Jualan di E-Commerce Lebih Aman Bagi UKM

0
746
Jualan di E-Commerce Lebih Aman Bagi UKM
Jualan di E-Commerce Lebih Aman Bagi UKM

BERDESA.COM – Jika ada gelombang yang tak bisa dibendung, itulah internet. Faktanya, internet kini bahkan telah mengambil alih model orang menjalankan usaha di dunia, termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Data Berdesa.com mengungkap, tahun 2012 jumlah transaksi jual-beli melalui internet di Indonesia sebesar Rp. 69 triliun. Dalam setahun saja jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp. 130 triliun pada 2013.

Tahun bertambah, jumlah pemakai internet terus berlimpah. Memasuki 2016, pengguna internet aktif di Indonesia mencapau 81,1 juta orang dari total jumlah penduduk 259 juta jiwa alias 34 persen. Salahsatu pengguna yang paling getol adalah kalangan UKM yang menggunakan jagat maya untuk menawarkan beragam produk UKM-nya. Faktanya, penelitian Google Indonesia menyebut, berjualan melalui internet mampu menggenjot penjualan hingga 80 persen. UKM pengguna internet juga menjadi sangat inovatif karena banyaknya pengetahuan yang mereka asup melalui dunia maya.

Menjalankan usaha jual-beli melalui internet jelas peluang menjanjikan hari ini. Namun tak pula bisa dipungkiri, sebagian orang masih ragu untuk melakukan transaksi karena tak sedikit pula konsumen yang menelan pil pahit karena barang yang diterima tak sesuai janji. Sebagian lagi masih punya persoalan pada penguasaan teknologi sehingga belum mampu mengakses teknologi hebat ini.

Baca Juga  Inilah Hal-Hal Baik yang Akan Terjadi Jika BUMDesa Mulai Bekerja

Ada beberapa pola yang dilakukan orang dalam urusan jual-beli di dunia digital. Sebagian menggunakan sosial media. Sosial media memungkinkan setiap orang mempromosikan dagangannya dalam bentuk foto, video, cerita tentang produk sekaligus bercakap-cakap dengan calon pembeli. Hebatnya sosial media adalah, membangun jaringan pertemanan hanya tinggal menjentik jari dan promosi segera menyebar bak wabah sampar. Hanya saja, banyak masalah yang mengintai jual-beli dengan sosial media ini.

Pengusaha UKM Choirul Mohammad, asal Yogyakarta yang sudah menekuni jual beli online setahun terakhir menyatakan, kelemahan terbesar Sosmed adalah tidak ada verifikasi data penjual. “Artinya, sangat mungkin penjual menipu pembelinya dengan barang palsu, rusak atau bahkan tak ada barang sama sekali,” katanya pada Berdesa.com. Soalnya, tidak ada jaminan uang pembeli bakal kembali jika terlanjur di transfer-kan. “ Itu resiko yang belum bisa ditanggulangi,” katanya. Lalu bagaimana membangun kepercayaan calon pembeli lewat sosial media?

Choirul yang menekuni penjualan obat-obatan herbal dan berbagai produk organik seperti vitamin, hormon dan probiotik untuk pertanian, peternakan dan perikanan menyarankan agar penjual memanfaatkan sosial media-nya untuk sekedar berpromosi saja. “ Dan tetap membuka akun di marketplace atau e-commerce seperti usahadesa.com, tokopedia, olx dan sebagainya,” kata dia. Jadi, ketika ada calon pembeli tertarik, si calon pembeli dipersilakan melihat akun kita di e-commerce, soalnya transaksi e-commerce jauh lebih aman,” kata dia.

Baca Juga  UMKM dan Start Up, Apa Bedanya?

E-commerce alais e-dagang memiliki beragam keunggulan, terutama verifikasi data penjual. Di e-dagang semua orang bisa melihat identitas si penjual. E-commerce juga memiliki fasilitas transaksi yang aman karena menggunakan rekening bersama. Dalam bertransaksi, uang si pembeli di transfer pada rekening online milik si penjual yang telah terdaftar di rekening bersama e-commerce bersangkutan. Jadi, uang tidak bisa langsung masuk ke kantung penjual.

Uang yang ditransfer konsumen bakal masuk ke rekening bersama, setelah itu barang dikirim diterima pembelinya. Setelah memastikan barang diterima pembelinya dan sudah sesuai promosi yang ditawarkan, baru si penjual menerima pembayaran. Cara ini jelas jauh lebih aman karena dipastikan uang baru akan dibayarkan kalau barang pesanan sudah datang sesuai penawaran. Jika penjual berbohong, bakal ada sanksi yang jelas dalam sistem ini.

Arif Kusumo, pengusaha UKM lainya yang juga menjual melalui e-commerce menyatakan, sebenarnya e-dagang sudah sangat cukup untuk mengembangkan menjual aneka barang. “ Semua orang tahu e-commerce memang website jual-beli, jadi semua yang datang ke sini (marketplace) adalah orang yang tujuannya jelas menjual atau membeli. Jadi, kenapa harus menanggung resiko penipuan kalau ada tempat yang jauh lebih aman?” katanya. (dji-1).

foto: gannet.cdn.com

Baca juga : Cara Unik Temukan Ide Membangun UKM

Baca Juga  Cara UKM Memasarkan Sepatu Rajut Unik

BUMDesa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here