Kembali, Lima Desa Mengikuti Pelatihan BUMDes Academy

0
1182

Pelatihan BUMDES Academy Belajar sampai ke Dlingo, itu yang dilakukan perwakilan lima desa dari Kecamatan Kaubun, Kutai Timur, Kalimantan Timur, ini. Untuk mendorong pengembangan potensi desanya mereka dengan tekun mengikuti Pelatihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang digelar PT Usaha Desa Sejahtera. Pelatihan ini berlangsung di Desa Dlingo, Kecamataan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, 3 – 7 September lalu.

Program Pelatihan bumdes adalah salahsatu produk layanan PT Usaha Desa Sejahtera (Usdes), perusahaan sosial yang fokus mendorong pemberdayaan ekonomi desa ini rutin menggelar berbagai pelatihan sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan BUMDes bagi desa-desa di seluruh Indonesia. Kali ini peserta pelatihan datang dari Kecamatan Kaubun, Kalimantan Timur.

Pelatihan Usdes memadukan beberapa pendekatan sekaligus yakni materi di dalam kelas, diskusi, kunjungan ke lokasi BUMDes dan interaksi langsung dengan para pelaku pembangunan desa dan BUMDes. Usdes yang berkantor pusat di Yogyakarta juga menggelar pelatihan di desa sesungguhnya sehingga para peserta langsung bisa merasakan suasana kehidupan sosial desa sebagai pembanding.

Baca Juga  Menggali Potensi Alam dengan Kewirausahaan Desa

Para wakil dari lima desa adalah para kepala desa, sekretaris desa, Pengurus BPD dan para pegiat BUMDes. Mengembangkan pola pelatihan terpadu yakni memadukan materi dalam kelas dengan para pemateri berpengalaman memberdayakan desa di berbagai pelosok wilayah Indonesia seperti Farid Hadi Rahman yang memberikan materi mengenai kelembagaan BUMDesa. Para peserta juga mendapatkan wacana pengelolaan pemerintah desa dari Bahrun Wardoyo, Kepala Desa Dlingo. Dlingo adalah desa yang banyak mendapatkan kunjungan dari berbagai daerah di Indonesia karena prestasinya yang menonjol dalam mengelola potensi desa.

Muhammad Amin Camat Kaubun Kutai Timur Bersama Satrio Wicaksono Director Usaha Desa

Mengenai tata cara membaca potensi dan menentukan unit usaha BUMDesa, para peserta mendapatkan pengetahuan dari pengalaman yang dijalankan Wahyu Widada Kepala desa Srigading, Bantul yang berhasil mengembangkan pengelolaan desa sarat prestasi. Srigading adalah desa yang BUMDes-nya berhasil menjalankan empat jenis usaha sekaligus yakni pengolahan sampah, wisata, rumah makan dan pertanian dengan metode khusus yakni menggunakan pasir sebagai media tanam.

Para peserta juga mengunjungi beberapa desa lain untuk mendapatkan pengalaman langsung melihat bagaimana kelompok masyarakat mengembangkan potensi desanya seperti di Desa Wukirsari. Desa Wukirsari mencatat prestasi gemilang degan memanfaatkan sungai sebagai sumber tenaga listrik untuk menerangi jalan-jalan desa. Cara ini bukan hanya kreatif tetapi secara langsung menciptakan efisiensi luar biasa bagi pemerintah desa karena memangkas biaya operasional untuk pembayaran listrik. Di Dlingo sendiri para peserta mengunjungi Desamart, toko modern kebutuhan sehari-hari warga desa yang dikelola dengan apik oleh BUMDes Giriloji, nama BUMDes Dlingo.

Baca Juga  Langsung ke Desa. Begitu Cara Usdes Melatih Pengurus BUMDes (BUMDes Academy 19)

Berlangsung lima hari empat malam para peserta juga mengunjungi pengolahan susu kambing Etawa di Desa Ngaglik, Sleman. Desa ini sukses mengembangkan pengelolaan kambing untuk memproduksi susu. Susu kambing adalah jenis susu yang memiliki kadar nutrisi lebih tinggi dari susu sapi. Hingga saat ini 900 ekor kambing dikelola dengan baik oleh desa ini.

Kemudian peserta juga di ajak untuk melihat secara langsung pengolahan susu kambing etawa dengan pesternakan kambing Etawa yang berjumlah 900 kambing etawa yang ada di desa Ngagrik Turi , Sleman. Dari sisi wisata para peserta mengunjungi Air Terjun Sri Getuk di Desa Bleberan. Air Terjun Sri Getuk adalah salahsatu obyek wisata desa yang laris manis dikunjungi wisatawan sepanjang waktu.Tak cukup di situ, para peserta juga mengunjungi pengoahan bandeng tawar ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang membutuhkan daya tempuh hingga 6 jam dari lokasi pelatihan. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan menyeluruh bagi desa-desa peserta sehingga mendapatkan gambaran sebenarnya mengenai bagaimana mengembangkan potensi yang sesuai dengan potensi desanya.

Baca Juga  Kenapa Pelatihan BUMDesa itu Penting, Ini Jawabannya

Pelatihan Bumdes academy bersama Usdes ditutup dengan materi Rencana Kerja Tindak Lanjut dengan pola berjaringan. Selain berbagai materi tadi, mengikuti pelatihan Usdes maka peserta bakal masuk menjadi anggota jejaring komunitas BUMDes beranggotakan ribuan dari seluruh Indonesia. Beragam diskusi pengembanga desa bisa didapatkan dari jaringan ini.(aryadji/berdesa)

Info pelatihan BUMDES Academy klik disni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here