Keuntungan Profit atau Benefit, Mana yang Lebih Penting bagi BUMDesa

1
2742
Permendesa Tentang Jenis Usaha BUMDesa
Permendesa Tentang Jenis Usaha BUMDesa

alterntif textBERDESA.COM – Banyak desa berpikir, BUMDesa harus menjadi sebuah lembaga yang menghasilkan banyak uang sebagai keuntungannya. Logika itu, bukannya membuat urusan BUMDesa menjadi mudah. Sebaliknya, BUMDesa menjadi kebingungan merumuskan unit usaha yang bakal dikembangkannya. Pertanyaannya sederhana, apa usaha yang bisa langsung menghasilkan keuntungan begitu besar dengan mengandalkan pasar domestik setingkat desa?

Padahal bukan seperti itu seharunya. BUMDesa berbeda dengan unit usaha perusahaan-perusahaan swasta murni yang hanya mementingkan keuntungan profit dalam bentuk uang. Meski tetap harus menghasilkan keuntungan profit tetapi BUMDesa memiliki pula amanah agar unit usaha yang dibangunnya harus pula mampu menjawab ‘persoalan kesejahteraan’ warga desa.

Persoalan kesejahteraan hidup warga desa tidaklah identik dengan uang. Melainkan lebih kepada bagaimana BUMDesa memposisikan diri sebagai lembaga yang mampu menjadi penjawab berbagai persoalan ekonomi yang selama ini tidak bisa dijawab warga desa. Maka jangan kaget jika ada banyak BUMDesa menjalankan usaha mengelola sampah, karena jenis usaha yang satu ini jarang bisa dilakukan oleh person-person warga desa.

Kalaupun ada biasanya mereka bakal hanya memilih jenis sampah tertentu misalnya plastik dan berbagai barang bekas laku jual. Padahal sampah terdiri dari beragam benda yang sebagian hanya bisa digunakan setelah diolah lebih dulu. Misalnya dijadikan pupuk organik. Tetapi merubah sampah menjadi pupuk organik lalu menjualnya, dianggap belum menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku usaha personal.

Baca Juga  Wajah Ekonomi Desa Di Era 90an

Ketika BUMDesa mengelola sampah maka ada dua hal sekaligus yang dilakukan BUMDesa yakni menjawab persoalan sampah yang meresahkan itu sekaligus menghasilkan uang meski tidak terlalu fantastik. Pengelolaan sampah lebih banyak menghasilkan keuntungan sosial atau dalam cara pandang ekonomi disebut benefid yakni keuntungan yang nilainya lebih dari sekedar nominal rupiah. BUMDesa Panggung Lestari, Panggungharjo, Sewo, Bantul dan BUMDesa Amarta Pandowoharjo adalah dua desa di Yogyakarta yang sukses meraup rupiah dari balik sampah sekaligus menciptakan lingkungan bersih dan sehat bagi warganya.

BUMDesa lainnya menyasar pada pengelolaan air bersih. Tak perlu didiskusikan lagi, air adalah kebutuhan vital setiap orang. Berkat kehadiran BUMDesa pengelola air bersih kini banyak desa tidak lagi didera kekurangan air bersih. Sebaliknya, BUMDesa juga mendapatkan keuntungan profit dari pengelolaan air bersih. Dengan apik BUMDesa Karangrejek, Gunungkidul menjalankan usaha jenis ini. Juga dilakukan BUMDesa Aneotob Desa Binaus, Nusa Tenggara Barat.

Simpan pinjam adalah salahsatu unit usaha yang juga sangat strategis mendorong ekonomi warga. Daripada meminjam uang kepada para debitur swasta yang bunga dan aturannya membuat warga tercekik, jauh lebih baik jika warga mendapatkan kucuran pinjaman modal usaha dari ‘bank’ yang dibangun sendiri oleh BUMDesa.

Baca Juga  BUMDesa Lentera dan Mattiro Bulu, Dua BUMDesa Terbaik di Indonesia (Bagian-3)

Unit usaha simpan-pinjam yang dijalankan BUMDesa bakal menjauhkan warga desa dari cengkeraman lintah darat dan praktik perbankan yang seama ini bukannya memberdayakan UMKM melainkan hanya mengeruk keuntungan melalui bunga tinggi dan aturan main yang tidak berpihak pada pelaku usaha di desa.

Jika BUMDesa yang mengelola unit simpan pinjam, maka bunga yang diterapkan bisa sekecil mungkin karena lembaga ini lebih berorientasi pada manfaat yang bisa diraih masyarakat. Bakal berbeda dengan bank swasta misalnya. Apapun itu, tetapi bank swasta sudah pasti tetap menetapkan keuntungan profit yang harus diraih dari warga desa atau BUMDesa sebagai nasabah. Bank swasta juga tidak mampu menciptakan pendampingan usaha sebagaimana yang bisa dilakukan BUMDesa. Misalnya, ada warga kreditur mengalami masalah pada usahanya sehingga tidak bisa mengangsur pada bulan itu, dengan leluasa BUMDesa bisa datang dan menjadi konsultan usaha bagi pelaku ekonomi bersangkutan.

Karena warga adalah pemilik unit usaha BUMDesa yang sesungguhnya dan karena BUMDesa memang bervisi membangun kesejahteraan warga desa maka BUMDesa tentu saja bakal melakukan berbagai upaya agar usaha si kreditur bisa berjalan kembali sehingga bisa melunaskan kewajibannya. Apakah bank swasta bisa begitu?

Baca Juga  Sumber Dana Desa untuk BUMDesa Jangan Terhambur karena Latah Saja

Maka kehebatan BUMDesa tidak hanya terlihat dari berapa nominal rupiah yang bisa dicetak dalam setahun. Melainkan seberapa besar keuntungan atau manfaat yang didapatkan warga desa dengan apa yang dilakukan BUMDesa dan bagaimana BUMDesa mampu mendorong dan membuka berbagai ruang produktivitas masyarakat. Inilah beberapa pertimbangan yang harus dilkantungi BUMDesa sebelum menentukan jenis unit usaha BUMDES yang akan dikembangkannya.(aryadjihs/berdesa)

1 KOMENTAR

  1. Ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa juga. Dengan mengedepankan untuk kepentingan rakyat juga dan tidak memberatkan kepada rakyat juga. Dengan BUMDes juga setidaknya membantu untuk mengelola usaha yang dimiliki dengan memberikan saling menguntungkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here