Kuliner Desa Soto Mbak Jam, Lezat Seindah Desanya

Kuliner Desa Soto Mbak Jam, Lezat Seindah Desanya

BERDESA.COM – Apa yang lebih menyenangkan dari suasana ini: makan siang menu spesial di warung asri berpemandangan sawah menyejukkan, di wilayah pedesaan ramah-tamah dan bangunan warung yang  unik. Itulah Warung Soto Mbak Jam, sebuah warung kuliner desa di bawah rerimbunan pohon di desa wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Jangan salah, para pengunjungnya bahkan para turis dari puluhan negara dunia.

Inilah warung yang menjadi salahsatu magnit di desa wisata Nglanggeran. Letaknya sekitar tujuh kilometer ke arah utara dari perempatan Patuk, sekitar setengah jam dari Kota Yogyakarta. Bangunannya saja sudah mengundang decak, dengan topangan bambu tak beraturan, unik. Keunikan itulah yang membuat sineas kondang Indonesia Hanung Bramastyo memilih tempat ini menjadi salahsatu setting film terbarunya.

Sang empu warung adalah Jamilah, 56 tahun, perempuan paruh baya yang tak pernah melepas senyum pada setiap tamu. Menu utama warung ini soto daging sapi dan ayam kampung yang diracik dengan bumbu asli alami dari kebun. Rasanya bukan hanya memanjakan lidah tetapi juga sangat segar. Anda juga bisa memesan ayam kampung goreng dan Anda akan merasakan daging ayam yang menyehatkan hanya dengan menggigitnya. Tersedia pula beragam sayur khas desa Yogyakarta. Ini adalah kuliner desa yang akan membuat Anda menyatu dengan suasana alam desa asli Yogyakarta.

Kepada Berdesa.com Mbak Jam bertutur, dia mulai membuka usaha kuliner desanya ini di penghujung Februari 2008 alias delapan tahun yang lalu. “ Kala itu desa ini bahkan belum menjadi desa wisata yang ramai dikunjungi orang seperti sekarang,” kata perempuan asli Gunungkidul ini. Tetapi kemampuan meracik bumbu telah terbukti sejak awal buka warung. Meskipun tersembunyi dibalik rerimbunan pohon dan harus masuk gang, warungnya laris manis sejak lama.

Saking larisnya, warung ini sudah didatangi para pembeli dari berbagai negara mulai Amerika, Perancis, Jerman, Inggris dan beberapa negara lain. Umumnya para turis yang sedang menikmati kuliner di Yogyakarta. “ Kalau tamu lokal atau wisatawan domestik ya tiap hari. Biasanya kami juga menerima rombongan. Awal bulan ini misalnya, kami bakal kedatangan tamu rombongan Ikatan Dokter Indonesia yang memesan sayur-mayur dan sambal khas desa,” katanya.

Jangan bayangkan rumah makan besar dan mewah, sehari-hari kuliner desa yang satu ini bahkan hanya mempekerjakan seorang tetangga saja untuk melayani para tamu. Hanya ketika kedatangan rombongan yang telah memesan sebelumnya saja Mbak Jam mengerahkan para tetangganya. Jumlah tempat duduknyapun tidak terlalu banyak, hanya sekitar 30-an orang dengan bangku-bangku kayu biasa.

Perihal bangunan warungnya yang unik, itu adalah karya suami Mbak Jum. Apa konsep arsitekturnya?” Walah, mboten wonten konsepnya, lha namun wong ndeso kok ngangge konsep. Namun waton nempel ( Walah, tidak ada konsepnya, kami orang desa kok pakai konsep, hanya asal menempelkan saja),” ujarnya. Hanya saja sang suami yang selalu menghadirkan hal-hal baru secara rutin. Misalnya, minggu ini meja-meja hidang untuk tamu ditempeli daun pohon cokelat.

Selain warga dari beberapa desa setempat, para pengunjung warung ini adalah rombongan-rombongan wisatawan yang datang ke desa wisata ini mulai rombongan mahasiswa, anak-anak muda, keluarga hingga kunjungan para pejabat daerah yang melakukan studi banding keDesa Wisata Nglanggeran. Kebetulan hanya berjarak 20 meter dari warung ini terdapat arena permainan pemicu andrenalin flying fox milik desa wisata.

Desa Wisata Nglanggeran adalah desa yang sekarang menjadi magnit wisatawan. Beragam menu wisata tersaji di tempat indah ini utamanya gunung api purba, pegunungan batu vulkanik berusia jutaan tahun. Tiap bulan ribuan pengunjung mendaki pegunungan batu untuk mendapatkan pemandangan alam nan elok di atas puncaknya. Selain gunung, terdapat juga embung atau telaga buatan di puncak bukit, air terjun, falying fox,  kuliner dan sajian alam perbukitan yang bakal sulit dilupakan keindahannya. Warung Soto Mbak Jam adalah salahsatu dari deretan pesona si desa di sana.(dji-1)

foto: berdesa dok

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*