Mengatasi Urbanisasi Melalui BUM Desa

Mengatasi Urbanisasi Melalui BUM Desa

Data Price Waterhouse Cooper pada 2014 menyatakan tingkat populasi urbanisasi Indonesia sebesar 51,4 persen atau tertinggi kedua setelah Malaysia dengan angka sebesar 73,4 persen. Sedangkan negara anggota ASEAN lainnya, seperti Vietnam hanya 31,7 persen, Thailand 34,5 persen, dan Filipina 49,1 persen.

Bahwa urbanisasi telah menimbulkan dampak negatif bagi kota maupun desa tidak bisa dipungkiri. Dampak negatif urbanisasi bagi kota, antara lain meningkatnya jumlah penduduk di kota. Maka dari itu, sudah sepantasnya mencoba menekan dampak negatif urbanisasi. Peningkatan jumlah penduduk di daerah perkotaan justru akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks. Berapa banyak nantinya ongkos yang dihabiskan untuk mengatasi pencemaran lingkungan, kemacetan lalu lintas, polusi udara, misalnya?

Maka dari itu, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) diharapkan mampu menjadi solusi permasalahan urbanisasi. Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pasal 1 angka 6 menjelaskan BUM Desa adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Memang, mengurangi urbanisasi melalui BUM Desa tidak lantas mudah dijalankan. Tapi sangat mungkin dijalankan. Ada prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu BUM Desa harus melibatkan partisipasi masyarakat desa. Semakin banyak penduduk desa yang terlibat, maka jumlah tenaga kerja yang terserap makin banyak. Dengan kata lain, makin banyak penduduk desa yang terlibat BUM Desa, maka makin sedikit jumlah penduduk desa yang bekerja ke luar daerah.

Selanjutnya, mengenali potensi dan kebutuhan di desa yang memiliki keunggulan dan peluang pasar, mutlak dilakukan untuk menemukan ide bisnis. Sebab, menjalankan usaha tak berdasarkan potensi atau kebutuhan desa setempat hanya akan mengalami kerugian.

Lalu, hal yang harus dilakukan adalah memastikan ide tersebut layak dilakukan. Kelayakan ide bisnis itu dapat ditinjau dari pelbagai aspek, yaitu pasar, sumber daya manusia (SDM), teknologi, keuangan, sosial, budaya dan hukum. Misalnya, dari aspek SDM telah tersedia SDM yang mampu mengelola ide bisnis tersebut.

Terakhir, penyusunan rencana bisnis mutlak dilakukan. Rencana bisnis tersebut memuat seluk-beluk usaha BUM Desa, analisis persaingan, pasar dan rencana pemasaran, rencana operasional, rencana pengelolaan sumber daya manusia dan perkiraan keuangan yang ingin dicapai di masa mendatang. Dengan demikian, BUM Desa dapat berjalan optimal sehingga mampu mengurangi urbanisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*