Membangun BUMDesa dari Potensi Desa Saja

Membangun BUMDesa dari Potensi Desa Saja

BERDESA.COM – Ketika mendirikan Toko Swadesa  di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, tim yang mengerjakan proses ini benar-benar kaget mendapatkan data potensi produk desa yang lahir dari satu desa saja: 200 – an produk! Bayangkan, jika satu desa saja bisa melahirkan 200-an produk original, berapa jenis produk yang dilahirkan 74 ribu lebih desa di seluruh Indonesia?

Maka sesungguhnya para perangkat desa tidak perlu pusing membangun BUMDesa-nya. Soalnya, mereka tinggal mengumpulkan data secara detail potensi dan kebutuhan desa mereka untuk melahirkan beragam produk desa itu, niscaya beragam ide bakal lahir dari data yang ada. Itu baru produk dalam bentuk fisik, belum lagi keahlian warga desa lain yang tidak bisa dilihat secara fisik.

Seperti yang dilakukan Desa Panggungharjo yang memiliki posisi pada jalur wisata karena berada pada lintasan jalur wisata Pantai Parangtritis yang masyhur itu. Desa ini membuka toko berisi aneka produk desa berupa kerajinan tangan hingga makanan bagi tetamu yang melewati desa mereka. Desa ini juga mengolah sampah menjadi komoditas yang bisa dijual dan menghasilkan uang.

Ide hebat lainnya dilahirkan Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Banyumas. Letak desa yang jauh dari kota tidak membuat pemuda desa itu kekurangan akal. Sebaliknya, mereka memiliki ide cerdas membangun BUMDesa-nya. BUMDesa Gumelar membangun pabrik pengolahan tapioka yang bahannya bertebaran di desa mereka. Bahkan mereka kini mendatangkan bahan dari luar desa untuk diolah di desa mereka. Pabrik itu hanya berfungsi menghaluskan tepung tapioka yang selama ini sudah menjadi produk desa dan sudah diolah warga, mengemas dan menciptakan standar kualitas. Setelah itu para pemuda membangun jalur pemasaran bagi produk desa mereka menjadi lebih luas, besar dan menguntungkan bagi para pengolah tapioka di desanya.

Bagaimana dengan desa yang tidak memiliki produk desa atau potensi khas yang menonjol? Sesungguhnya setiap desa pasti memiliki sebuah pola mata pencaharian yang telah melembaga selama puluhan tahun sebagai cara bertahan hidup warganya. Maka ide pendirian BUMDesa bisa dirunut dari sini. Misalnya Desa Karangrejek, Gunungkidul. Pemenuhan kebutuhan air minum adalah salahsatu masalah menahun yang diderita warga di desa ini. Maka, daripada menghabiskan uang untuk membeli air, BUMDesa  melahirkan inisiatif mengolah sumber air untuk memenuhi kebutuhan warga secara adil. Hasilnya, BUMDesa mampu menjalankan fungsi pengelola sumber air bersih dan sekaligus menjadi perusahaan yang menguntungkan.

Kecamatan Dlingo, Bantul melakukan langkah spektakuler merubah nasib desa mereka. Desa-desa yang bertebaran di wilayah pegunungan dan perbukitan ini menyulap keindahan alam perbukitan yang mereka diami menjadi obyek wisata alam yang mengagumkan. Kini jalur kesana yang dimulai dari Desa Patuk Gunungkidul hingga Kecamatan Imogiri, menjadi deretan destinasi wisata yang kondang di Yogyakarta dan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki tempat lain. Mereka berangsur menjelma menjadi desa-desa wisata dan memperoleh sumber pendapatan baru dari kedatangan para wisatawan yang berkunjung ke tempat mereka.

Desa Nglanggran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, kini kondang luar biasa. Raksasa batu yang menggunung di desa ini ternyata adalah gunung api purba yang sangat langka di dunia. Selain kisahnya yang hebat bentuk bebatuan membentuk gunung itu juga sangat elok dipandang mata. Warga dan pemuda sekitar sudah sejak 10 tahun lalu menyadari potensi desanya yang luar biasa. Awalnya, mereka bahu-membahu menanam pohon di sela-sela raksasa batu untuk menciptakan sumber sir bagi pesawahan desa mereka. Belakangan pohon-pohon nan rindang itu adalah salahsatu daya tarik yang menyedot ribuan orang tiap bulan datang ke tempat ini. Lahirlah desa wisata Nglanggran.

Jadi BUMDesa sesungguhnya tidak perlu dimulai dari manapun melainkan cukup dari desa kita sendiri dengan segala potensi dan kebutuhan warga desa yang telah ada selama ini. Atau jika memiliki potensi alam yang elok, sulaplah menjadi obyek wisata. Beberapa desa di atas telah membuktikan potensi desa mereka. Kini mereka tidak hanya memiliki BUMDesa yang menghasilkan banyak keuntungan melainkan juga merubah nasib dan situasi sosial desa mereka menjadi lebih baik. (aryadji/berdesa)

Foto: Keindahan Embung alias danau buatan, salahsatu obyek wisata di Desa Nglanggran, Patuk, Gunungkidul. (by: www.rizkirahmatia.files.wordpress.com)

Baca juga: Peran BUMDesa dan Anak Muda Membangun Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*