Membangun Jaringan Kerjasama BUMDesa, Kenapa Tidak?

0
627

BERDESA.COM – Meski pembentukan BUMDesa baru di seluruh desa Indonesia secara kuantitas meningkat signifikan, tetapi sebagian besar masih memiliki kendala keterbatasan sumber daya manusia. Akibatnya, BUMDesa yang berjalan masih terbilang rendah.

Hingga Maret 2017, data Kompas.com menyebut jumlah BUMDesa di Indonesia mencapai 18.446 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun 2014 yang hanya 1.022 BUMDesa. Meski angka di atas kertas cukup tinggi tetapi jumlah BUMDes yang sudah mulai menjalankan fungsinya sebagai usaha tak sampai separuhnya. Minimnya SDM adalah salahsatu kendalanya. Karenanya, wacana membangun BUMDesa berjaringan antardesa menjadi salahsatu alternatif yang paling realistis.

Membangun kerjasama BUMDesa dalam satu wadah besar BUMDesa sudah pasti akan menciptakan efisiensi pada banyak hal. Utamanya pada sistem manajemen. Dengan cara itu tidak perlu setiap desa menciptakan sistem manajemen sendiri karena faktanya ada banyak desa kesulitan mendapatkan SDM yang memiliki kapabilitas untuk menjalankan usaha BUMDesa.

Pembentukan BUMDesa bersama secara langsung akan membuat kebutuhan manajemen menjadi jauh lebih kecil, beberapa desa bahkan bisa mengangkat satu sistem manajemen sehingga mempermudah sistem manajemen. Secara pembiayaan juga jauh lebih efisien karena beberapa desa hanya membiayai satu manajemen saja.

Baca Juga  Kenapa Banyak Desa Belum Mengembangkan BUMDes, Ini Sebagian Jawabannya

Secara modal, gabungan beberapa BUMDesa juga bakal menciptakan modal besar sehingga sangat memungkinkan BUMDesa membangun perusahaan dengan skala modal yang juga besar. Dengan modal yang besar sudah tentu lebih mudah bagi BUMDesa menciptakan skala perusahaan yang siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan swasta berskala besar lainnya.

Tetapi langkah ini tak bakal mudah. Persaingan antardesa menjadi salahstau kendala yang membuat langkah ini bakal panjang. Bukan rahasia lagi setiap desa selalu ingin dianggap lebih dari desa yang lain sehingga menyulitkan mereka bekerjasama dan berdiri sama sejajar.

Meski bukan persoalan krusial tetapi persaingan antardesa karena primordialisme ini tetap saja menciptakan sebuah dilema sendiri. Meski bahkan sudah jelas menggabungkan beberapa kekuatan jelas bakal menciptakan tenaga yang jauh lebih besar.

Kesadaran pentingnya menciptakan kesediaan bekerjasama antardesa ini harus menjadi prioritas sosialisasi dari pemerintah terhadap desa-desa se-Indonesia sehingga desa-desa itu tidak harus selalu membangun BUMDesa jika memiliki banyak kendala. Bukankah banyak desa yang mengeluh banyaknya kendala membangun BUMDesa? Maka membangun kerjasama BUMDesa adalah salahsatu solusi yang harus menjadi wacana baru pergerakan BUMDesa se-Indonesia.(aryadji/berdesa)

Baca Juga  BUMDesa ‘Keluar’ Jalur, Bagaimana dan Siapa yang Mengontrolnya

Foto: www.sentuhanbisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here