Kenapa Desa yang Sudah ‘Makmur’ Malah Butuh Banget BUMDesa

0
562

BERDESA.COM – Kalau desa sudah ‘makmur’, kenapa mesti mendirikan BUMDesa? Inilah salahsatu pertanyaan beberapa peserta Pelatihan Pengelolaan dan Pengembangan BUMDesa pada pembicara dari PT Usaha Desa Sejahtera beberapa waktu lalu. Para peserta adalah rombongan kepala desa dari Halmahera.

Pada pelatihan yang digelar di Hotel Butik, Yogyakarta itu beberapa peserta mengeluh mereka sudah mengikuti pelatihan beberapa kali tetapi belum mendapatkan materi yang mereka butuhkan. Salahstaunya logika itu, ada desa yang sudah merasa diri dan warganya sudah tercukupi kebutuhan dasarnya, sehingga kenapa harus mendirikan BUMDesa. “ Baru pada pelatihan ini kami mendapatkan tantangan untuk berpikir mengenai apa saja fungsi stratagis BUMDesa bagi desa yang merasa dirinya sudah makmur,” ujar salahsatu peserta.

Selain sebagai sebuah lembaga usaha yang memiliki banyak dukungan baik hukum, kekuatan pertaruan hingga modal, BUMDesa adalah lembaga resmi milik desa alias milik seluruh warga desa. Jika prinsip para pengusaha swasta adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya maka BUMDesa adalah menjadi mesin membangun usaha sekaligus lembaga yang memiliki kemampuan mengikat seluruh warga. Seluruh kebijakan BUMDesa juga merupakan representasi dari aspirasi yang dinginkan warganya.

Baca Juga  Pembentukan BUMDesa Bersama

Sebagian desa mungkin sudah merasa hebat dalam hal ekonomi. Tapi pertanyaannya, apakah kesejahteraan dan kehebatan ekonomi itu sudah merata ke seluruh warga desa? Atau ternyata desa merasa sudah kaya karena angka pendapatan dari usaha atau obyek wisata yang dikelolanya. Tetapi apakah pemerintah desa sudah menghitung berapa warganya yang masih hidup serba kekurangan ?

Di sinilah BUMDesa memiliki puncak pera dan kekuatannya. BUMDesa adalah kekuatan yang bisa menciptakan jalan menuju kesejahteraan bersama seluruh warga. BUMDesa dengan kekuatan yang dimlikinya bisa menciptakan sebuah formulasi baru mengenai bagaimana potensi desa diolah secara terpadu dan bisa berjalan dan mensejahterakan semua orang.  Hal mana tidak bisa dilakukan usaha swasta yang hanya memikirkan keuntungan profit bagi perusahaannya.

Untuk inilah BUMDesa harus didirikan di desa-desa, yakni lembaga yang akan menciptakan pembagian peran dan fungsi seluruh warga desa sehingga semua orang mendapatkan hak dan peran untuk membangun kesejahteraan. Kedua, karena berdiri di atas seluruh warga desa maka BUMDesa memiliki kekuatan legitimate untuk membangun tata kelola potensi desanya, menciptakan proteksi untuk warga desa dari serbuan pemilik modal besar, lintah darat serta menjamin pemerataan bagi seluruh warga desa.

Baca Juga  BUMDesa Sebagai Penyangga Ekonomi Desa

Pada konteks desa yang telah mencapai tingkat kesejahteraan tinggi maka BUMDesa sesungguhnya tidak lagi identik sebagai lembaga usaha yang akan mengentaskan persoalan ekonomi mendasar melainkan justru berperan meningkatkan kapasitas dan kualitas kehidupan warga desa. Seperti yang akan dilakukan oleh beberapa desa dari Halmahera itu. Beberapa kepala desa bahkan sudah memiliki agenda untuk mengalokasikan laba dari pengelolaan BUMDesa untuk membiayai pendidikan putera-putera terbaik desanya. “ Kami akan membiayai anak-anak yang kuliah dirantau seperti di Yogyakarta ini dengan menyediakan beasiswa sampai biaya tempat tinggal di kota ini,” ujar salahsatu kepala desa.

Ide BUMDesa menyokong pendidikan putera-puteranya jelas sebuah ide cemerlang. Soalnya, setelah mendapatkan pendidikan tinggi dan pulang ke desa, anak-anak muda berpendidikan itulah yang nantinya akan menjadi arsitek-arsitek ekonomi desa mereka menuju desa yang jauh lebih makmur lagi baik secara material maupun non material. Bagaimana dengan BUMDesa-mu?(aryadjihs/berdesa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here