Inovasi Pemanfaatan Buah Salak Pondoh

Inovasi Pemanfaatan Buah Salak Pondoh

BERDESA.COM – Bicara mengenai keripik salak pondoh. Salak Pondoh dari Kabupaten Sleman sudah sangat terkenal di berbagai daerah. Rasa dan aromanya yang khas membuat salak pondoh asal Sleman ini mempunyai keunggulan tersendiri dari salak yang ada di daerah lain. Kini ada sensasi baru untuk menikmati buah khas lereng Merapi itu yaitu menikmati keripik salak pondoh yang renyah. Salah satu produk keripik salak pondoh yang cukup terkenal di Yogyakarta adalah kripik salak “Khatulistiwa” yang dirintis oleh Sudirman Yanto.

Awalnya, Yanto bersama adiknya melihat potensi usaha dari melimpahnya salak pondoh di daerah Sleman ketika musim panen tiba, dikarenakan sifat salak pondoh yang tidak tahan lama, ia mulai mencari cara agar buah salak tersebut dapat dinikmati sebagai varian makanan baru namun dapat bertahan lama. Akhirnya ia pun mulai berinovasi dengan beragam uji coba untuk membuat buah salak pondoh tersebut menjadi keripik salak yang renyah.

Proses pengolahan keripik salak ini pun alami yakni buah salak pondoh pilihan yang segar dikeringkan menggunakan mesin vacuum frying selanjutnya, salak yang sudah kering terebut digoreng dengan minyak tanpa menggunakan bahan pengawet. Setelah dikemas Memakai aluminium foil untuk paket produknya keripik salak kering tersebut mampu bertahan hingga satu tahun.

Sudirman menggunakan berbagai macam cara promosi untuk memasarkan produk keripiknya. Mulai dari penjualan langsung di toko-toko hingga melalui jejaring sosial serta berbagai macam portal iklan di website. Dari cara pemasaran online tersebutlah Keripik Khatulistiwa mulai dikenal dan memperoleh customer dari berbagai penjuru tanah air. Menurutnya, produk keripik salaknya membuat banyak orang penasaran, karena selama ini salak hanya dipasarkan sebagai buah segar yang siap santap.

Alhasil, Keripik Salak Khatulistiwa telah sukses dan mulai penuhi rak atau etalase di beragam toko oleh-oleh yang ada di seputaran Yogyakarta. Keadaan tersebut selalu berkembang sampai sekarang ini telah menyebar di hampir semua lokasi di Indonesia. “Untuk customer yang datang dari luar Jogja umumnya lantaran dampak pemasaran on-line yang kami lakukan, dan untuk lokal Jogja kami ada marketing sendiri, ” jelasnya.(bd05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*