Mengembangkan Usaha Jamur Tiram: Bisnis Log Jamur Sampai kuliner

Mengembangkan Usaha Jamur Tiram: Bisnis Log Jamur Sampai kuliner

BERDESA.COM – Kehadiran alat komunikasi yang semakin canggih membuat siapa saja mudah mengembangkan usaha baru. Berkat internet, media sosial dan smartphone kini semua orang tidak perlu kawatir menjalankan usaha dengan skala kecil sekalipun. Budidaya jamur tiram misalnya, meski berskala modal kecil tetapi usaha ini memiliki banyak pilihan untuk dikembangkan. Apa saja?

Usaha Pembuatan Log Jamur Tiram

Pertama, jika Anda memilih mengembangkan usaha baru budidaya pembuat media tanam jamur tiram maka Anda punya dua pilihan utama yakni menjual log-log media tumbuh jamur itu ketika sudah siap tumbuh atau menumbuhkan jamur tiram sekalian. Pilihan pertama akan memberi keuntungan hampir seratus persen modal karena satu log media tumbuh jamur membutuhkan Rp.1000 dan jika Anda menjualnya, Anda mendapatkan paling tidak Rp. 2000,-.

Tetapi sebagian besar pembuat log jamur tiram akan memilih menumbuhkannya karena begitu tumbuh bakal menghasilkan keuntungan berlipat. Hitungan sederhananya, jika satu log jamur membutuhkan biaya Rp. 1000 untuk membuatnya, biaya itu bakal tertutup oleh panen petikan pertama saja begitu jamur tumbuh. Padahal, media tumbuh ini bisa menghasilkan tubuhnya jamur warna putih ini hingga 6-8 kali. Berarti dari modal Rp. 1000 itu Anda akan memperoleh Rp.8 ribu dalam beberapa minggu. Kalau jumlah log Anda mencapai ribuan, bukankah keuntungannya bakal berlipat-lipat.

Hebatnya budidaya jamur tiram adalah, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini tidaklah terlalu besar. Peralatan dan bahan yang dipakai untuk sekali proses dengan satu drum tak bakal lebig dari Rp. 500 ribu. Jika dihitung lagi, biaya bahan pembuatn media tumbuh jamur itu tak lebih dari Rp 150 ribu sekali masak bahan. Jadi, Anda akan memperoleh hingga 8 kali biaya yang Anda keluarkan dalam kurun beberapa minggu selama jamur itu tumbuh. Faktanya, log ini bisa menumbuhkan jamur hingga 10-15 kali. Luar biasa bukan?

Pembudidaya jamur tiram di Desa Kesugihan, Cilacap, Ibas Andika mengatakan, dia hanya mengawali usaha jamur tiramnya hanya dengan uang beberapa ratus ribu. “ Tak sampai Rp. 500 ribu. Setiap minggu saya membuat media tumbuh jamur hingga dua bulan. Bulan kedua sudah mulai panen. Sekarang saya menggunakan tiga drum sekaligus untuk sekali memasak media tanam itu,” katanya.

Dengan beberapa ribu log jamur Ibas menghasilkan 30 – 40 Kg jamur setiap hari. Dengan harga berkisar Rp. 9 – 10 ribu per kilo, Ibas sudah mengantungi hampir rata-rata Rp. 350 ribuan perhari. “ Dari angka itu separuhnya sudah hasil bersih,” katanya. Itulah yang membuat pemuda 25 tahun ini meninggalkan pekerjaannya di bidang konstruksi dan memilih tnggal di rumah mengembangkan jamur.

Pembudidaya jamur dari Lumbir, Banyumas, punya cerita yang hampir sama. Memiliki dua kumbung (rumah jamur), Ridlo meghasilkan rata-rata 50 kilogram jamur segar setiap pagi. Ridlo bahkan tidak perlu mengangkut jamurnya ke pasar karena pembeli sudah memesan dan datang sendiri kumbungnya. Mempekerjakan tiga orang tetangga, bapak dua anak ini memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan nasional dan hidup sejahtera di kampungnya.

Usaha Kuliner Jamur Tiram

Dua petani jamur di atas hanya fokus mengembangkan usaha baru pada bidang pembuatan media tumbuh jamur dan menjual jamurnya secara segar. Anda bakal mendapat keuntungan lebih besar jika mengolah jamur segar itu menjadi produk turunan seperti jamur krispi misalnya. Dikemas dalam plastik bening yang dikemas rapi, jamur krispi nan renyah adalah salahsatu cemilan yang banyak digemari. Anda bisa menemukan makanan sepert ini di toko-toko oleh-oleh. Begitu banyak penggemar jmur kripsi sehingga makanan ini juga dijual oleh pedagang menggunakan gerobak di pasar dan pusat-pusat jajanan.

Belum lagi jamur tiram jika diolah menjadi masakan tertentu. Jika Anda ke Yogyakarta, silakan datang ke Rumah Makan Jejamuran di Pandowoharjo, Sleman. Di sana jamur tiram dan beberapa jenis jamur disulap menjadi aneka menu makanan yang bakal mengagetkan lidah siapa saja. Di resto ini ada sate jamur, sup jamur, oseng, bakso hingga tongseng jamur. Tinggal pilih, bagia mana yang akan Anda ambil jika mengembangkan usaha baru budidaya jamur tiram. Boleh juga mengambil beberapa peluang ini sekaligus. (aryadjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*