Menelisik Jejak Kebudayaan Di Pura Mangkunegaran

0
2123
Menelisik Jejak Kebudayaan Di Pura Mangkunegaran

Pernahkah Anda mendengar Pura Mangkunegaran? Istana megah yang berdiri di Kota Solo ini menjadi salah satu ikon kota yang bisa menjadi rekomendasi wisata Anda. Di pura ini Anda bisa merasakan menjadi tamu sehari kerajaan dan menikmati hidangan khas keraton. Tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, bukan?

Menjelajahi Ragam Kebudayaan Di Pura Mangkunegaran

Kata pura berasal dari bahasa jawa yang memiliki arti kerajaan atau istana. Dinamakan dengan Pura Mangkunegaran karena bangunan ini adalah istana Kadipaten Praja Mangkunegaran dan kediaman para penguasanya. Pura ini dibangun pada tahun 1757 dari hasil perjanjian Giyanti antara Raden Mas Said dengan belanda.

Selama berkunjung di pura ini Anda akan ditemani oleh seorang tour guide. Saat pertama kali memasuki area pura Anda akan disambut dengan Pamedan yang merupakan tempat pelatihan prajurit serta bangunan bergaya eropa bertuliskan Kavalerie-Artillerie yang merupakan tempat pasukan berkuda.

Berdesa Tour

Setelah memasuki pintu gerbang, Anda langsung akan melihat arsitektur bangunan pendopo besar bergaya jawa-eropa. Bangunan ini di dominasi warna Pari Anom kuning dan hijau yang merupakan warna khas keluarga kerajaan. Langit-langit pendopo dihiasi dengan astrologi Hindu-Jawa yang digantungi lampu-lampu antik.

Baca Juga  Dieng Sebuah Wisata Berjuta Pesona | Candi Pandawa

Di dalam pura juga terdapat sebuah taman yang menjadi cagar alam. Taman ini ditumbuhi pohon-pohon berbunga dan semak-semak hias. Terdapat juga beberapa sangkar burung dan patung-patung klasik bergaya eropa serta air mancur yang membuat suasana di taman ini terasa alami.

Didalam pura Anda juga bisa melihat ruang bersudut delapan atau bangunan yang disebut Beranda Dalem. Bangunan ini dulunya dijadikan tempat untuk menjamu tamu kerajaan. Didalamnya dihiasi lilin dan perabotan bergaya eropa serta kaca berbingkai emas yang terpasang di sepanjang dinding bangunan.

Dan jika Anda menyusuri lebih dalam ke pura, Anda akan melihat mewahnya ruang makan dengan jendela kaca yang memberikan pemandangan alam. Ada juga kamar mandi kerajaan yang indah, ruang untuk ganti hingga ruang rias yang biasa digunakan para putri pangeran adipati.

Saat akan memasuki ruang Pringgitan, Anda akan disuguhi dengan foto-foto anggota keluarga kerajaan terlebih dulu di bagian luar ruangan. Dan setelah memasukinya Anda bisa melihat barang-barang antik peninggalan milik keraton seperti pakaian para penari Bedoyo Ketawang.

Baca Juga  Oleh-Oleh Khas Solo, Roti Priyayi Khas Solo Yang Melegenda

Tidak hanya itu, di dalam ruang Pringgitan juga ada beragam uang logam kuno, perhiasan antik dan senjata yang merupakan hadiah dari berbagai negara. Ada juga aneka keris, peralatan makan dan minum yang terbuat dari perak atau kristal serta pernak-pernik yang dibuat dari perak hingga emas.

Di lantai dua pura atau tepat diatas kantor Dinas Urusan Istana terdapat sebuah perpustakaan atau Rekso Pustoko. Perpustakaan ini dibangun oleh Mangkunegaran IV pada tahun 1867. Di dalamnya Anda dapat melihat buku dengan berbagai bahasa khususnya bahasa jawa dan koleksi foto sejarah serta data milik keraton.

Kebudayaan Yang Disuguhkan Di Pura Mangkunegaran

Saat menjelajahi pura Anda bisa melihat pertunjukan tari dan wayang yang biasa diiringi dengan alunan gamelan Kyai Kanyut Mesem di pendopo pura. Sebenarnya ada beberapa jenis gamelan lain yang dimiliki seperti gamelan Kyai Seton dan gamelan Lipur Sari. Akan tetapi, gamelan ini hanya dimainkan dalam upacara tertentu saja.

Yang menjadi favorit para pengunjung saat datang ke pura adalah Mangkunegaran Royal Dinner. Rasanya sangat sayang jika sudah datang berkunjung tapi tidak merasakan dinner di istana ini. Dinner ala kerajaan ini sudah terkenal dan menjadi daya tarik tersendiri terutama untuk turis asing.

Baca Juga  Bertualang di Sejuknya Hutan Pinus Dlingo

Dengan membeli tiket paket wisata ini, Anda bisa menikmati rasanya menjadi tamu kerajaan yang disuguhi dengan berbagai hidangan khas dari keraton seperti garang asem bumbung, sambel goreng bledak, lodoh pindang, pecel pitik, dan puding tape sebagai hidangan penutup.

Dalam paket ini Anda juga akan disuguhi dengan tarian klasik keraton, berfoto dengan raja Mangkunegaran serta mendapat souvenir. Tapi paket wisata ini tidak diadakan setiap hari karena diadakan sesuai dengan permintaan dari pengunjung. Jika ingin mengikutinya Anda bisa konfirmasi terlebih dulu dengan pengelola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here