Manfaatkan Perantau untuk Mendongkrak Penjualan Produk Desa

Manfaatkan Perantau untuk Mendongkrak Penjualan Produk Desa

BERDESA.COM – Fenomena mudik bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak penjualan produk desa. Caranya, dengan memanfaatkan para perantau yag pulang itu sebagai konsumen sekaligus para marketing advocate yang akan membantu memasarkan produk pada lingkungan mereka masing-masing.

Seperti kita tahu, setiap lebaran tiba ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung. Mereka adalah para perantau yang meninggalkan desa dan telah bertahun-tahun tinggal di kota. Meninggalkan desa bertahun-tahun pasti menerbitkan rasa rindu pada diri mereka terhadap segala yang berasal dari desa mereka. Selain itu mereka juga ingin mengenalkan pada anak-anaknya kampung asal orangtua mereka.

Kerinduan pada kampung halaman inilah yang harus dimanfaatkan para pelaku UKM di desa untuk menawarkan produk desanya. Pertama, para perantau yang asli orang kampung kita biasanya sangat antusias membantu memasarkan produk dari desanya. Soalnya, secara psikologis orang yang lama meninggalkan desanya pasti ingin selalu ingin melakukan sesuatu bagi desanya. Nah, menjualkan produk bisa menjadi salahsatu alternatif untuk itu.

Tak hanya membeli produk ketika sedang mudik, mereka juga bisa kita dorong untuk mendongkrak penjualan produk desa dengan cara mempromosikan produk desa ke berbagai kalangan di kota. Selain membantu desanya, hal ini juga bakal menciptakan kebanggaan ketika produk dari desa kita dikenal banyak orang di kota.

Lebih jauh, sebenarnya para pemudik juga bisa diajak untuk membantu pemasaran roduk desa ke kota dengan cara yang lebih sistematis. Memanfaatkan semangat primordialisme, para pelaku UKM harus mencari informasi mengenai peluang membuka pasar cengan membangun kerja sama bisnis dengan orang-orang yang tinggal di kota itu. Kerjasama ini tentu saja harus memberikan keuntungan bagi seluruh orang yang bekerjasama.

Bukankah sangat mungkin bekerjasama dengan salahsatu atau dua perantau yang pulang untuk membuka semacam distributor atau reseller di kota. Dengan begitu UMKM di desa bisa menyaurkan berbagai produknya melalui toko ini. Bahkan sebenarnya, pelaku UMKM juga bisa membuka peluang kerjasama permodalan dengan orang-orang yang telah sukses membangun kehidupan ekonomi di kotanya untuk membantu warga desa asalnya.

Pengembangan usaha dengan memanfaatkan jaringan penjualan di kota seperti ini bisa menjadi gerakan ekonomi besar jika para tokoh desa mau membantu. Caranya, para pemuda dan tokoh desa mengajak para perantau untuk bertemu dalam sebuah forum desa untuk mencari peluang menciptakan pengembangan pemasaran produk desa di wilayah kota.

Berbagai peluang bisa terbangun di sini karena para perantau tidak hanya bakal membuka akses mereka tetapi juga menawarkan berbagai kecakapan, keahlian atau link yang mereka punya. Misalnya, ada perantau yang bekerja di sebuah perusahaan dengan jumlah pekerja yang besar, maka dia bisa memasukkan produk desa untuk dijual melalui koperasi perusahaan tersebut misalnya.

Peluang lainnya, mungkin ada perantau yang memiliki kemampuan IT yang siap membantu pemasaran melalui jalur internet alias online. Berbagai langkah ini jika dikelola dengan serius bisa menjadi paluang pengembangan usaha khususnya mendongrak penjualan produk desa.(berdesa/aryadjihs)

Foto: www.mungkopas.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*