“Kajeng” Handycraft, Pelopor Mainan Kayu

“Kajeng” Handycraft, Pelopor Mainan Kayu

BERDESA.COM – Produk Kajeng merupakan produk handycraft atau buatan tangan ini memang tidak menutup kemungkinan dikerjakan dengan mesin. Namun sentuhan tangan merupakan sebuah seni yang tidak bisa diberikan oleh mesin, sehingga sampai sekarang masih mempertahankan pembuatannya dengan tangan. Berbeda pada mainan umumnya, Kajeng craft menggunakan bahan baku dari limbah mebel atau kayu sisa pabrik dimana ramah lingkungan dan tentunya memiliki nilai edukatif. Jenis mainan yang diproduksi ada sekitar 150 dimana masing-masing memiliki tingkat kesulitan tersendiri, mulai dari TK sampai tingkat Profesor. Adapun paket mainan yang dijual belikan mulai dari paket TK, SD, SMP/A dengan harga Rp. 250.000/paket.

Tantangan Marketing

Persaingan produk mainan jenis ini di dalam maupun luar negeri memang masih minim atau bisa dibilang belum ada karena tingkat kesulitan membuat jenis mainan ini dan sumber daya yang bisa membuat mainan jenis ini. Namun untuk krisis global seperti krisis eropa pada tahun 2010 sangat berdampak pada permintaan hingga berkurangnya penjualan sebesar 70-80% dari penjualan normal. Oleh karena itu kajeng juga menggunakan media informasi terkini seperti website, whatsapp dan sejenisnya untuk memasarkan produknya, dan promosi ke sekolah-sekolah di Bantul.

Kepercayaan antara buyer dan Kajeng adalah kunci sampai sekarang industri handycraft ini masih bertahan. Tantangan yang bersifat umum adalah rendahnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya mainan yang bernilai edukatif ditambah kurang cinta terhadap buatan negeri sendiri. Baru sedikit dari masyarakat sekitar yang melirik mainan jenis ini, dikarenakan kebanyakan masyarakat lebih memilih mainan yang menyenangkan seperti game dan sedikit yang berorientasi kepada manfaat pada mainan yang diberikan pada anaknya. Di negara Turki, jenis mainan ini sudah dijadikan kurikulum SD.

Namun terjadinya krisis ekonomi Eropa berdampak signifikan terhadap industri ini. Saat ini Kajeng hanya mempunyai 12 karyawan meliputi bagian produksi sampai finishing dan terus bertahan di era mainan plastik yang kian menjamur. Tantangan utama yang dihadapi Kajang Handicraft adalah mempertahankan dan memperluas pasar, baik domestik maupun mancanegara.(bd05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*