Kisah Sarno dan Warga Kali Pondok Menciptakan Listrik Mengandalkan Aliran Sungai

kincir air listrikBERDESA.COM – Bertahun-tahun menunggu listrik tak juga datang, warga Dusun Kali Pondok, Karang Tengah, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya memilih menciptakan listrik sendiri. Mereka memanen listrik dari sistem mikrohidro yang mereka kembangkan dengan cara mereka sendiri. Usaha itu terbukti membuat kampung itu benderang kini.

Adalah Sarno Ichwani, 56 tahun, salahsatu warga yang memulainya. Meski bahkan tidak lulus SD tetapi Sarno bertekad membuat kampungnya tak lagi gulita seperti bertahun-tahun mereka alami. Tekad itu ketemu jalannya setelah Sarno ‘belajar’ pada seorang kawan dari Desa Semaya, Kedungbanteng, masih di Kabupaten yang sama. Semaya adalah kampung di kaki Gunung Slamet yang warganya menciptakan listrik sendiri dengan mengembangkan teknologi kincir air pada  beraliran deras di pinggir desanya dan berhasil membuat kampungnya tak perlu lagi menunggu PLN tiba.

Belajar dari kreativitas warga Semaya, Sarno lalu memulai projeknya sendiri pada pertengahan tahun 90-an. Berbekal Rp. 100 ribu Sarno membeli dinamo, bekas sepeda motor, dua balok magnit, kabel kumparan, tali karet hitam dan kabel penghantar arus. “ Saya lalu merangkai roda kayu pemutar berjari-jari 50 centi dan roda kecil-kecil berdiameter 20 centimeter,” kisahnya.

Tak mudah usaha Sarno. Selain menghabiskan waktu berhari-hari di aliran sungai terjal, dia juga harus tahan cibiran tetangga yang tak yakin usahanya bakal berhasil. Dan kerja keras Sarno-pun terbukti, kincir air itu bekerja dan menghasilkan listrik melalui dinamo yang dia pakai, mengalirkan arus melalui kabel menuju rumahnya dan menyala-lah pijat yang selama ini dimimpikan warga. “ Kala itu ada 30-an kepala keluarga di kampung ini dan kami membuat banyak kincir pada titik-titik aliran air yang deras di sungai,” kenang petani dan bapak tiga anak ini. Desa ini memang beruntung, dekat dengan sungai berarus deras dan curam sehingga sangat mungkin dikembangkan untuk menciptakan listrik sendiri dengan pola mikrohidro.

Uniknya, karena masih menggunakan teknologi konvensional, listrik yang dihasilkan mikrohidro buatan warga belum bisa menciptakan pembagian arus yang jitu. Karenanya, listrik di kampung ini terus menyala 24 jam, termasuk lampu-lampu di rumah mereka. Soalnya, jika satu atau beberapa lampu mati maka arusnya akan menuju lampu yang masih menyala dan Pret! Lampu tak kuat menahan arus lalu mati pula.

Dusun Kali Pondok adalah salahsatu pemukiman warga di kaki gunung Slamet yang karena keterpencilannya harus menerima kenyataan tidak kebagian listrik sebagaimana kampung-kampung lainnya. Banyak kampung di area seperti ini yang mengalami nasib yang sama. Lau mereka menggunakan anugerah alam berupa sungai-sungai berarus deras di lereng Gunung Slamet untuk mengatasi sendiri masalah mereka.

Kehadiran listrik segera merubah situasi kampung yang bertahun-tahun ketinggalan dari daerah lain ini. Jalanan desa di aspal dan para investor mulai masuk ke desa mereka. Listrik juga menjadikan kampung mereka banyak dikunjungi wisatawan karena pesona air terjun pada sungai-sungai yang mengalir dekat kampung mereka.

Meski terpencil, kampung-kampung ini memang memiliki pesona alam luar biasa. Air terjun dan aliran sungai nan jernih adalah daya tarik yang terus menyedot orang datang, termasuk melihat uniknya pembangkit listrik yang dibuat warga. Sarno sendiri, sampai hari ini disebut sebagai “Dokter Listrik” bagi warganya. Setiap kali ada kincir yang rusak atau rumah yang gulita karena listrik tidak ada, Sarno akan datang memperbaikinya. Laki-laki yang tak lulus SD ini terbukti mampu menyelesaikan masalah pelik warga kampungnya dengan menciptakan listrik sendiri dan menjawab mimpi warganya selama ini. (aryadjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*