Menambah Penghasilan dengan Direct Selling

Menambah Penghasilan dengan Direct Selling

Untuk bisa menghasilkan uang, banyak hal yang dapat dilakukan seseorang. Mulai dari bekerja dengan orang lain sampai dengan membuka usaha sendiri. Melakukan usaha sendiripun banyak jenisnya. Ada yang menjual jasa dan ada pula yang menjual barang. Berbicara mengenai menjual barang, dewasa ini ada suatu jenis usaha yang dikenal dengan istilah “direct selling”. Ternyata jenis usaha ini dapat menjadi penghasilan utama bagi seseorang dan dapat pula dilakukan oleh warga desa sekalipun. Berikut cerita Sinta.

Awalnya Sinta ikut temannya dalam acara gathering yang diadakan sebuah produk peralatan rumah tangga. Dari situlah, Sinta kemudian mulai bergabung menjadi anggota. Sinta memulai usaha jualannya dengan menawarkan ke keluarga dekatnya. Ternyata respon anggota keluarganya positif sehingga ia lebih bersemangat untuk meneruskannya. Kemudian Sinta melanjutkan dengan memasukkan proposal penawaran ke perusahaan-perusahaan atau kantor. “Pertama kali saya melakukan demo di perusahaan kerajinan. Dan saya berhasil mencapai penjualan sebesar Rp. 2.000.000. Angka penjualan yang cukup besar hanya dalam waktu satu-dua jam,” tuturnya. Sinta tak menyangka sebelumnya ia bisa meraup omset penjualan sebesar itu.

Keberhasilan itu memacu Sinta untuk lebih giat melakukan usahanya. Dia kemudian aktif mengajukan proposal untuk mengadakan demo di perusahaan-perusahaan atau koperasi-koperasi. Setiap peluang dan informasi dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu, Sinta juga sering mengikuti bazar atau pameran. Dari penjualan produk tersebut, Sinta mendapatkan poin dan bonus. “Saya senang bisa melakukan kegiatan ini, karena selain bisa menambah penghasilan, wawasan saya juga bisa bertambah luas karena banyak bertemu orang,” ungkapnya.

Namun demikian, tidak ada pekerjaan yang terus mudah. Apa yang dilakukannya tidak selalu semudah air mengalir. Banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi. Ditolak dan diremehkan merupakan resiko yang kerap dia alami. Tidak hanya ditolak saja, ia juga pernah dituduh yang tidak benar. “Pernah ada yang bilang produk yang saya bawa adalah produk tiruan,” ujar wanita berusia 30 tahun ini. Meski sakit hati dituduh seperti itu, namun Sinta tetap tegar menghadapi orang-orang yang tidak bersimpati pada dirinya.

Ia kemudian berusaha mencari cara untuk menyikapi orang-orang seperti itu. “Lama-lama aku selalu berusaha menjelaskan terlebih dulu kepada para calon pembeli kelebihan-kelebihan dari produk yang kujual, jadi aku harus belajar menguasai detil informasi seputar produkku,” jelasnya. Ini adalah salah satu cara yang dilakukan Sinta dan membuatnya lebih tegar. Memang pernah juga Sinta mengalami down ketika menghadapi respon yang kurang enak dari pelanggan. Namun, dia tetap berusaha mengembalikan kepercayaan dirinya. “Saya lihat teman-teman tetap bisa terus, jadi saya juga termotivasi oleh mereka,” jelasnya.

Tak ada kendala yang tak bisa diatasi jika kita mau berusaha dan gigih berjuang. Itulah prinsip yang diyakini Sinta dalam menjalankan usahanya sebagai direct seller. Peluang bisnis adalah milik semua orang, tak terkecuali warga desa, selama orang tersebut mau berusaha meraih dan gigih mengerjakannya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*