Inspirasi Usaha Desa: Bisnis Ternak Ayam Petelur

0
988

Berbicara soal inspirasi usaha di desa memang tidak ada habisnya. Ada banyak sekali usaha yangbisa Anda coba jalankan di desa. Tidak hanya usaha dengan modal besar, tetapi beberapa juga merupakan usaha dengan modal kecil. Beberapa usaha dengan modal kecil di desa di antaranya adalah bisnis jamur tiram, bisnis bimbel, bisnis jastip dan masih banyak lainnya. Tidak hanya itu, masih ada banyak sekali inspirasi bisnis yang bisa Anda coba jika Anda memilki hunian atau properti di desa.

Orang seringkali menganggap remeh hunian di desa. Padahal, dengan memiliki hunian di desa sebenarnya, kita memiliki lebih banyak keuntungan lho. Salah satu diantaranya adalah harga properti di desa yang konon, lebih murah daripada di kota. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk membeli tanah yang lebih luas. Tanah yang luas bisa kita manfaatkan untuk membuka berbagai macam usaha. Dengan tanah yang luas, kita juga tidak perlu bingung mau membuka usaha dimana atau mau sewa tempat dimana untuk membuka usaha baru milik kita tersebut.

Baca Juga  Mau Buka Usaha Warnet Di Desa? Cek Analisa Usahanya Disini!

Berbicara soal usaha, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa dengan hidup di desa kesempatan untuk kita membuka usaha yang membutuhkan lahan yang luas auto terbuka lebar. Salah satu bisnis yang mungkin bisa Anda coba adalah bisnis ternak ayam petelur. Bisnis ini tergolong bisnis yang jarang tidak sukses. Bukan tanpa sebab, selain beras dan daging ayam, orang kita juga suka makan olahan telur. Martabak telur, telur dadar, oseng-oseng ditambah telur, nasi goreng ditambah telur, mie juga pakai telur, tidak sedikit hidangan yang biasa kita makan menggunakan olahan telur. Oleh karenanya, membuka bisnis ayam petelur ini besar potensinya untuk memberikan kita keuntungan.

Jika Anda tertarik untuk membuka bisnis ayam petelur, beberapa hal dibawah inimungkin bisa menjadi pertimbangan:

Biaya Kandang

Kita tentu membutuhkan kandang untuk memulai usaha ini. Ada duajenis kandang yang bisa Anda pilih. Yang pertama adalah kandang rumahan yang bisa anda buat sendiri. Dengan asumsi untuk kandang bambu dengan ukuran 40 cm persegi dengan tinggi 30 cm persekat diisi 2 ekor ayam. Atau bisa juga dengan kandang kekininan, yakni kandang modern. Untuk kandang dengan bahan yang ringan biasanya dijual per set (dapat diisi 8 ekor ayam) mulai dari Rp 130.000 per set-nya. Apabila Anda ingin memulai bisnis ini dengan bibit ayam sebanyak 100 ekor, berarti anda perlu mengeluarkan biaya Rp 2.000.000 untuk kandang modern ini. Untuk pemula, tidak ada salahnya untuk mencoba dengan kandang rumahan terlebih dahulu.

Baca Juga  Inspirasi Usaha Desa: Bisnis Angkringan Kekinian

Biaya bibit ayam petelur

Jika biaya untuk kandang sudah, kini kita perlu menghitung biaya untuk bibit ayam petelur. Biaya utnuk bibit ayam petelur juiga ada dua. Kita bisa membeli bibit anak ayam petelur yang masih kecil dengan resiko menunggu waktu panen yang  lebih lama, atau membeli bibit ayam petelur siap panen yang tentunya tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mulai memanen, dengan resiko harga yang lebih mahal. Untuk satu ekor anak ayam dihargai Rp. 4000, sedangkan untuksatu ekor ayam siap bertelur kita perlu mengeluarkan uang lebih banyak yakni Rp. 50.000 rupiah.

Itu beberapa modal yang terlihat, namun jangan khawatir, meskipun modal yang dikeluarkan dapat dibilang cukup besar, namun keuntungan yang akan anda dapatkan juga lebih besar. Semoga artikel ini dapat menginspirasi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here