Lawan Kemiskinan Desa dengan Kewirausahaan Sosial

0
1560

Berdesa.com – Salahsatu program yang efektif mengentaskan kemiskinan di wilayah pedesaan adalah Kewirausahaan Sosial. Kewirausahaan sosial bukan hanya bisa menciptakan penciptaan peluang peningkatan pendapatan saja melainkan juga menyelesaikan berbagai persoalan sosial sekaligus.

Kewirausahaan adalah penciptaan model usaha atau bisnis baru yang lebih beriorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar dan bukan hanya berorientas pada keuntunga profit semata. Kewirausahaan adalah gerakan pemberdayaan ekonomi dengan lebih mengutamakan peran dan partisipasi orang-orang sebagai prosesnya. Hasilnya, lebih banyak orang yang terberdaya secara ekonomi karena terlibat dalam aktivitas itu.

Kemampuan kewirausahaan sosial membuka partisipasi pada banyak orang dengan sendirinya memecahkan berbagai persoalan sosial seperti pengangguran, kekurangan gizi dan sebagainya. Warga masyarakat juga menjadi produktif dan memiliki pengharapan yang lebih baik mengenai masa depannya sendiri.

Salah satu agen kewirausahaan sosial yang saat ini sedang getol mengembangkan diri adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes adalah unit usaha yang dikelola masyarakat desa dan secara struktur terpisah dari lembaga pemerintah desa sehingga secara struktur dan kultural memiliki peluang menjalankan misi kewirausahaan sosial. Apalagi BUMDes memang digadang sebagai lokomotif pembangunan desa yang lebih beriorientasi menciptakan manfaat sosial ketimbang profit.

Baca Juga  Program ‘Bekerja’, Tiap Rumah Dapat Ayam atau Kambing

Hebatnya BUMDes adalah lembaga ini diamanatkan langsung oleh Undang undang yang sekaligus menjamin legitimasinya. Dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) BUMDes didefiniskan sebagai  badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki Desa yang didapat melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lain untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa. Musyawarah Desa sebagai keputusan tertinggi dalam BUMDes juga sebuah pintu masuk bagi BUMDes sebagai lembaga ekonomi yang lebih berorientasi pada kewirausahaan sosial.

Di beberapa negara lain, kewirausahaan juga terus digenjot sebagai solusi bagi penyelesaian masalah kemiskinan terutama di desa-desa dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai basisnya. Seperti yang terjadi pda Philipine Coffee Island. Wilayah yang sebagian besar warganya bergantung pada tanaman kopi ini awalnya membenntuk kelompok-kelopok kecil petani. Namun kelompok-kelompok itu terus melakukan kerjasama dan membesar hingga akhirnya mereka bisa menguasai rantai jual-beli kopi dari hulu hingga ke hilir. Kesejahteraan petani meningkat tajam karena kini mereka menjalankan sendiri jalur penjualan kopi.

Baca Juga  Punya Tanah Luas di Desa? Coba Usaha Ini!

Di Thailand ada Lemon Farm yang mengedepankan label organik dan telah berhasil menguasai 30 ribu konsumen di Bangkok. Selain menciptakan pola asupan yang sehat pada semua orang Lemon Farm juga membuktikan bahwa banyak produk desa yang sebenarnya bisa menjadi produk unggul jika dikelola dengan baik. Bagaimana degan desa Anda? (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here