Jadi Percontohan Desa Maju, Seperti Inilah Keberhasilan BUMDes Sukamanah

0
3010
Percontohan Desa Maj

Percontohan Desa Maju – Desa Sukamanah yang terletak di Bogor Jawa Barat ini sering menjadi studi banding bagi desa-desa lintas provinsi, bahkan ada yang dari Papua. Hal ini disebabkan keberhasilan BUMDes Sukamanah dalam hal pengelolaannya.

Keberhasilan mengelola Badan Usaha Milik Desa ini dirasakan betul oleh warga masyarakat desa, seperti pasar desa dan penyaluran air bersih. Memangnya seperti apa keberhasilan BUMDes Sukamanah ini?

Pada mulanya, pasar Mancung menjadi satu-satunya tempat yang banyak membantu warga Desa Sukamanah, Kecamatan Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat. Sepuluh tahun yang lalu, warga desa Sukamanah hanya bisa berbelanja pada hari senin dan kamis saja.

Tapi kini Pasar Mancung sudah bisa beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, mulai dari kebutuhan sembako, sayur-mayur, pakaian, dan lain sebagainya.

Sudah sepuluh tahun ini BUMDes Sukamanah ini membangun kios-kios di Pasar Mancung ini. selama kurun waktu 10 tahun ini, para pedagang cukup membayar RP 2.000 saja untuk bisa berjualan di kios tersebut.

Baca Juga  Pingin Tahu Asas Rekognisi dan Subsidiaritas, Ini Penjelasannya

Tidak hanya di pasar saja, BUMDes ini juga ikut menyumbang kebutuhan air bersih bagi masyarakat desa. Jika dulunya warga desa cukup kesulitan mendapatan pasokan air bersih, kini tidak lagi dirasakan.

Hal ini dikaranakan sudah dibangunnya saluran air bersih langsung dari kaki Gunung Pangrangi. Sampai saat ini tercatat sudah ada 500 lebih kepala keluarga yang bisa menikmati saluran air bersih dengan harga yang cukup murah ini.

Menariknya lagi, pengembangan saluran air bersih ini akan terus dilanjutkan dengan tujuan supaya bisa mengaliri desa tetangga juga. Pengembangan ini justru dilakukan secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan dana desa dan pemerintah pusat.

BUMDes Sukamanah Miliki Aset Miliaran
BUMDes yang sampai saat ini tercatat hanya mengelola tiga unit layanan usaha ini justru sudah memilki aset sampai miliaran. Bidang usaha tersebut meliputi pengelolaan pasar desa, simpan pinjam bagi pedagang kecil, dan penyediaan sarana air bersih.

Terkait dengan penyediaan air bersih, kini setiap rumah warga sudah dipasangi meteran air dengan tarif yang sangat murah, hanya seribu rupiah per meter kubik. Sedangkan untuk sistem penyeluran airnya terbilang sangat sederhana, sebab hanya menggunakan sistem gravitas saja.

Baca Juga  Tak Usah Bingung Menyusun LPJ BUMDes, Ini Contohnya

Kemudian untuk unit simpan pinjam, BUMDes tidak mewajibkan adanya jaminan bagi para peminjamnya yang memang mayoritas adalah para pedagang kecil. Meskipun demikian, kini dana yang disalurkan sudah mencapai lebih dari Rp 600 juta.

Dalam pengelolaan pasar desa, BUMDes ini sudah memiliki ratusan kios. Sampai saat ini, BUMDes Sukamanah ini tercatat sudah mengelola 107 kos dengan 67 kios dibangun secara swadaya masyarakat desa dan yang 40 kios dibangun lewat bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 750 juta.

Para pedagang tersebut tidak berhak memiliki kios pasar desa, tapi hanya diberikan hak memanfaatkan kios saja. Selama berdagang, para pedangan ini hanya diharuskan untuk membantu pemeliharaan kios dan pengembangan pasar desa.

Selain itu, para pedangan juga diwajibkan untuk menyumbang sebesar Rp 20 juta yang bisa dibayarkan dalam beberapa tahapan. Kemudian untuk operasional pengelola pasar desa dibayar lewat dana retribusi kios sebesar RP 2.000 yang ditarik setiap harinya.

Keberhasilan BUMDes Sukamanah dalam hal pengelolaannya ini wajib dicontoh oleh BUMDes-BUMDes lainnya. Terlebih lagi program-programnya yang memang terbukti mampu mensejahterakan masyarakat desa setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here