk tersebut. Ada pula penelitian yang menyatakan bahwa faktor kebisuan ini disebabkan karean faktor genetis, namun meskipun begitu walau ada anak-anak yang juga bisu dari kedua orang tuan yang bisu, tetapi ada juga anak-anak yang dilahirkan normal dari kedua orang tua yang bisu. Karena keunikannya ini Desa Bengkala cukup terkenal di luar Bali karena banyak pengunjung yang ingin mengenal adat istiadat dan budaya di desa ini khususnya yang berkaitan dengan warga kolok.

Di Desa ini juga dibangun sekolah luar biasa sebagai sarana pendidikan untuk warga kolok agar bisa berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa isyarat. Disini juga pengunjung dapat belajar untuk berkomunikasi dengan warga kolok dengan mempelajari Bahasa isyarat mereka. Selain itu pula, Desa Bengkala ini terkenal dengan keseniannya yang sudah dikenal luas hingga mancanegara, yaitu Tarian Jengar Kolok.

Tarian ini memiliki gerakan Tarian Jengar umum namun yang membedakannya adalah semua penarinya merupakan warga kolok yang menari dengan diringi dengan alat music kendang sebagai pengatur iramanya, Tarian Jengar Kolok ini kerapkali dipertontonkan kepada wisatawan yang berkunjung kesana.

Baca Juga  Hari Nyepi Yang Berbeda di Desa Adat Tenganan

Bahasa isyarat kolok yang diajarkan sejak turun temurun ini memiliki gerakam yang lebih simple dibandingkan dengan bahsa isyarat yang diakui secara internasional, sebagai contoh untuk penyebutan makan lapar dalam bahasa isyarat solok direpresentasikan dengan gerakan tangan ke perut sedangkan apabila ingin menyebut waran hitam maka tinggal menyentuh rambut.

Bahasa Kolok ini memang sederhana namun kekurangan dari bahasa ini kurang dipahami oleh komunitas tunarungu dari luar desa Bengkala, sehingga warga kolok dari desa Bengkala seringkali tidak dapat berkomunikasi dengan warga dari luar Bengkala. Oleh karena ini kini di beberapa sekolah dasar di Bengkala sudah diajarkan bahasa isyarat khas kolok sehingga diharapkan makin banyak warga yang mengerti dan bisa berkomunikasi dengan warga kolok. Desa Bengkala ini terletak di Kecamatan Kubutambahan dan dapat ditempuh dengan waktu 30 menit dengan kendaraan dari Kuta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here