Jurus Pendamping Desa

Jurus Pendamping Desa

BERDESA.COM – Demokratisasi desa merupakan tanggung jawab seluruh unsur desa, baik masyarakat Desa, BPD, Pemerintah Desa, Lembaga Kegiatan Masyarakat, ataupun Lembaga Adat. Namun demikian, secara khusus pendamping juga bertanggung jawab dalam mengawal proses demokratisasi desa.

Maka dari itu, ada beberapa langkah strategis yang semestinya diketahui oleh pendamping desa. Hal itu agar upaya demokratisasi desa dapat berjalan efektif dan efisien. Adapun langkah strategis upaya demokratisasi desa adalah mengontrol terlaksananya prosedur dan mekanisme demokrasi desa seperti musyawarah desa dan Pemilihan Kepala Desa, mengawasi kadar prinsip demokrasi dalam pelaksanaan mekanisme demokrasi dan mengembangkan kultur demokrasi dalam keseharian desa dan kegiatan-kegiatan desa.

Pertama, mengontrol terlaksananya prosedur dan mekanisme demokrasi desa. Dalam hal ini, pendamping desa secara aktif menjadi aktor yang bertugas memastikan berjalannya prosedur dan mekanisme demokratisasi desa. Misalnya, dalam proses pemilihan kepala desa (Pilkades) atau Musyawarah Desa. Pengawasan tersebut pun tidak sekadar memastikan berjalannya suatu proses Pilkades, misalnya. Akan tetapi, pendamping desa juga harus mengawasi aktor-aktor dalam penyelenggaraan Pilkades hingga kinerja kepala desa terpilih.

Kedua, mengawasi kadar prinsip demokrasi dalam pelaksanaan mekanisme demokrasi. Langkah kedua ini merupakan kelanjutan langkah pertama. Jadi, pendamping desa tidak hanya memastikan prosedur dan mekanisme demokrasi berjalan. Akan tetapi, pendamping desa juga harus memperhatikan berjalannya prinsip-prinsip demokrasi. Dengan kata lain, demokrasi memang dapat berjalan secara prosedural, namun harus diperhatikan misalnya kualitas pelaksanaan tahap per tahap serta dibandingkan dengan prinsip demokrasi antara lain partisipasi dan musyawarah.

Ketiga, mengembangkan kultur demokrasi dalam keseharian desa dan kegiatan-kegiatan desa. Langkah ketiga tersebut sangat menentukan proses demokratisasi desa. Mengembangkan kultur demokrasi berarti membiasakan (habituasi) tindakan untuk mengacu pada prinsip-prinsip demokrasi, dan tentu pada prinsip-prinsip luhur yang dikenal desa termasuk kearifan lokal. Melalui proses pembiasaan tindakan keseharian maupun dalam kegiatan-kegiatan Desa, prinsip-prinsip demokrasi akan menjadi hidup dan tumbuh.

Selain itu, mengembangkan kultur demokrasi juga dapat berlangsung dengan cara yang sederhana. Prinsip mengacu pada kepentingan masyarakat desa, toleransi, keadilan gender, sukarela, humanis, dan prinsip-prinsip lain di atas pada dasarnya dapat diterapkan bukan saja dalam konteks demokrasi, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.(bd04)

Baca juga : Tugas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa

BUMDesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*