Lima Desa di kab. Lombok Utara dirikan DesaMart bersama Usahadesa

0
829

BERDESA.COM – Sebuah lompatan ekononomi besar dilakukan lima desa di Kabupaten Lombo Utara. Masing-masing desa itu memastikan tahun 2017 ini bakal memiliki DesaMart secara serentak. Ditambah lagi satu minimarket didukung Pemerintah Provinsi. DesaMart didirikan bekerjasama dengan PT Usaha Desa Sejahtera dengan masing-masing minimarket bermodal Rp. 300 juta,.

PT Usaha Desa Sejahtera (baca: Usahadesa) adalah perusahaan sosial yang fokus mendorong peningkatan ekonomi desa se-Indonesia. Membangun jaringan minimarket milik desa melalui BUMDes adalah salahsatu program yang digenjot perusahaan nasional berkantor pusat di Yogyakarta ini.

Lima desa yang bakal memiliki minimarket adalah Desa Anyar Kecamatan Bayan, Desa Pemenang Barat Kacematan Pemenang, Desa Gondang Kecamatan Gangga, dan Desa Sokong Kecamatan Tanjung. Kelima desa itu berada di lima kecamatan berbeda sehingga satu minimarket bakal melayani area pemasaran satu kecamatan.

Kepala DP2KBPMD Lombok Utara Kholidi Halil menyatakan, Pemerintah Daerah Lombok Utara siap menggelontorkan dana Rp. 1,5 Milyar untuk mewujudkan program ini. “ Asyiknya, Pemprov juga bakal membangun satu lagi. Jadi, bakal ada enam minimarket yang berdiri tahun ini,” ujar Kholidi.

Baca Juga  Peluang Usaha Desa: Buka Toko Bangunan, Berapa Modalnya?

Kholid menegaskan, langkah pendirian minimarket modern adalah solusi bagi beberapa masalah. Pertama, bakal menghalau kehadiran pemilik modal besar yang saat ini terus berekspansi mengembangkan bisnis retail ke desa-desa. Dampaknya, pasar tradisional gulung tikar. Beum lagi terjadinya perubahan gaya hidup khususnya tingkat konsumtivisme yang bakal naik gara-gara kehadiran minimarket modern milik swasta itu.

Kedua, dengan mendirikan Minimarket milik desa maka bakal terbuka lebar peluang pemasaran produk unggulan desa pada pasar modern. Peluang ini tak bakal muncul jika pemilik minimarketnya adalah swasta murni. Sebaliknya, desa justru bakal dijadikan pasar bagi produk-produk pabrikan yang sekarang ini merajalela di pasar-pasar terbuka.

Kholidi mengungkapkan, pemilihan kelima desa tempat minimaret bakal didirikan bukan asal-asalan dipilih. “ Pemilihan desa berdasarkan kajian hasil kerjasama Universitas Mataram (Unram) dan Bappeda KLU,” katanya. Uniknya, bentuk bangunan minimarket milik BUMDes itu bakal memiliki disain bangunan yang khas. Jadi, minimaret ini juga bakal mengusung konsep budaya lokal sebagai ciri khas bangunannya.

Menuju pendirian minimarket itu sekarang ini Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sedang gencar melakukan penguatan kapasitas kelembagaan berbagai sumber daya pendukung BUMDes seperti  fasilitator, manajer BUMDes, pendamping desa dan para pegiat desa yang bakal terkait dengan urusan peningkatan kesejahteraan ekonomi desa. Salahsatunya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang narasumber-narasumber dari luar daerah dan berpengalaman.

Baca Juga  Punya Lahan Luas di Desa? Buka Cucian Mobil Aja!

Jenis usaha retail adalah salahsatu usaha yang menjadi priadona banyak pemilik modal di seluruh Indonesia. Jika selama ini para pemain bisnis retail fokus bersaing di daerah perkotaan, kini mereka sudah mulai mengincar daerah pedesaan dengan beragam strategi usaha mengatasi hambatan regulasi.

Mendirikan jaringan minimarket modern di wilayah pedesaan adalah inovasi besar yan lahir setelah Pemkab Lombok Utara bersama Usaha Desa dan Kompak, lembaga yang fokus pada peningkatan kesejahteraan hidup warga desa di bawah pemerintahan Australia. Salahsatunya dengan menggelar acara pelatihan BUMDesa mulai dari sistem organisasi hingga analisa pemilihan unit usaha. Yang pasti, DesaMart bakal menjai inisiatif desa yang belum dilakukan daerah-daerah lain. Bagaimana dengan desa Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here