Kepeloporan BUMDesa “Sejahtera” – Bagian 2

Kepeloporan BUMDesa “Sejahtera” – Bagian 2

BERDESA.COM – BUMDesa ”Sejahtera” milik desa Bleberan sekarang menjadi sangat terkenal karena dimiliki dan dikembangkannya obyek wisata Gua Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk. Obyek wisata ini sekarang menjadi ikon Kabupaten Gunung Kidul. Menurut Bapak Tri Hardjono (Ketua Pengelola Wisata Desa) pada hari biasa (Senin-Jumat) kedua obyek wisata tersebut dikunjungi 100 sd 200 orang per hari. Pada hari Sabtu-Minggu jumlah pengunjung mencapai 500 sd 1000 orang per hari.

Sedangkan pada hari libur khusus seperti Lebaran, jumlah pengunjung bisa mencapai 2500 orang per hari. Tiket masuk sebesar Rp 7000,- dan apabila pengunjung ingin naik rakit menyusur sungai Oya ke lokasi air terjun dengan jarak tempuh lebih kurang 250 meter, pengunjung masih dibebani biaya Rp 10.000/orang. Sehingga pada tahun 2014, jumlah pemasukan mencapai 1,2 milyar rupiah. Setelah dikurangi untuk operasional dan kontribusi (retribusi) untuk pemerintah Kabupaten, besaran pendapatan bersih dapat mencapai Rp 420 juta rupiah. Pendapatan bersih tersebut dibagikan untuk berbagai pihak (alokasi) yakni untuk desa (PADes), untuk Dusun, Dana Pengembangan, Bonus Pengelola, Dana Cadangan dsb. Omset sebesar itu belum termasuk omset dan pendapatan yang diperoleh oleh warga desa Bleberan yang berdagang pakaian, kerajinan, penjual makanan dan minuman yang menempati 53 kios yang dibangun oleh BUMDesa dengan sistem sewa Rp 15.000/bulan/kios. Disamping itu warga desa Bleberan masih mendapat kesempatan menyewakan rumahnya (home stay) untuk melayani pengunjung yang rindu dan menginap dalam suasana pedesaan.

Jumlah home stay ada sebanyak 35 buah dengan tarif sewa Rp 60.000,- sd Rp 80.000,-/orang per hari dengan tambahan fasilitas makan 1x/hari/orang yang dapat dinikmati di pagi/siang/sore hari (memilih). Para pengunjung juga mendapat pelayanan dari pemilik rumah berupa penjelasan hal ihwal terkait dengan kehidupan dan tradisi desa Bleberan. Sungguh wisata desa ini mampu meng-hold-ing banyak kegiatan warga termasuk parkir kendaraan yang jumlahnya cukup signifikan, lokasi foto pra wedding, bumi perkemahan, arena outbond training dsb. Melalui pengelolaan yang sungguh-sungguh, unit usaha ini telah menarik banyak pihak (pemerintah maupun swasta) untuk membantu baik berupa dana, peningkatan kapasitas pengelola serta sarana dan prasarana. Unit usaha ini juga telah menggerakkan roda ekonomi warga desa yang sebelum adanya BUMDesa tidak ada.

desa wisata bleberan

Foto: tamudesa.org

Unit usaha ini sekarang mampu menyerap  tenaga kerja tetap sebanyak 87 orang yang berasal dari warga desa. BUMDesa Bleberan telah menjadi contoh baik dan menjadi arena studi banding bagi banyak pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan dari berbagai daerah. Banyak prestasi telah diraih termasuk menjadi Juara I lomba wisata desa tingkat provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2015. Selamat dan sukses, semoga kepeloporanmu menjadi inspirasi bagi lebih dari 74.000 desa di Indonesia. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*