Inilah Cara Desa Wisata Mendorong Kewirausahaan Desa

Inilah Cara Desa Wisata Mendorong Kewirausahaan Desa

BERDESA.COM – BUMDesa sangat strategis mendorong terciptanya kewirausahaan desa. BUMDesa bisa mendorong anak-anak muda menciptakan inovasi-inovasi baru di desanya dan menciptakan pendapatan dari inovasi itu. Salahsatunya, kewirausahaan yang terbangun dari desa wisata.

Kewirausahaan desa berarti langkah kreatif dan inovatif yang dilakukan warga desa sehingga memberikan nilai lebih bagi para pelakunya. Bagi desa yang mengembangkan desa wisata, peluang lahirnya kewirausahaan sangat luas dan anak-anak muda adalah golongan yang sangat memungkinkan mengembangkan kreativitasnya di sini.

Beberapa hal yang bisa dikembangkan dalam desa wisata seperti tour guide alias pengantar tamu yang mampu menjelaskan segala sesuatu mengenai obyek wisata desa mereka. Tak hanya harus mampu menjelaskan sejarahnya tetapi pemandu wisata harus pula mampu menciptakan kenyamanan bagi para wisatawan. Pemandu wisata juga yang akan mengarahkan para wisatawan untuk mampir ke rumah makan, beli souvenir dan menjajal berbagai layanan wisata yang ditawarkan desa itu.

Menyediakan layanan kuliner adalah peluang yang lainnya. Desa wisata adalah peluang bagi warga setempat memasarkan makanan khas dari desanya. Eksotisme kuliner adalah salahsatu yang paling dicari para wisatawan yang berkunjung ke obyek-obyek seperti ini. Peluang ini membuka peluang bagi kaum perempuan di desa untuk meracik menu makanan istimewa khas desa.

Layanan jasa penginapan alias homestay adalah peluang lain yang bisa menciptakan peluang pendapatan lainnya. BUMDesa harus mendorong para pegiat wisata menciptakan pesona sehingga orang tertarik menginap di desa itu. Ketika wisatawan menginap maka mereka butuh makan malam, pementasan seni asli lokal dan kunjungan wisata pada esok harinya seperti membajak sawah atau melihat aktivitas asli warga desa.

Jenis usaha lainnya adalah transportasi antar-jemput bagi rombongan wisatawan yang ingin menginap di desa itu. Paket-paket seperti ini bisa dijadikan satu menjadi beragam fitur wisata yang menarik dan mendatangkan lebih banyak pendapatan bagi warga.

Ini belum termasuk jasa parkir dan pengelolaan obyek wisata sendiri yang juga membutuhkan anak-anak muda kreatif. Soalnya, obyek wisata harus pula dipoles dari hari ke hari sehingga memiliki fitur yang semakin lengkap memanjakan wisawatan seperti penambahan fitur hiburan, penyediaan fasilitas umum yang nyaman seperti tempat ibadah, toilet dan deretan warung makan yang gampang dijangkau oleh wisatawan.

Semua kemampuan itu tak gampang diraih oleh desa wisata. Butuh proses untuk mendidik warga sehingga mampu menciptakan pesona dan kenyamanan bagi setiap wisatawan yang datang. Warga setempat juga musti rajin mencari referensi ke desa wisata lain yang telah lebih dahulu sukses mengembangkan desanya. Belajar pada pihak yang sudah berpengalaman jauh lebih efisien daripada mencari-cari cara sendiri.  Mengikuti pelatihan dan mengunjungi obyek wisata desa lain menjadi cara yang efektif bagi para pengelola desa wisata.

Menciptakan beragam souvenir khas desa adalah peluang yang juga penting. Soalnya, setiap orang menginginkan kenangan dari tempat indah yang mereka datangi. Jika mereka terpuaskan, para pengunjung ini akan merekomendasikan pada orang lain untuk datang berkunjung ke desa kita. Maka, pelayanan yang baik dan komprehensif harus dikuasai para pegiat desa wisata.

Mempromosikan desa adalah wajib. Prinsip tak kenal maka tak sayang adalah konsep sederhana dipahami. Intinya, kalau Anda tidak pernah mengekspose potensi wisata desa Anda, bagaimana orang akan datang. Maka beberapa anak muda harus menjalankan promosi untuk desanya. Bisa melalui sosial media.(aryadji/berdesa)

Foto: www.lookjogja.blogspot.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*