Membangun Peran BUMDesa Sebagai Pengentas Ketidakberdayaan Ekonomi Warga

0
635

BERDESA.COM – Kenapa desa harus mendirikan BUMDesa, apayang menyebabkan peran BUMDesa menjadi begitu penting. Bukankah sebagian desa juga sudah memiliki visi mendatangkan income selama ini. Apakah desa tidak bisa mendapatkan income besar tanpa BUMDesa?

Sesungguhnya, BUMDesa bukanlah konsep baru dalam wacana ekonomi desa. Banyak desa, jauh hari sebelum BUMDesa berkumandang sebagai program pemerintah untuk mensejahterakan warga desa, banyak desa yang bahkan sudah membangun unit-unit usaha yang hasilnya besar dan berkontribusi pada pendapatan desa.

Misalnya, desa membangun rumah dan toko (Ruko) disewakan di atas tanah kas desa yang hasilnya dimasukkan ke kas desa. Ada pula desa yang menyewakan tanah kas desanya pada pihak ketiga seperti untuk gudang produk perusahaan itu dan sebagainya. Beberapa desa yang memiliki obyek wisata terkenal bahkan sudah mendapatkan income besar dari obyek wisata itu tanpa perlu dijalankan BUMDesa.

Jadi, peran BUMDesa sebenarnya bukan identik sebagai lembaga penghasil uang semata. Melainkan harus pula menciptakan ruang partisipasi publik warga desa untuk bisa mendapatkan akses peningkatan kesejahteraan ekonomi. Soalnya, banyak desa memiliki aset penghasil uang besar dan sudah pula menyumbangkan income besar pada desa. Tetapi masalahnya, obyek ekonomi itu, karena orientasinya yang hanya melulu profit, tidak membuka ruang bagi partisipasi warga desa untuk bisa mengais rejeki di sana.

Baca Juga  Langkah Awal Merintis Desa Wisata

Kasus desa berpenghasilan besar namun tidak dikelola BUMDesa adalah, seringkali unit usaha misalnya pengelolaan tempat wisata dikuasai oleh beberapa nama tokoh desa dan para penguasa obyek usaha itu hanya memikirkan satu hal yakni yang penting memberi setoran kas ke desa dalam jumlah yang besar. Mereka seringkali abai terhadap peran warga masyarakatnya dan tidak memberi ruang bagi warga yang membutuhkan pemberdayaan ekonomi secara langsung.

Akibatnya, unit usaha itu hanya dikelola beberapa orang dengan pendapatan besar karena tidak perlu memunculkan transparansi data soal perolehan laba. Setoran ke kas desa memang besar tetapi menutup akses partisipasi warga dalam kegiatan ekonomi itu sama saja hanya memikirkan keuntungan para elit desa saja. Praktik seperti ini sudah banyak terjadi dan hasilnya, meski berpenghasilan besar dari income tetapi tetap saja warga miskin tak tertolong.

Inilah pentingnya peran BUMDesa. BUMDesa adalah lembaga yang pengelolaannya bisa dilakukan desa secara otonom oleh desa dengan bermodal dana dari pemerintah dan dikuatkan dengan kekuatan UU dan peraturan daerah dan harus berjalan di atas prinsip keadilan yakni mengedepankan pemberdayaan ekonomi warga desa yang menjadi pemilik sah kedaulatan desa.

Baca Juga  Wajah Ekonomi Desa Di Era 90an

BUMDesa hadir sebagai lembaga yang bisa menjamin aset dan potensi desa bakal bisa dimanfaatkan dengan hasil yang bisa dinikmati seluruh warga desa. BUMDesa harus memprioritaskan perannya untuk mengentaskan situasi warga yang masih belum terberdaya secara ekonomi yakni: Pertama, warga desa yang hidup di sektor pertania informal yang belum mampu mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Kedua, warga yang penghasilannya tergolong sangat rendah sehingga tak mampu menyisihkan pendapatan untuk pengembangan usaha. Ketiga, warga yang belum mampu mencukupi kebutuhannya sendiri dan hanya bekerja pada pemilik modal dengan pendapatan yang tak mencukupi.

Keempat, kelompok warga desa yang selama ini jatuh ke tangan pemilik modal dan terus diperas oleh pemilik modal dengan rupa-rupa kasus seperti harga produk yang terlalu murah sehingga tidak memberikan keuntungan bagi produsen, keterbatasan hak pekerja untuk mendapatkan layanan sosial dan lain-lain.

Maka kehadiran BUMDesa menjadi sangat penting untuk menjamin aset dan potensi desa bakal menciptakan hasil yang bisa digunakan untuk meningkatan kesejahteraan desa. BUMDesa bukan hanya mesin uang pencipta income tetapi lebih berfungsi sebagai lembaga yang berperan menciptakan persebaran kesejahteraan yang adil. Bukan hanya pada segelintir elit desa saja.(aryadjihs/berdesa)

Baca Juga  Wajah Asli Swalayan Desa Bernama Swadesa (Bagian 1)

Foto: www.kuta.desakupemalang.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here