Kaum Perempuan Harus Terlibat dalam Pembangunan Desa

0
1963

BERDESA.COM – Gemuruh semangat pembangunan desa jangan sampai mengabaikan kaum perempuan. Faktanya, sebagian besar UMKM di desa-desa di Indonesia dijalankan para Kartini ini. Mereka, sembari mengurus anak-anak dan suaminya masih mampu membantu mendapatkan income untuk membangun ekonomi keluarga.

Sampai sejauh ini wacana dana desa belum memunculkan dorongan yang signifikan bagi terciptanya ruang bagi kaum perempuan. Padahal fakta di lapangan, kaum ini tidak hanya mampu mengurus anak dan suami tetapi sebagian besar dari mereka juga terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi produktif melalui UMKM yang ada di desa. Artinya, kaum perempuan justru memiliki kemampuan untuk menjalankan dua agenda kegiatan yakni mengurus keluarga sekaligus menciptakan tambahan pendapatan bagi keluarganya.

Bukan hanya dalam hal melakukan kegiatan ekonomi, kaum perempuan di desa juga terbukti memiliki kemampuan konsolidasi yang kuat dalam organisasi, kelompok atau kegiatan-kegiatan yang melibatkan komunitas mereka. Salahsatunya adalah banyaknya lembaga simpan-pinjam yang meraksasa di berbagai belahan bumi Indonesia yang anehnya justru dijalankan dan hanya bisa diakses oleh kaum perempuan.

Baca Juga  Cara BUMDesa Meraih Rupiah Dibalik Sampah

Tidak terhitung pula berbagai koperasi di pedesaan yang menempatkan kaum perempuan sebagai mitra utama untuk diberi dukungan modal usaha memiliki kemampuan surviving tinggi. Maka perempuan sebenarnya memiliki peran besar dalam kemajuan ekonomi desa. Apalagi sebagian besar keluarga menjadikan istri sebagai pengatur keuangan keluarganya.

Dalam sebuah rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi di beberapa desa di Kabupaten Aceh Barat beberapa bulan lalu Berdesa.com bahkan mendapatkan fakta ironikl. Dari puluhan desa di Aceh Barat yang saat ini sedang menggejot pendirian Badan Usaha Milik Gampong, ternyata BUMG yang paling aktif adalah BUMGampong yang diketuai perempuan dan hamper seluruh pengurusnya perempuan.

Keunggulan BUMGampong Kubu di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat itu mulai dari aktivitas ekonominya, mereka memberayakan puluhan ibu-ibu di kampungnya menciptakan aneka produk kerajinan yang mampu menciptakan tambahan pendapatan bagi keluarga.  Mereka juga unggul dalam hal administrasi seperti mencatat materi rapat, mencatat pengeluaran organisasi dan sebagainya.

Wacana penciptaan ruang bagi perempuan dalam gemuruh membangun desa tidak boleh hanya sekedar mendorong mereka untuk bisa menjadi produktif dalam hal ekonomi saja. Melainkan harus pula kaum ini diberi ruang dalam wilayah politik. Mereka harus memiliki akses untuk turut menentukan arah perubahan social di lingkungan desanya. Hal ini sudah seharusnya masuk dalam agenda desa dalam rencana pembangunannya. Contoh kecilnya, apakah sudah mulai muncil gerakan perempuan dalam BUMDes dengan menjadi Direktur BUMDes misalnya? Bagaimana dengan desa Anda? (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here