Memilih dan Merekerut Calon Karyawan untuk BUMDesa

Memilih dan merekrut calon karyawan BUMDesa

Memilih dan merekerut calon karyawan untuk BUMDesa memang susah-susah gampang. Jika kriterianya sedikit dan kualifikasinya rendah, akan mudah mendapatkannya. Lain hal jika kriteria yang diinginkan memiliki kualifikasi tinggi, tentu tidak semudah seperti mencari karyawan biasa. Masing-masing perusahaan punya kriterianya sendiri untuk merekrut calon karyawan. Namun ada beberapa hal dasar untuk memilih calon karyawan yang bisa ditempatkan di mana saja. Apa saja kriteria tersebut?

Berikut beberapa dasar memilih calon karyawan yang baik.

  1. Capability

Yaitu kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaannya. Biasanya berkaitan dengan kemampuan nalar, kecerdasan, dan sistematika berpikir. Seseorang bisa disebut capable, atau memiliki kemampuan jika memiliki tingkat kecerdasan yang dibutuhkan. Capability juga harus disertai dengan skill atau keahlian dalam melakukan pekerjaan di bidangnya. Tanpa kemampuan dasar ini, calon karyawan tidak akan mampu melaksanakan pekerjaannya.

Untuk menilai apakah seorang calon karyawan mempunyai kemampuan adalah dengan dilakukan serangkaian tes dan wawancara. Jangan hanya mengandalkan kertas-kertas seperti ijasah, piagam, sertifikat dan lain-lainnya. Meski kertas-kertas tersebut dijamin kebenarannya, belum tentu relevan dengan kemampuan yang dimilikinya.

  1. Capacity

Yaitu kapasitas maksimum atau potensi kemampuan seseorang yang ditunjukkan dengan keahlian memecahkan masalah (problem solving), mengerjakan beban kerja yang mungkin berat, mengatasi stres akibat pekerjaan, membuat prioritas dan sebagainya. Kapasitas ini bisa digunakan sebagai rujukan, apakah calon karyawan itu memungkinkan untuk ditingkatkan atau tidak.

Menilai kapasitas seseorang dapat dilakukan dengan memberikannya beban kerja yang tinggi dan deadline. Seseorang dengan kapasitas yang tinggi biasanya mampu mengatur dan mengatasi stress terutama mengatur waktu dan tekanan pekerjaan yang sangat mepet.

  1. Creativity

Kreatifitas ditunjukkan dalam kemampuan memecahkan masalah di luar kelaziman sehingga menjadi lebih efektif, efisien, cepat dan menguntungkan. Mereka yang memiliki kreatifitas tinggi biasanya bisa berpikir out of the box atau di luar dugaan orang banyak. Bisa menemukan perspektif baru dalam menyelesaikan masalah sehingga pekerjaan dapat menjadi lebih efektif, mudah dan efisien.

  1. Character

Yaitu watak dasar manusia yang ditunjukkan dalam perilakunya sehari-hari. Sikap, sopan-santun, tata krama, kemampuan mengendalikan emosi dan bagaimana respon orang tersebut terhadap suatu kejadian. Dari karakter seseorang dapat dilihat dan ditentukan apakah orang tersebut cocok untuk melakukan pekerjaan yang kita butuhkan, dengan cara membandingkan karakter calon karyawan tersebut dengan job profile.

  1. Credibility

Yaitu kejujuran dan integritas calon karyawan. Calon kredibel adalah yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan untuk memikul tanggung jawab dengan baik dan benar. Tanpa kredibilitas, perusahaan tentu tidak dapat memercayainya. Meski tidak banyak, tapi kredibilitas juga bisa dipengaruhi dari track record perilaku calon karyawan di masa lalu.

  1. Commitment

Yaitu kesungguhan dalam menyelesaikan tugas, walaupun dalam kondisi yang sulit dan tidak menguntungkan. Rasa tanggung jawab ini jauh lebih bernilai daripada skill, kapasitas, passion dan sebagainya. Jika seseorang mempunyai kapasitas dan gairah, namun tanpa disertai komitmen, maka ia hanya akan melakukan pekerjaan yang disukainya. Jika ia menghadapi situasi yang tidak menguntungkan atau melakukan pekerjaan yang tidak disukainya, atau bahkan bosan, ia akan pergi meninggalkan perusahaan. Itulah sebabnya komitmen biasanya terlihat saat perusahaan dalam kondisi sulit atau menghadapi masalah.

  1. Compatibility

Kompatibilitas biasanya ditunjukkan dengan kepatuhan, kecocokan dengan budaya perusahaan, dapat bekerja sama dengan tim dan dapat bergaul dengan orang atau lingkungan sekitarnya. Budaya inti menjadi penting disini sebab itu menjadi panduan apakah orang tersebut masih cocok bekerja dengan kita atau tidak. Misalnya perusahaan kita melarang segala pemberian tips dan pemberian, maka mereka yang memandang tips adalah rejeki akan bermasalah dan merasa tidak nyaman bekerja dengan kita.

Demikian beberapa kriteria dasar dalam merekrut calon karyawan yang bisa anda terapkan dalam menentukan baik-tidaknya seorang calon karyawan bekerja dengan anda. Sekali lagi, sebaiknya jangan hanya mengandalkan ijasah, piagam dan kertas-kertas lainnya. Karena kebanyakan selain tidak relevan dengan kemampuan banyak juga pemalsuan yang dilakukan.

Baca juga : Dari Desa Membangun Indonesia

BUMDesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*