Kota Wisata VS Desa Wisata, Pelajari Kelebihan Dan Kekuranganya

0
235
Desa Wisata vs Kota Wisata-01

Berwisata menjadi sebuah kebutuhan banyak orang dimanapun, orang-orang berwisata untuk berbagai macam alasan, ada yang sekedar untuk menjernihkan pikiran setelah mengalami berbagai aktifitas yang menjenuhkan, adapula yang berwisata karena tujuan pekerjaan seperti mengisi konten blog atau vlog tentang daerah wisata.

Dewasa ini di Indonesia sudah banyak dibangun berbagai lokasi destinasi wisata mulai dari di area perkotaan bahkan adapula di daerah pedesaan. Apabila dahulu tujuan wisata kebanyakan berada di kawasan perkotaan saja, kini daerah pedesaan pun mulai menggeliat dan ikut ambil bagian dalam pariwisata di Indonesia.

Apalagi setelah program Dana Desa bergulir 4 tahun lalu, segala potensi-potensi yang dimiliki desa dikembangkan dan salah satunya adalah pengembangan desa wisata. Lalu dengan hadirnya desa wisata apakah pamor kota wisata akan berkurang lalu apa kelebihan desa wisata dibandingkan dengan kota wisata? Kota wisata seperti sekilas sudah dibahas sebelumnya merupakan destinasi wisata yang berada di daerah perkotaan, beberapa kota wisata yang sudah dikenal adalah Ubud Bali, Yogyakarta dan yang terbaru adalah Kota Batu.

Baca Juga  Rencana Pengembangan Desa Wisata di Daerah 3T

Kelebihan dari kota wisata ini adalah akses menuju lokasi yang relatif lebih mudah dikarenakan lebih banyak moda transportasi dari dan ke lokasi kota wisata, disamping itu pula kota wisata memiliki lebih banyak prasarana pendukung seperti tempat makan dan belanja yang relatif lebih banyak pilihan dan selain itu penginapan di sekitar kota wisata relatif lebih banyak sehingga memudahkan wisatawan untuk menikmati kota wisata dengan durasi yang lebih lama.

Sisi negatif dari kota wisata adalah masalaah kemacetan, beberapa tempat wisata dengan manajemen kota yang kurang baik, identik dengan ini sehingga untuk mencapai lokasi ini wisatawan perlu menerobos semrawutnya lalu lintas untuk mencapai kota wisata ini, selain itu pula masalah sampah seperti hal yang lumrah terlihat di area kota wisata sehingga membuat kurang sedap dipandang.

Namun sisi-sisi negatif tersebut sebenarnya bisa ditanggulangi dengan mudah apabila pihak-pihak terkait bersinergi untuk mengatasi masalah tersebut seperti halnya penyediaan tempat sampah yang lebih banyak lagi.

Desa wisata merupakan destinasi hiburan yang berada di wilayah pedesaan, terkait akses desa wisataa relatif lebih susah diakses atau berada di daerah yang terpencil dengan akses jalan yang tidak selalu mulus, bagi wisatawan yang tidak terbiasa tentu tidak akan memilih desa wsata ini. Namun dengan adanya program Dana Desa tentunya ini menjadi angin segar bagi pengembangan desa wisata terutama akses ke area tersebut.

Baca Juga  4 Langkah Promosi Produk Lokal Melalui Desa Wisata

Untuk prasarana di sekitar desa wisata relatif lebih sedikti di bandingkan dengan kota wisata sehinga wisatawan yang ingin berkunjung ke desa wisata biasanya perlu membawa perbekalan yang cukup atau dana lebih agar tidak kehabisan bahan makanan ataupun keperluana lainnya.

Disamping itu, desa wisata menyajikan pengalaman yang tidak akan diberikan oleh kota wisata, wisatawan yang ingin pengalaman berlibur ditempat yang sepi dan jauh dari kebisingan kendaraan, desa wisata adalah solusinya selain itu masalah sampah dan kesemrawutan khas kota tidak akan tampak di desa wisata.

Lengkap dengan kekhasan budaya masing-masing desa, desa wisata memiliki kelebihan sendiri dibandingkan yang mampu ditawarkan oleh kota wisata. Pilihan desa atau kota wisata pada akhirnya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki wisatawan, ada baiknya sebelum memutuskan destinasi wisata, perbanyak informasi yang kini dapat dengan mudah diakses dimanapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here