Kenapa BUMDesa Bekerjasama dengan Pihak Ketiga?

0
1769

BERDESA.COM – Salahsatu perkara yang membuat kening para pengurus BUMDesa berkerut adalah soal kerjasama BUMDesa dengan pihak ketiga. Soalnya, ini berarti BUMDesa harus sudah memiliki tatanan struktur yang mapan dan konsep usaha yang kuat.

Situasi ini biasanya dirasakan BUMDesa yang secara geografis memiliki banyak peluang mengembangkan usaha berskala besar yakni desa-desa dekat wilayah perkotaan. Sebaliknya, desa-desa seperti ini justru kesulitan menciptakan unit usaha berskala kecil karena mobilitas penduduknya yang sudah sangat tinggi.

Salahsatu contohnya desa yang memiliki tanah kas desa berukuran luar di pinggir jalan besar nan ramai dan pusat usaha. Jika dimanfaatkan dengan tepat lahan potensial seperti itu bakal menjadi sumber pendapatan besar. Tetapi menciptakan konsep pemanfaatan lahan seperti itu bukan pula persoalan mudah karena harus merupakan ide bisnis yang berkualitas sekaligus terukur.

Ide bisnis berkualitas berarti ide bisnis itu harus memiliki daya tahan yang kuat menghadapi persaingan atau resiko-resiko yang bisa menimpa sebuah proses manajemen. Berkualitas juga berarti ide itu harus memiliki keunggulan dibanding usaha-usaha lain yang sudah berkembang di desanya.

Baca Juga  Butuh Momen dan Aktor dalam Mendirikan BUMDesa

Masalahnya, ide-ide bisnis yang berkualitas tak bisa lahir dari sembarang orang. Sementara salahsatu kelemahan BUMDesa adalah kekurangan SDM unggul untuk urusan bisnis atau usaha. Maklum, proses awal pembentukan BUMDesa dijalankan perangkat desa yang sebagian besar berurusan dengan administrasi dan pemerintahan, sama sekali bukan manajemen usaha. Makanya banyak BUMDesa kebingungan menentukan unit usahanya karena sebagian dari mereka bahkan masih bingung mengidentifikasi potensi mereka sendiri. Inilah yang membuat sebagian BUMDesa memilih ‘kopi paste’ alias meniru BUMDesa lain tanpa menimbang lagi cocok dan tidaknya jenis usaha itu bagi desanya.

Sebenarnya bekerja sama dengan pihak ketiga adalah alternatif jitu mengatasi situasi ini. Pihak ketiga bisa jadi person atau lebih yang ditunjuk menjadi semacam konsultan bisnis yang akan membantu BUMDesa menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Bisa juga sekelompok orang yang diajak kerjasama oleh BUMDesa untuk menjalankan unit usaha. Cara ini lebih cepat dan efektif karena bisa langsung mendapatkan SDM yang berkualitas untuk menjalankan unit usaha BUMDesa-nya.

Baca Juga  Memahami Pentingnya BUMDesa

Tetapi proses kerjasama dengan Pihak Ketiga seperti ini haruslah melalui prosedur yang jelas dan legal. Soalnya, bukan tak mungkin karena penguasaan bidang yang tak cukup kuat, potensi desa bukannya menguntungkan BUMDesa tetapi justru menjadi tambang penghasilan bagi pihak yang bekerja sama. Fakta seperti ini sudah banyak terjadi. Misalnya desa-desa yang menyewakan lahan miliknya untuk dijadikan gudang perusahaan atau lainnya. Perusahaan-perusahaan itu tidak mau menaikkan biaya sewa dengan alasan harganya sudah ditetapkan ketika awal menyewa.

Kerja sama harus dikuatkan oleh peraturan khusus yang mengikat dan menjelaskan masing-masing hak dan kewajiban sehingga evaluasi dan kontrol bakal mudah dilakukan. Dengan begitu, kerjasama dengan pihak ketiga benar-benar bakal memberikan manfaat bagi BUMDesa.(aryadji/berdesa)

Foto: www.beritadaerah.co.id

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here