Lebaran, Saja yang Harus Disiapkan Desa Wisata?

Berderet-deret Keuntungan Menjadi Desa Wisata

BERDESA.COM – Apa yang paling diinginkan orang yang hanya setahun sekali bisa pulang ke kampung, menikmati suasana desa. Tak peru kaget makanya setiap lebaran tiba desa wisata dibludaki pengunjung untuk menikmati suasana obyek wisata yang alami.

Seperti yang terjadi di beberapa obyek wisata desa di Kecamatan Dlingo. Kecamatan yang terletak di wilayah paling timur di Kabupaten Bantul ini yang bertekstur pegunungan ini memang tengah menjadi destinasi paling favorit sekarang ini. Beragam wisat alami bertebaran pada enam desa di wilayah ini mulai dari beberapa pesona wisata hutan pinus, river tubing hingga air terjun berundak alami yang selalu ramai.

Pada saat lebaran, deretan obyek ini bak sarang semut, ribuan orang berkunjung sehingga jalan-jalan utama menuju tempat-tempat ini penuh sesak kendaraan hingga mengantri. Tentu saja, membludaknya wisatawan ini harus dimanfaatkan para pengelola wisata lokal dan penduduk yang tinggal di sepanjang jalur wisata.

Sebagian besar obyek wisata di tempat ini berada di pinggiran jalan sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Di lain sisi, hal itu sangat memungkinkan warga yang tinggal di sepanjang jalan membuka berbagai usaha seperti membuka warung makan dan kafe, warung kelontong, penyewaan kendaraan hingga homestay.

Hal terpenting yang harus disiapkan para pengelola wisata dan warga adalah jangan sampai muncul kesan yang buruk dari pelayanan yang diberikan warga pada para pengunjung. Soalnya, hanya dalam hitungan detik, kabar seperti itu bisa langsung viral alias tersebar secara luas melalui media sosial. Akibatnya, obyek wisata yang mengalami itu bakal kesulitan mendapatkan pengunjung.

Hospitality, kenyamanan dan kepuasan para pengunjung adalah hal yang sangat penting karena sesungguhnya, setiap wisawatan yang datang ke obyek wisata kita adalah para marketing gratis. Kok bisa? Ya, karena mereka pasti akan bercerita pada orang-orang di sekelilingnya mengenai keindahan suasana des wisata kita. Mereka akan merekomendasikan desa kita sebagai obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi bukan hanya karena obyek wisatanya yang elok tetapi juga karena sikap masyarakatnya yang menyenangkan.

Jangan salah, promosi dari mulut ke mulut seperti ini sangat mujarab karena direkomendasikan langsung oleh orang yang pernah merasakanya. Maka, jangan sekali-kali membuat para tetamu kecewa. Termasuk soal keamanan, ini adalah salahsatu poin yang sangat penting dan tidak mudah dilakukan. Soalnya, menyangkut keselamatan orang.

Keamaan adalah faktor terpenting dari kenyamanan. Bisa menyuguhkan keamanan yang baik bagi setiap pengunjung bakal menciptakan apresiasi tingkat tinggi bagi setiap pengunjung. Tetapi secara umum, obyek wisata di pedesaan masih sangat menjunjung nilai sosial yang tinggi sehingga umumnya berkunjung di wilayah mereka relatif aman.

Masalahnya, dalam situasi yang sangat ramai, tak mudah melakukan kontrol terhadap masalah keamanan ini. Selalu ada orang yang bakal menggunakan kesempatan dalam kesempitan dan ancaman itu bisa saja datang dari orang luar desa itu.

Keselamatan juga jangan sampai dilalaikan. Biasanya obyek wisata desa utamanya seperti yang dimiliki Dlingo berupa tebing, ngari, jurang dan perbukitan. Termasuk jalur-jalur yang menuju tempat-tempat ini juga bukan jalur biasa karena mengandung tantangan yang cukup tinggi.

Itulah yang harus di waspadai. Sebisa mungkin jangan sampai terjadi insiden sekecil apapun. Jika berbagai sisi ini bisa ditangani secara baik, niscaya tempat wisata di desa Anda bakal segera terangkat pamornya dan semakin ramai dikunjungi karena promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan para pengunjung pada lebaran ini. Apakah semuanya sudah siap? (aryadjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*