Kenapa Membangun Desa Tangguh Bencana Itu Penting?

0
4894

Berdesa.com – Indonesia dikenal sebagai negeri dengan potensi alam memesona, lengkap dan kaya-raya. Tetapi dibalik pesona itu Indonesia juga selalu diintai beragam jenis bencana alam mulai gempa bumi, longsor, topan dan berbagai jenis bencana lainnya. Untuk itulah Desa Tangguh Bencana menjadi cara menghadapi ancaman bencana yang sulit diduga serangannya ini.

Saat ini pemerintah sedang gencar membangun Desa Tangguh Bencana (Destana) ini. Seperti yang dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Kemenko PMK, Masmun Yan Mangesa dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Pengembangan Desa Tangguh Bencana di Ruang Rapat Lantai.3 Gd. Kemenko PMK, beberapa hari lalu. Program membangun Destana, katanya, adalah salahsatu cara mencegah kerugian pada saat bencana menimpa suatu daerah utamanya pedesaan.

Masmun Yan menjelaskan, dari 2012 hingga 2017 lalu, pemerintah telah membentuk 528 Desa di berbagai wilayah di Indonesia. Angka ini masih kecil dibanding ancaman bencana yang terus mengintai berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia. Soalnya, untuk menurunkan menurunkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) sebesar 30 persen di kabupaten/kota saja, pemerintah menghitung, harus terbentuk paling tidak 5000 desa sementara pencapaian yang terjadi baru mencapai 528 desa. Karenanya pemerintah menargetkan peningkatan jumlah Destana dengan waktu yang cepat.

Baca Juga  Menikmati Keunikan Desa Banjar Banyuwangi

Desa Tangguh Bencana adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana. Desa atau kelurahan itu juga harus mampu memulihkan diri dengan cepat dari berbagai dampak bencana. Lalu sebuah desa bakal disebut mempunyai ketangguhan terhadapbencana ketika desa tersebut memiliki kemampuan mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisasikan dirinya dengan segenap sumber daya yang dimilikinya untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi resiko bencana.

Menjadi desa seperti ini tentu saja butuh proses. Karenanya pemerintah mengembangkan desa yang masyarakatnya mampu selalu siap-siaga menghadapi segala kemungkinan bencana. Warga desa diharapkan mampu mengkaji, menganalisa, menangani, memantu, mengevaluasi dan mengurangi resiko-resiko bencana yang ada di wilayah mereka dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Tujuan pengembangan Desa Tangguh Bencana adalah agar masyarakat desa yang tinggal di kawasan rawan bencana bisa terlindungi dari dampak merugikan bencana yang menimpa wilayahnya. Maka cara yang ditempuh adalah meningkatkan peran masyarakat untuk mengurangi reskio bencana. Bukan rahasia lagi, sesungguhnya sebagiann bencana adalah akibat dari ulah manusia sendiri. Nah, Desa Tangguh Bencana digalakkan agar masyarakat bisa menjaga kelestarian alam dan mampu menganalisa tindakan apa yang boleh dan tindakan apa yang bakal menciptakan potensi bencana.

Baca Juga  Bisnis Retail Terserang Badai, Karena Peningkatan Transaksi Online?

Begitu banyaknya ancaman bencana alam di negeri ini sehingga menciptakan kerugian besar setiap tahun. Bukan hanya kerugian material saja melainkan juga berdampak pada berbagai sisi kehidupan masyarakat. Bencana alam besar yang belum lama terjadi adalah meletusnya Gunung Agung di Bali. Bencana seperti itu bukan hanya menimbulkan korban manusia tetap juga mengakibatkan mandegnya aktivitas sosial dalam skala yang besar karena ribuan warga tidak bisa menjalankan kehidupan sehari-hari secara normal akibat mengungsi dan lahannya yang tak bisa dikerjakan karena tersiram abu vulkanik. Ini hanya salahsatu cerita dan Indonesia adalah salahsatu negara dengan sebutan sabuk gunung api karena memiliki sanat banyak gunung berapi aktif yang seaktu-waktu melakukan aktivitas vulkaniknya. (arya/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here