Kampung Mataraman, Bukti BUMDes Sukses Kelola Rumah Makan

0
346

BERDESA.COM – Jika sebagian besar desa bingung memanfaatka tanah kas desanya, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, sebaliknya. Beragam ide kreatif membuat BUMDes Panggung Lestari berhasil melahirkan banyak usaha kreatif. Kampung Mataraman adalah besutan BUMDes ini yang kini menjadi salahsatu pilihan tempat makan favorit warga Jogja.

Berada di pinggiran Kota Yogyakarta yang ramai anak muda membuat desa ini memiliki ide unik: membuka usaha kuliner dengan memanfaatkan tanah kas desa yang berada di pinggiran jalur Ringroad Selatan. Desa ini memang diuntungkan dari sisi keramaian karena dibelah jalur Ringroad Yogyakarta yang sibuk. Hingga lahirlah Kampung Mataraman.

Luasnya area membuat jalan masuk ke rumah makan ini mirip masuk kampung. Pepohanan rimbun dan lapang. Anda lalu akan disambut beberapa bangunan rumah tradisional desa berupa pendopo besar dan beberapa bangunan berdisain rumah kampung lengkap dengan dinding kayu dan kursi-kursi yang juga tradisional. Para pelayanannya mengenakan pakaian khas Keraton Yogyakarta, lurik dan berjarit bagi yang perempuan.

Menu makanannya asli ndeso mulai dari sayur lodeh, beberapa jenis oseng termasuk oseng pare yang pahit tapi eksotis rasanya. Anda bisa memilih tempe goreng, lele goreng, ayam goreng dan ayam bersayur. Semuanya adalah menu-menu yang biasa hadir di meja makan warga Yogyakarta sehari-hari.

Baca Juga  Tak Hanya Shampoo, Beras Juga Bakal Dijual Sachet Mulai Juli

Begitu pula minumannya seperti the, es teh, kopi dengan pilihan gula yakni gula pasir, gula Jawa atau gula aren. Satu hal yang menjadi istimewa dari sajian menu di sini adalah, seluruh menu ini dimasak dengan tanpa bahan kimia sehingga sangat sehat.

Kampung Mataraman memang tak hanya menjual menu desa Yogyakarta yang eksotis melainkan juga menyebarkan kesadaran pentingnya gaya hidup sehat dengan pengolahan makanan yang sehat pula.

Deretan menu barulah salahsatu pesona rumah makan ini. Yang paling mengesankan adalah tempat makannya. Kampung Mataraman benar-benar menghadirkan suasana alam desa di seluruh bagian tempat ini. Anda bisa memilih makan sambil lesehan di pendopo.

Anda juga bisa makan sambil menikmati semilir angin dari pelataran terbuka sembari duduk di deretan meja di bawah pohon nan sejuk. Jangan kawatir, udara tempat ini masih bersih karena terlindung dari debu-debu udara perkotaan.

Yang paling asyik, Anda juga bisa duduk di meja dan kursi kuno dan antik yang selama ini hanya dipruntukkan sebagai barang ekspor. Di sini Anda akan bisa duduk di atas kursi yang dipahat dari batang pohon sambil menikmati kemilau air kolam.

Baca Juga  Mengenal Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan

Sebuah jembatan bambu yang cantik berada tepat di depan Anda. Ini adalah jembatan bambu yang di disain sebagai tempat yang paling dicari orang jaman sekarang: selfi.

Ya, selain aneka makanan khas desa yang ngangeni, tempat ini memang disain menjadi tempat yang sangat ciamik untuk berselfi. Maka jangan heran jika tiap hari ada rombogan datang untuk makan, bercengkerama sekaligus mengabadikan keceriaan di tempat ini. Kampung Mataraman menjawab semua itu.

Hebatnya lagi, harga yang ditawarkan adalah harga rakyat, harga yang dijangau semua orang. Tak perlu kawatir, tempat ini tidak akan membuat kantung Anda menjadi kempes.

Harga murah tapi tempat dan pelayanan istimewa inilah yang membuat Kampung Mataraman langsung melejit dalam beberapa bulan pertama peluncurannya. Itu baru beberpa keunggulannya. Masih ada sesuatu yang dimiliki tempat ini dan tak banyak dimiliki oleh tempat lain.

Kampung Mataraman adalah milik BUMDes. Ya ini adalah rumah makan yang tercetus, lahir dan seluruh bagian manajemennya dikelola oleh BUMDes Panggungharjo. Kampung Mataraman juga membuktikan bahwa BUMDes bisa mengelola sebuah usaha modern yang tak kalah hebat dengan usaha-usaha yang dikelola para pemilik modal.

Baca Juga  Kenapa BUMDes Harus ‘Seksi’?

Kampung Mataraman juga membuktikan, dengan pengelolaan manajemen yang modern, usaha yang dibangun BUMDes bisa menyedot banyak tenaga kerja dan berbagai komoditas pertanian desa yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan konsumen rumah makan mulai dari beras, sayur hingga buah-buahan. Kampung Mataraman, menghidupkan banyak aspek ekonomi bagi desanya.(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here