Kemiskinan di Desa Lebih cepat Berkurang Dibanding Kota

0
95

Berdesa.com – Siapa bilang kemiskinan identik dengan desa. Sejak program pembangunan pedesaan digenjot Presiden Joko Widodo, kini desa makin berdaya bahkan mencatatkan pengurangan tingkat kemiskinan sebesar 4,5 persen. Bahkan saat ini, penurunan kemiskinan di desa lebih cepat berjalan dibandig wilayah perkotaan.

Hal ini disampaikan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, beberapa waktu lalu. Penurunan angka kemiskinan 4,5 persen itu terutama terjadi setelah desa mendapatkan kucuran dana desa sejak tiga tahun lalu. Dana desa terbukti mampu mengurangi berbagai masalah di pedesaan termasuk kemiskinan.” Meski angka kemiskinan masih tinggi, tetapi sekarang ini terbukti penanganan angka kemiskinan di desa jauh lebih cepat ketimbang di wilayah perkotaan,” katanya.

Kucuran dana desa yang jumlahnya terus meningkat sejak 3 tahun lalu tak hanya mengurangi angka kemiskinan di Desa saja melainkan juga turut mengurangi masalah stunting alias kekurangan gizi yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak-anak di pedesaan. Berkat dana desa, kasus stunting diberbagai pelosok nusnatara turun hingga 10 persen dari 57 ke 27 persen. Fakta ini membuktikan bahwa dana desa cukup efektif menciptakan peningkatan kualitas kesehatan warga desa.

Baca Juga  Apa itu SiLPA dan SILPA dan apa hubungannya dengan APBD ?

Desa-desa di negeri ini juga dinilai cepat belajar. Ini terlihat dari serapan dana desa dari tahun ke tahun. Jika tahun 2015 lalu dengan nilai Rp. 20,6 Triliun, hanya 82 persen saja yang terserap. Tahun 2016 naik menjadi Rp. 46,9 triliun dengan serapan 97 persen. Tahun ini dengan angka Rp. 60 triliun diyakini Eko Putro bakal terserap hingg 99 persen.

Kewenangan menentukan sendiri program peningkatan kesejahteraan juga membuat desa semakin pintar berimprovisasi program. Hasilnya, selama 3 tahun ini total dana desa yag tersebar telah membangun 120 ribu KM jalan desa 1.990 jembatan, ratusan PAUD, Posyandu, drainase dan sebagainya. Semua itu lahir berbasis kreativitas murni warga desa.

Kini desa kembali digenjot dengan Program Padat Karya dimulai Januari lalu. Targetnya, program yang hanya diperuntukkan bagi warga desa ini bakal membuat 200 orang tenaga kerja di desa menjadi punya pekerjaan dan mendapatkan upah harian (Padat Karya Cash). Setidaknya Rp. 18 triliun telah disiapkan pemerintah untuk program padat kaya ini, belum lagi dari berbagai kementerian yang juga memiliki berbagai program yang di-padat karya-kan. “ Kunci utama dari angka ini adalah pengawasan. Ke depan dana desa akan sangat efektif jika warga desa sendiri yang akan melakukan pengawasan,” kata Eko Putro.(adji/berbeda)

Baca Juga  Panggungharjo Gelar Rembug Desa Nasional, Undang 4000 Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here