Inilah Jumlah Tanaga Kerja Asing di Indonesia Serta Jenis Pekerjaan yang Mereka Lakukan

0
314

BERDESA.COM – Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mengalir masuk ke Indonesia akhir-akhir ini menjdi sorotan banyak kalangan. Hingga akhir 2017 lalu jumlah TKA yang bekerja di Indonesia sudah mencapai 87.974 orang. Mereka paling banyak bekerja di sektor jasa. Perdagangan adalah jasa yang paling banyak menyerap TKA yang mencapai 21.509 orang TKA.

Di luar perdagangan, bidang konstruksi menjadi penyedot TKA kedua. Terdapat 11.727 orang asing yang bekerja di sektor ini. Bidang pariwisata adalah bidang yang banyak mendatangkan TKA selanjutnya. Salahsatu penyebabnya karena dunia wisata juga banyak melibatkan orang asing yakni wisatawan manca negara yang datang ke Indonesia untuk berlibur. TKA yang bekerja di sektor wisata mencapai 4.632 orang.

Bidang pendidikan adalah jenis pekerjaan yang juga banyak mendatangkan orang asing. Setidaknya tercatat 4348 orang TKA di sektor pendidikan. Total TA yang bekerja di Indonesia 2017 lalu mencapai 85.375 TKA. Jumlah ini mningkat cukup besar dibanding taun 2016 yang berjumlah 80.375 TKA.

Setelah sektor usaha jasa, sektor Industri adalah jenis usaha yang banyak dihuni para TKA. TKA yang bekerja di sektor ini mencapai 30.625 orang TKA. Urutan selanjutnya mrek bekerja pada sektor pertanian dan maritime yang akhir 2017 lalu mencaai 2.1716 orang TKA. Lalu TKA dari negara manakah yang paling besar bekerja di Indonesia. Negeri China adalah penyumbang TKA terbesr dan kini terus masuk ke Indonesia sehingga menimbulkan berbagai pandangan dari para pemerhati dunia ketenagakerjaan Indonesia karena dianggap merebut pasar kerja lokal.

Baca Juga  Ini Bedanya Kaur Keuangan dan Bendahara Desa

Setelah China, Negara Malaysia adalah menyetor TKA sebanyak 4.603 orang, Filipina 3. 174 orang, Australia mencapai 2.603, disusul Amerika Serikat yang berjumlah 2.526 TKA, 2016 dari Inggris dan 1.915 dari Singapura. Sementara 15.035 TKA berasal dari berbagai negara lainnya.

Besarnya TKA terutama yang berasal dari China sempat membuat banya kalangan melayangkan pernyataan keras. Namun Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyatakan, isu mengenai Indonesia ‘diserbu’ TKA mash tergolong proporsional. “Lapangan kerja di Indonesia masih jauh lebih banyak dibanding jumlah kedatangan para TKA itu,” katanya.

Isu banyaknya TKA di Indonesia mencuat setelah terbit Peraturan Presiden No. 20 Tahun 2018 mengenai penggunaan TKA. Lahirnya Perpres ini ditujukan untuk peningkatan investasi dan perbaikan ekonomi tanah air. Kemudahan ini diduga menjadi penyebab banyaknya TKA lalu ‘menyerbu’ Indonesia.

Sebaliknya, di luar negeri ada banyak TKI yang bekerja dan menyebar di beberapa negara. “ TKI kita di negara lain juga sangat besar, mencapai 9 juta orang. Sebanyak 55 persen di Malaysia disusul kemudian Saudi Arabia China-Taipei, Hongkong an Singapura,” kata Menteri Ketenagakerjaan.

Baca Juga  Cegah Korupsi Dana Desa dengan Transparansi, Berani?

Menurut Hanif pemerintah akan tetap menolak bila ada perusahaan mengajukan TKA sebagai pekerja kasar. Sebab norma yang ada menyebutkan , jika ada bukan TKA yang bekerja pada level pekerjaan yang kasar maka itu termasuk dalam kategori pelanggaran. Bagaimana menurut Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here