Kecamatan Kaubun dan Tim Usaha Desa Ciptakan Terobosan Ekonomi Desa

0
1227

BERDESA.COM – Kecamatan Kaubun, Kutai Timur, Kalimantan Timur, membuat terobosan. Enam desa di Kecamatan ini telah berhasil merumuskan program pengembangan ekonomi desa dengan tajuk Etalase Kaubun. Kini enam desa itu siap menggenjot potensinya berdasar rumusan yang berhasil mereka susun.

Enam desa pelopor pengembangan ekonomi itu adalah Desa Bumi Etam, Desa Bumi Rapak, Desa Bumi Jaya, Desa Kadungan Jaya, Desa Pengadan Baru dan Desa Cipta Graha. Penyusunan rumusan program pengembangan ini berhasil dilakukan setelah para perangkat desa mengikuti Pelatihan Pendirian dan Pengembangan BUMDes yang digelar Usaha Desa Sejahtera (Usdes) di Yogyakarta beberapa bulan lalu. Pelatihan itu dilanjutkan dengan pelatihan lanjut yang digelar langsung di wilayah Kaubun, Kalimantan Timur pertengahan Oktober.

Menghadirkan beberapa pemateri dari Usdes Yogyakarta, para kepala desa dan pegiat BUMDes di enam desa ini mengikuti dengan tekun pelatihan tingkat lanjut dengan fokus menggali potensi desanya masing-masing. Acara yang digelar 6 hari 15-21 Oktober itu bertema bagaimana mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa sekaligus menciptakan solusi bagi desa sehingga mampu secara mandiri meningkatkan kesejahteraan ekonominya.

Baca Juga  Kesetaraan Ekonomi Bisa Dilakukan dengan Teknologi Informasi

Acara dilanjut dengan melakukan survey pada masing-masing desa untuk menemukan konsep One Village One Product. Hasilnya, Desa Bumi Etam bakal memacu diri mengembangkan Smart Village, Desa Bumi Rapak mengepakkan sayap membangun Argo Wisata Pertanian dan Peternakan, Desa Bumi Jaya memproklamirkan diri sebagai Tourism Village dengan fokus mengangkat potensi perdagangan dan wisata di desanya.

pemaparan hasil pemetaan potensi kecamatan kaubun ke bupati kutai timur oleh usaha desa

Desa Kadungan Jaya bakal mengolah potensi dirinya sebagai wilayah desa yang memiliki potensi tambak sehingga menancapkan diri sebagai Kampong Ikan yakni desa pusat budidaya beragam jenis ikan dan udang sekaligus mengolah hasil perikanan itu. Desa Pengadaan Baru memproyeksi diri sebagai desa Hortikultura karena kekayaan alamnya yang melimpah. Sedangkan Desa Cipta Graha bakal melaju dengan konsep Culture Village karena memiliki kekayaan budaya yang tidak dimiliki desa-desa lainnya.

Berbagai konsep itu berhasil disusun setelah Tim Usaha Desa dengan para pegiat desa setempat melakukan kajian potensi desa-desa di Kaubun. Bukan itu saja, dari enam desa itu juga bakal mendirikan usaha retail berupa toko modern DesaMart. Toko yang bakal menyediakan berbagai barang kebutuhan sehari-hari itu bakal berdiri di empat desa untuk memenuhi kebutuhan warganya.  Hebatnya, minimarket berkemasan modern ini juga bakal memprioritaskan produk local sebagai item dagangannya. Sekaligus bakal menjadi pusat kulakan bagi warung-warung tradisional di wilayah itu.

Baca Juga  Desa Miskin dan Tertinggal Bakal Dapat Dana Lebih Besar pada 2018

Program Etalase Kaubun ini dipastikan bakal segera dimulai setelah pada 21 oktober lalu Tim Usaha Desa melakukan pemaparan hasil pemetaan potensi di enam desa. Pada presentasi di hadapan para pejabat Kabupaten itu Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar menyatakan antusiasmenya dan sepenuhnya mendukung rumusan yang telah berhasil dilakukan para pegiat desa di Kecamatankaubun bersama Tim Usaha Desa. Selain Pejabat Kabupaten dan Tim Usaha Desa, paparan itu juga dihadiri perwakilan Forum CSR Kabupaten Kutai Timur Abdulk Kadir Jaelani dan Camat Kaubun M. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here