Kenapa Bank Wakaf Mikro Dianggap Bisa Genjot Ekonomi Rakyat?

0
572

BERDESA.COM – Baru-baru ini Presiden meresmikan Bank Wakaf Mikro di Serang, Banten. Pada acara itu Presiden menyatakan pemerintah berharap Bank Wakaf akan terus berkembang hingga sekitar 40 bank di berbagai wilayah di Indonesia. Tetapi, apakah itu Bank Wakaf dan kenapa kehadirannya sangat dinantikan?

Sekretaris Pokja Pendirian Bank Wakaf Ventura Indonesia, Suhaji Lestiadi beberapa waktu lalu menyatakan, Bank Wakaf adalah bank yang hanya fokus pada pemberian bantuan modal ke sektor usaha UMKM dengan menggunakan sistem bagi hasil. Prinsip Bank Wakaf Mikro ini berbasis syariah tetapi hanya bedanya, pelaksanaan modalnya berasal dari wakaf. Sementara Bank Syariah berasal dari setoran modal pemegang saham.

Jadi, modal yang dimiliki bank ini dikumpulkan dari masyarakat. Kemudian masyarakat berwakaf ke organisasi masyarakat (Ormas), maka Ormas lah yang memiliki saham di bank ini. Beberapa pemegang saham yang sudah terdaftar seperti Mumamadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persatuan Islam (Persis). Ada pula pemegang dari lembaga yang lain seperti lembaga pengelola dana umat seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Baca Juga  Pajak Final UMKM Dipastikan Turun Menjadi 0,5 Persen

Maka saham dalam bank Wakaf tidak bisa dimiliki individu melainkan harus atas nama lembaga Ormas. Perbedaan Bak Wakaf dengan bank komersil adalah, kepemilikan saham pada bank ada di tangan lembaga masyarakat yang sejak awal tidak menargetkan keuntungan profit tetapi lebih pada niat untuk menciptakan manfaat sosial yakni mendorong usaha umat terutama masyarakat usaha kecil dengan dan bukan untuk sektor konsumsi.

Beda lagi, Bank Wakaf benar-benar bisa memfasilitasi masyarakat yang ingin meminjam dana untuk modal usaha tanpa perlu melakukn penjaminan. Hal ini akan memudahka masyarakat pedesaan dan kaum ekonomi lemah untuk mengakses permodalan sesuai kapasitas usaha mereka tanpa perlu pusing dengan urusan administrasi yang rumit.

Bukan rahasia lagi, selama ini bank-bank konvensional mensaratkan berbagai urusan administrasi yang tak gampang dipenuhi warga pinggiran. Belum lagi harus menyertakan agunan yang lalu bakal dilelang ketika si kreditur tidak mampu membayar hutangnya. Sudah begitu, bunga yang ditetapkan untuk kreditur juga terhitung tinggi. Sementara Bank Wakaf berjalan dengan berbagai prinsip yang berbeda. Bank Wakaf tidak memudahkan urusan pencairan untuk pengusaha kecil sesuai dengan kemampuan dan kapasitas usaha, tidak membutuhkan agunan dan memasang bunga yang sangat rendah sehingga tidak ada lagi istilah mencekik leher akibat bunga bank jika meminjam pda Bank Wakaf ini. Terutama Bank Wakaf sangat fokus membidik segmen mikro yang selama ini kesulitan menjangkau bank umum.

Baca Juga  Dana Desa: Mendongkrak Pelambatan Ekonomi dari Desa

Berbagai keunggulan Bank Wakaf juga serta-merta bakal menyelamatkan warga ekonomi lemah terutama di pedesaan dari cengkeraman renternir yang selama ini mencekik kehidupan golongan warga ini.

Dengan kemampuan menjangkau sektor mikro seperti itu Bank Wakaf Mikro bisa menjadi solusi pinjaman modal bagi pelaku usaha kecil seperti bakul makanan, penjual gorengan dan sebagainya yang selama ini tidak bisa mengakses pinjaman ke bank konvensional karena berbgai syarat yang tidak bisa mereka penuhi. Presiden berharap, pertumbuhan bank wakaf bakal cepat sehingga menyebar cepat di berbagai wilayah di Indonesia.(adji/berdesa/dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here