Kenapa Bukan Anak Muda yang Menjalankan BUMDesa?

0
1043

BERDESA.COM – Kenapa bukan anak muda yang menjalankan BUMDesa? Itulah pertanyaan yang banyak terlontar pada wacana pembangunan desa sekarang ini? Ada dua persoalan dalam pertanyaan ini, di satu sisi sebagian kaum tua di desa meyakini bahwa segala sesuatu di desa harus dikendalikan oleh generasi tua yang sudah banyak pengalaman. Di sisi lain, anak muda sendiri belum menganggap BUMDesa sebagai peluang yang menarik.

Meski tidak sedikit BUMDesa yang kini ‘diserahkan’ nasibnya pada anak-anak muda, tetapi tetap saja para muda pengelola BUMDesa masih mengeluhkan intervensi yang berlebihan dari kepala desa mereka. Misalnya, pengucuran dana untuk membangun unit usaha BUMDesa dikucurkan dengan cara bertahap-tahap sehingga proses membangun unit usaha berjalan tidak mulus bahkan akhirnya berakhir tragis karena mandeg.

Di satu sisi prinsi kehati-hatian memang penting apalagi setiap rupiah dari dana desa harus dipertanggungjawabkan. Tetapi hal ini tidak bisa diterapkan begitu saja pada proses pembangunan bisnis. Sistem keuangan dalam bisnis, utamanya karena hal itu menyangkut cara meraih pasar, harus dijalankan secara profesional. Bagaimana bisa Anda berharap ada pembeli datang jika warung Anda hanya berisi beberapa biji produk, misalnya. Soalnya, sebuah toko, apalagi di desa, baru bakal menarik bagi orang jika menyajikan beragam produk pada rak-rak yang ada di dalamnya.

Baca Juga  BUMDes Menyentuh Perekonomian Rakyat Lapisan Paling Bawah

Celakanya, prinsip-prinsip manajemen bisnis sangat berbeda dengan manajemen pengelolaan sistem pemerintahan. Bagaimana jadinya jika sebuah unit usaha dikendalikan penuh oleh orang yang pengalamannya selama ini melulu persoalan administrasi dan pemerintahan? Itulah masalahnya dan inilah salahsatu yang membuat anak muda tidak tertarik dengan BUMDesa. Karena sebagian dari anak muda tidak cukup yakin mereka akan mampu ‘menawar’ dominasi kaum tua dalam menjalankan unit usaha itu nantinya.

Alhasil, BUMDesa mengalami krisis Sumber Daya Manusia (SDM). Padahal sesungguhnya saat ini anyak anak muda desa yang memiliki pendidikan yang baik dan kemampuan yang handal pada banyak bidang. Soalnya jaman sekarang ini banyak anak muda yang bisa mencapai hal yang luar biasa seperti lahirnya Google, Facebook dan sebagainya yang semuanya dilahirkan anak-anak muda. Jadi, tak perlu ragu bahwa anak muda sebenarnya memiliki kemampuan yang unggul daripada yang dikawatirkan golongan tua di desa.

Maka seharusnya sejak awal BUMDesa disosialisasikan justru pada anak-anak muda potensial yang memiliki kecakapan tinggi dan bukan hanya berkutat pada para perangkat desa saja. Cara sosialisasinya pun harus dengan cara-cara ala anak muda. BUMDesa adalah institusi usaha maka tidak bisa dijelaskan dengan cara yang sama ketika mensosialisasikan program pemerintahan.

Baca Juga  Lima Hal yang Harus Dihindari Ketika Membangun Usaha

Satu lagi, jangan tanggung-tanggung soal pemberian kepercayaan pada anak muda. Soalnya jika setengah-setengah yang terjadi adalah justru kegagalan usaha di depan mata. Apa pasal? Karena bisnis modern sekarang ini sudah jauh berbeda dengan pola usaha masa lalu yang semuanya serba konvensional. Yang paling membedakan adalah penguasaan teknologi informasi. Semua anak muda sekarang ini ibarat menggenggam segala informasi di tangannya karena lewat telepon genggam mereka bisa mendapatkan beragam informasi dalam hitungan detik. Mampukah golongan tua di desa melakukan hal seperti itu?

Maka, tak ada alasan lagi, sudah saatnya BUMDesa menjadi ruang bagi anak muda menorehkan karyanya bagi desa, menciptakan perubahan bagi desa mereka dan merasakan pentingnya peran mereka bagi warga desanya. Sudah tiba waktunya anak-anak muda memutuskan menciptakan sesuatu di desa dan tak perlu lagi harus ke kota untuk sekedar mendapatkan pekerjaan. Bukankah internet bisa diakses dari mana saja? Jadi apa yang membedakan desa dengan kota sekarang ini? (aryadji/berdesa)

 

 

Baca Juga  Pingin Desa Didatangi Pelancong, Inilah Konsep Desa Wisata Menuju ke Sana

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here