Membangun Wilayah Desa Yang Lebih Baik Dengan Informasi Spasial Desa

Membangun Wilayah Desa Yang Lebih Baik Dengan Informasi Spasial Desa

foto: ukurtanah.com

Oleh: Arifin Totok

Informasi spasial desa sangat dibutuhkan oleh semua pemerintahan yang berbasis di desa dalam merencanakan pembangunan dalam program jangka pendek maupun jangka panjang. Namun demikian, belum sepenuhnya pemerintahan desa memahami akan apa itu informasi spasial atau keruangan desa beserta seluk beluk dan pernak-perniknya. Oleh karena itu, tidak sedikit mereka yang berkecimpung dalam pemerintahan desa masih mengandalkan informasi yang sifatnya sederhana, yaitu dari mulut ke mulut ditambah dengan perencanaan yang seadanya untuk pembangunan wilayah tempat desanya tersebut. Sementara itu, beberapa wilayah desa yang sudah memanfaatkan informasi spasial dalam rangka pembangunan desanya, mereka lebih percaya diri dalam merencanakan hal-hal apa saja program yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Tujuan utamanya hanya satu, yaitu menciptakan kesejahteraan masyarakat desa yang lebih baik dari sebelumnya. Hal itu dikarenakan informasi spasial desa dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat tanpa terkecuali.

Apalagi dengan program pemerintah yag diberi nama Dana Desa. Sudah seharusnya tiap-tiap desa yang akan menerima bantuan dana dari pemerintah pusat tersebut harus lebih mengenal dan memahami secara lebih mendetail karakteristik wilayahnya masing-masing. Mulai dari unsur fisik, sosial, dan potensinya. Dengan begitu, wilayah desa dapat dibangun lebih bersifat komprehensif atau menyeluruh yang kaitannya dengan perencanaan pembangunan program desa dengan memanfaatkan dana desa. Nah, dengan mengetahui dan memahami informasi spasial desa, tidak menutup kemungkinan pembangunan desa yang jauh lebih baik dari sebelumnya dapat berjalan dengan lancar.

Lalu, apa itu informasi spasial desa?

Anda yang belum memahami tentang informasi spasial desa harus mengetahui terlebih dulu mengenai apa itu informasi spasial. Dapat diinformasikan sedikit di sini bahwa informasi spasial atau keruangan merupakan beberapa hal mengenai bentuk fisik maupun non fisik di permukaan tanah yang nantinya diolah sedemikian rupa hingga menjadi informasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama mereka yang mengaplikasikannya. Bentuk fisik suatu wilayah semisal desa dapat dikategorikan menjadi titik (point), garis (line), dan bidang (coverage). Sementara itu, bentuk non fisik dari suatu wilayah dapat dibedakan lagi menjadi data kualitatif dan kuantitatif. Semua data tersebut harus ditemukan, dikumpulkan, dan diolah yang dapat disebut dengan sistem informasi spasial.
Berbicara mengenai informasi spasial desa, tidak akan lepas dengan teknologi sebagai pengantarnya. Sementara itu, teknologi ini sangat erat kaitannya dengan sistem komputerisasi yang akan digunakan atau diaplikasikan. Oleh karena itu, informasi keruangan pada desa, baik dalam proses pengumpulannya, pengolahannya, hingga menunggu hasilnya memang diaplikasikan dengan sistem komputerisasi. Dengan kata lain, semua pekerjaan yang berkaitan dengan data spasial desa memang harus dikerjakan dengan seperangkat komputer atau personal computer (PC), laptop, notebook, ataupun jenis gadget yang lainnya. selanjutnya, informasi spasial yang berhasil dikumpulkan akan diorganisasi hingga dianalisis sesuai tujuan masing-masing.

Bagaimana proses mengaplikasikan informasi spasial desa?

Begitu juga pada informasi spasial desa, semua informasi mengenai penduduk, kondisi fisik, sosial ekonomi, dan lain sebagainya dikumpulkan. Setelah itu, semua data yang terkumpul akan dipilah-pilah sesuai peruntukannya. Misalnya, dari sebuah data kuantitatif atau kualitatif secara global dari sebuah desa, akan dpilah-pilah sesuai bidang masing-masing. Selanjutnya, dengan menggunakan software atau perangkat keras komputer tertentu, seperti ArcView, Arc GIS, Map Info, dan sebagainya. Semua data yang sudah terpilahkan akan masuk ke tahap input atau pemasukkan data. Dalam arti, semua data yang dibutuhkan dimasukkan ke dalam salah satu software untuk diolah sedemikian rupa. Dibutuhkan ketelitian agar dalam proses input data ini hasilnya dapat dioptimalkan.

Tahap selanjutnya, yaitu proses analisis yang memang membutuhkan skill atau keahlian khusus. Mereka yang sudah berpengalaman di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) biasanya sudah memiliki bekal yang cukup untuk mengaplikasikan informasi data spasial ke dalam sebuah software SIG. Proses analisis yang dimaksud mencangkup dan bisa menjawab beberapa pertanyaan dari 5W + 1H, yaitu what, where, why, who, when, dan how. Itulah pertanyaan inti terkait dari analisis data spasial yang digunakan dalam rangka proses pembangunan desa. Semua pertanyaan dapat terjawab dengan tuntas saat analisis yang dilakukan disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang ditentukan.

Tahap terakhir dalam pengaplikasian informasi spasial desa dengan teknologi SIG, yaitu output atau hasil pengeluarannya. Dalam output, dapat dibedakan dalam dua model, yaitu output dari bentuk hasil analisis dan output hasil dari analisis itu sendiri. Output bentuk bisa dibedakan menjadi dua, yaitu dalam bentuk digital yang tersimpan dalam harddisk komputer dan dalam bentuk print out di lembaran kertas atau media lainnya. Perlu Anda ketahui bahwa semua bentuk dari SIG hasil akhirnya adalah peta. Oleh karena itu, Anda yang ingin mengetahui hasil analisis informasi spasial desa tidak ada salahnya untuk belajar membaca atau menginterpretasi peta secara umum. Dengan begitu, Anda pun juga mampu memahami sedikit demi sedikit hasil analisis akhir dari informasi data keruangan wilayah desa. Sementara itu, hasil analisis SIG itu sendiri juga dapat ‘diterjemahkan’ dalam sebuah paragraf yang nantinya dibaca banyak orang. Model hasil analisis semacam itu akan lebih mudah dipahami oleh setiap orang, terutama mereka yang belum bisa membaca apalagi menginterpretasi sebuah peta analisis.

Data keruangan yang vital untuk pembangunan wilayah desa

Data spasial sangat penting untuk dimiliki oleh semua desa yang ada di Indonesia. Pasalnya, data spasial tersebut dapat dipakai untuk menentukan arah kebijakan dari program-program yang akan direncanakan dan direalisasikan oleh pemerintah desa bersama dengan seluruh elemen masyarakatnya. Kebijakan yang mungkin terkait dari pendistribusian dana desa yang akan mulai didicairkan pada tahun ini. Oleh karena itu, dana desa sangat dinantikan oleh semua pemerintahan desa karena dapat menjadi dana operasional dalam menggalakkan program maupun kebijakan dalam rangka pembangunan. Dana desa bisa memperlancar semua aktivitas pembangunan desa dengan tujuan akhir, yaitu lebih menyejahterakan masyarakat pedesaan. Cita-cita itulah yang seharusnya menjadi penyemangat agar dana desa yang khusus diperuntukkan masyarakat pedesaan menjadi lebih bermanfaat. Jangan sampai ada tangan-tangan kotor memanfaatkan dana desa untuk kepentingan pribadi ataupun kelompoknya saja. Oleh karena itu, seluruh elemen terutama dari masyarakat desa harus dilibatkan dalam monitoring atau pengawasannya.

Hanya dari berbekal informasi spasial desa, semua pemerintahan desa di seluruh Indonesia dapat berperan aktif dalam membangun wilayahnya masing-masing agar lebih baik dari sebelumnya. Untuk mendapatkan data spasial seperti yang diinginkan sudah sedikit diterangkan pada uraian di atas. Semua itu dapat mulai berjalan jika didukung oleh pemerintah pusat yang dalam hal ini sebagai pengambil kebijakan pusat. Pemerintah harus senantiasa membantu dan mendorong agar masyarakat desa secara umum bisa lebih berperan aktif dalam membangun wilayahnya sendiri. Jika tidak dimulai dari masyarakat desa, lalu bagaimana mewujudkan kesejahteraan yang sudah lama diimpikan seperti itu. Training atau pelatihan sangat penting dalam mengaplikasikan SIG untuk memperoleh, menganalisis, hingga menjadi informasi spasial desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*