Kisah Hamdan, Menjual Kain Tenun di Dunia Maya

0
1023
Kisah Hamdan, Sukses Menjual Tenun di Dunia Maya
Kisah Hamdan, Sukses Menjual Tenun di Dunia Maya

BERDESA.COM – Produk yang tidak akan lekang dimakan jaman adalah produk lokal yang dikerjakan dengan cara tradisional. Kain Tenun salahsatunya dan peluang ini disadari Mohammad Hamdan, 31 tahun, anak muda asal Jepara. Kini Hamdan sukses menghidupi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pembuatan kain tenun dari berbagai daerah sekaligus membuat website-nya ramai dibanjiri pembeli.

Perjuangan Hamdan cukup panjang karena memulai usahanya sejak masih kuliah di Universitas Negeri Semarang 1997 silam. Lebih berat lagi karena itu adalah tahun-tahun negeri ini digempur krisis moneter yang membuat dunia usaha oleng. Ide bisnisnya justru lahir dari website dari luar negeri yang menjual produk-produk tradisional pedesaan.

Hamdan yang tumbuh di lingkungan penenun di Jepara lalu mulai mengumpulkan produk-produk dari UKM-UKM pengrajin kain tenun para tetangganya dan menawarkan pada teman-teman kuliahnya yang berasala dari berbagai daerah. Lalu bermodal handphone berkamera Hamdan mulai menggunakan internet untuk menjual produk-produk dari para pengrajin lokal yang berhasil dia ajak bermitra.

Baca Juga  102 Kabupaten Sudah Siap Kembangkan Prukades

Uniknya, Hamdan nekat menjual tenunnya melalui internet meski Hamdan tidak memiliki pemahaman yang cukup soal toko online. Lagipula awal tahun 2000 internet sebagai marketer hebat belum dikenal seperti sekarang. Karenanya jatuh bangun Hamdan mencari format transaksi internet hingga akhirnya dia membuka website tokotenun.com dan mulai dilirik orang.

Seiring banyaknya pengunjung websitenya, Hamdan juga terus melakukan terobosan dengan memperbaiki kualitas kain tenun dan memperkaya corak tenun produksinya juga para mitra. Usahanya membuat produk yang dijual tokonya menjadi lebih kaya pilihan. Toko ini juga menjangkau semua lapisan karena harga produknya bervariasi dari di bawah seratus ribu hingga jutaan rupiah.

Hamdan tidak memproduksi seluruh produknya sendiri. Dibantu 10 karyawan toko onlinenya   membangun kemitraan dengan 25 UKM penenun dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Tidak hanya kain tenun, tokonya juga menjual aneka rupa songket, pakaian berbahan tenun, taplak meja, sajadah, dan lainnya.

Hamdan sadar, tidak banyak anak muda yang memilih jalur berdagang produk-produk lokal dan tradisional sepertinya. Maklum, produk seperti tenun memiliki karakter yang spesifik dengan pasar yang juga khusus. Tetapi Hamdan menyatakan dirinya sangat tertantang dengan peluang ini karena selain bisa mendapatkan keuntungan yang bisa menghidupi secara ekonomi, Hamdan juga menghidupi banyak UKM tenun yang tersebar di banyak wilayah di Indonesia. Menjual tenun Indonesi ke berbagai penjuru dunia juga memberinya kebanggan karena itu berarti membuat nama Indonesia dikenal berbagai belahan dunia.

Baca Juga  Eksisnya Lurik, Produk Desa Pengusung Nilai Budaya

Pemasaran melalui internet yang dilakukan Hamdan adalah langkah yang menarik untuk diikuti UKM-UKM lain di Indonesia. Jika Hamdan yang awalnya buta internet saja bisa mereguk keuntungan dari dunia maya, bukankah jutaan UKM lainnya juga berksempatan sama?(dji-1)

foto: google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here