Kenapa Produk Desa Sangat Strategis Dijual Online, Begini Penjelasannya

Kenapa Produk Desa Sangat Strategis Dijual Online, Begini Penjelasannya

BERDESA.COM – Darimana sebagian besar produk yang dijual toko-toko di kota itu berasal, dari desa. Maka sebenarnya ada banyak produk desa unik yang sebenarnya sangat strategis dijual melalui online. Kenapa, karena menjual melalui online tidak butuh modal untuk bikin toko atau galeri. Yang dibutuhkan hanya foto saja.

Warga desa memiliki banyak keahlian membuat produk misalnya aneka kerajinan lokal nan unik dengan bahan-bahan alamiah misalnya produk makanan yang diolah dari bahan lokal. Masalahnya, produk seperti ini jarang mendapat respon warga setempat karena semua orang di desa itu bisa mendapatkannya dengan mudah. Tetapi bukankah produk seperti itu tidak ada di tempat lain?

Maka produk seperti itu seharusnya dijual ke pasar luar desa. Misalnya, tepung labu yang buahnya dipetik dari area pertanian warga setempat. Tahukah Anda tepung labu memiliki banyak sekali nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Tepung murni seperti ini sangat dibutuhkan warga kota yang ingin mendapatkan bahan makanan sehat dan murni.

Aneka kerajinan dari limbah kayu dri desa-desa yang sebagian warganya bekerja sebagai tukang kayu adalah peluang lainnya. Produk aksesoris berupa pernak-pernik sangat mungkin dikembangkan dari limbah kau karena hanya butuh bahan berukuran kecil. Masalahnya, prduk seperti aksesoris ini hanya bisa dijual di daerah perkotaan. Masalah terbesar bagi orang desa adalah bagaimana cara memasarkan produk-produk mereka ke pasar luar desa?

Maka cara yang paling efektif adalah melalui online. Pemasaran online memungkinkan setiap orang menjual produk hanya dengan memajang fotonya saja. Bahkan cara ini bisa dilakukan meski hanya dengan modal sampel produk, yang penting ada foto dan harga. Soal produksi bisa dilakukan jika sudah ada yang memesannya misalnya.

Hanya saja cara ini masih ‘dianggap’ sulit oleh warga desa karena keterbatasan mereka mengenai internet. Bagi sebagian besar warga desa, terutama golongan tua, internet adalah teknologi yang benar-benar rumit. Jangankan internet, bahkan sebagian mereka tidak bisa mengoperasikan smarphone yang layarnya hanya butuh disentuh itu.

Belum lagi mengenai cara memotret yang bagus dan menarik orang dan bagaimana proses pengemasan, packaging, promosi dan sebagainya. Mustahil mereka mempelajari teknologi seperti ini karena malah bakal membuat kreativitas produksinya terhenti atau terganggu. Jadi?

Maka anak-anak muda desa seharusnya mengambil peran pemasaran online ini. Hari ini semua anak muda memiliki ponsel cerdas berkoneksi internet. Daripada menghabiskan kuota internet untuk sekedar bermedia sosial tanpa hasil, bukankah mereka bisa meluangkan waktu untuk membangun bisnis melalui handphone mereka?

Mengenai berbagai materi yang harus mereka kuasai seperti cara berpromosi, mengemas produk dan pengiriman sama sekali bukan masalah pelik bagi kaum muda ini. Semua informasi itu bisa mereka dapatkan melalui ponselnya juga dengan membuka halaman pencarian Google misalnya. Tetapi bakal sangat strategis kalau anak-anak muda bekerja sama dengan pemerintahan desa mendatangkan ahli marketing online untuk mengajari anak-anak muda di desa mereka, selesai bukan?

Lalu bangunlah pembagian kerja antara produsen dan marketing. Biarkan golongan tua mengurus produksi, anak muda mengurus penyediaan disain baru, inovasi dan pemasaran. Dengan konsolidasi yang baik, bukan tak mungkin sebuah desa atau BUMDesa bisa melahirkan toko online yang laris khusus menjual produk desa. Jadi, dimana sulitnya? (aryadji/berdesa)

Foto: www.satelitnews.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*