Interweb dan Media Sosial Untuk Pemasaran Produk BUMDes dan UKM Desa

0
967

Oleh: Lalu Suhayatman

Internet (interweb) sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat diberbagai lapisan dan golongan. Rata-rata masyarakat di Indonesia menggunakan waktu tiga jam sehari untuk berselancar di dunia maya, dengan aktivitas yang dilakukan seperti mengakses jejaring Optimalisasi Sosial Media (Tito Siswanto) 81 sosial (90%), mencari informasi (75%), hiburan (58%), surat elektronik (47,3%), permainan (44%), dan belanja (48,5%).

Survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan, pengguna Internet di Indonesia pada 2014 mencapai 107 juta, dan pada 2015 mencapai 139 juta. Dari data tersebut, diidentifikasi bahwa jenis perangkat yang dipakai untuk mengakses internet antara lain, telepon cerdas (70,1%), diikuti PC Notebook (45,4%), computer rumah (41%), PC Netbook (5,6%), dan tablet (3,4%).

Sejalan dengan itu, potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di dunia maya memiliki potensi yang cukup besar. Hal ini dapat dibuktikan oleh beberapa data yang disampaikan oleh perusahaan penyedia situs jual beli online, dimana situs internet Kaskus mengklaim bahwa jumlah transaksi mencapai Rp. 575 Miliar per bulan, Tokobagus Rp. 300 Miliar per bulan. Belum lagi para pelaku jual beli online melalui media social (social media) yang saat ini menjadi media paling ampuh untuk dijadikan media pemasaran. Upright Decision menyampaikan bahwa rata-rata transaksi online di Indonesia didominasi oleh sosial media Facebook ada sekitar (50%), kaskus (14%), Twitter (12%), WordPress (5%), Linkedin (2%), dan sisanya (17%) menggunakan social media lain.

Baca Juga  Pembentukan BUMDesa Bersama

Hal ini tentu saja menjadi menarik, ditengah gencarnya pemerintah mendorong masyarakat untuk berwirausaha dan mendorong pertumbuhan UKM, para pelaku usaha mulai mendapatkan sebuah perangkat penting dalam mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan layanan situs jual beli online dan sosial media sebagai alat promosi secara gratis. Bahkan saat ini, sosial media tidak hanya sekedar menjadi media promosi, tetapi juga digunakan sebagai alat pemasaran interaktif, pelayanan, membangun komunikasi dengan pelanggan dan calon pelanggan, serta sebagi alat untuk menjual dan membeli produk secara online.

Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik, terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan suatu produk di pasar. Konsep yang secara umum digunakan untuk menyampaikan pesan, sering disebut sebagai bauran promosi (promotion mix) yaitu, periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), penjualan pribadi (personal selling), humas dan publisitas (publicity and public relations), dan penjualan langsung (direct selling).

Jika melihat bauran promosi tersebut, social media terbukti dapat memegang perananan Sebagai Integrated Marketing Communication (IMC). Sosial media mampu melakukan fungsi bauran promosi secara terpadu, bahkan sampai terjadinya proses transaksi. Dimana ketika pelanggan telah menjadi user yang tergabung dalam akun sosial media yang dimiliki oleh perusahaan, baik itu pertemanan atau fans page (dalam Facebook), follower (dalam Twitter), atau istilah lain yang digunakan oleh beberapa penyedia sosial media.

Baca Juga  Mengenal Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa)

Maka perusahaan akan secara otomatis dapat menjalin komunikasi secara terus menerus, sehingga perusahaan dapat melakukan komunikasi secara persuasive dan memperkenalkan produk-produknya di kemudian hari. Menurut Shimp (2000), IMC adalah proses pengembangan dan implementasi sebagai bentuk program komunikasi persuasif kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan. Adapun tujuannya adalah mempengaruhi atau memberikan efek langsung kepada prilaku khalayak sasaran yang dimilikinya yakni pelanggan. IMC menganggap seluruh sumber yang dapat menghubungkan pelanggan dan calon dengan produk atau jasa dari suatu merek atau perusahaan, adalah jalur yang potensial untuk menyampaikan informasi di masa datang. Dengan kata lain, proses IMC berawal dari pelanggan atau calon pelanggan kemudian berbalik kepada perusahaan untuk menentukan bentuk dan metode yang digunakan dan dikembangkan bagi program komunikasi yang dijalankan.

Jika penggunaan sosial media dilakukan secara optimal oleh UKM, tentu saja hal ini dapat meningkatkan daya saing UKM itu sendiri. Para pelaku UKM akan lebih mudah berkomunikasi melalui media sosial mengenai harga, produk, distribusi, serta promosi yang dilakukan. Sejalan dengan pendapat De Lozier yang dikutip oleh Kotler dan Amstrong (2004), dimana komunikasi pemasaran terpadu (IMC) perlu diterapkan mulai dari tataran bauran pemasaran (4P) yaitu komunikasi produk, komunikasi harga, komunikasi tempat (distribusi), dan komunikasi promosi.

Baca Juga  Sandal Spon Bantul Menembus Hotel Berbintang

Apabila para pelaku UKM mampu mengoptimalkan sosial media dalam kegiatan usahanya, maka akan bertambah banyak UKM yang mampu bersaing dalam persaingan pasar global serta dapat melakukan pemasaran secara gerilya tanpa menguras banyak biaya.

Tantang terbesar pemasaran online oleh UKM adalah keterbatasan jangkuan terhadap pasar dikarenakan keterbatasan keahlian dan permodalan dalam menggunakan alat-alat (tools) pemasaran online, akibatnya tidak sedikit UKM dan terlebih lagi UKM desa yang hanya mampu membuat website untuk menampilkan produk barang dan jasa tetapi tidak mampu mempromosikan website (barang dan jasa) ke pasar yang lebih luas.

Tim usahadesa.com melihat celah ini untuk mengatasi persoalan tersebut dengan menyediakan layanan online marketing dan advertising bagi produk dan jasa BUMDes dan UKM desa dengan memanfaatkan berbagai channel media baik yang berbayar/paid advertising (Adwords, Social PPC, display ads, contextual ads, mobile ads dll) maupun yang tidak berbayar/gratis (Social media marketing, Search Engine Optimisation, Viral, Classified ads dll).

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan produk dan jasa BUMDes dan UKM desa menjangkau konsumen dari berbagai kalangan (demographic target) maupun area (geo target). Dengan demikian diharapkan produk dan jasa BUMDes dan UKM bisa dikenal luas (branding) sehingga mampu meningkatkan jumlah penjualan dan transaksi.

Baca juga : Cara Unik Temukan Ide Membangun UKM

BUMDesa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here